<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689</id><updated>2012-01-26T23:22:50.131+07:00</updated><category term='SainsTek'/><category term='Tips Ramadhan'/><category term='CerPen'/><category term='Fiqih'/><category term='artikel'/><category term='Tokoh Islam'/><title type='text'>IARI SMAN 94</title><subtitle type='html'>(Ikatan Alumni Rohani Islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>109</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-3394607336771007024</id><published>2009-10-11T15:40:00.002+07:00</published><updated>2009-10-11T15:47:11.569+07:00</updated><title type='text'>belajar dari musibah</title><content type='html'>Saat ini musibah sepertinya begitu akrab di telinga kita.Silih berganti musibah-musibah itu menyapa saudara kita, bahkan mungkin juga kita. Ada banjir, tanah longsor, kebakaran, gempa bumi, hingga ancaman tsunami,semuanya terjadi di negeri tercinta kita ini dengan bertubi-tubi. ..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tepatnya tanggal 2 september 2009 pukul 15.55 di negri tercinta kita ini terjadi sebuah musibah yg sangat mengggetarkan jiwa yaitu gempa bumi hampir diseluruh indonesia dengan kekuatan 7.3 R pusatnya di Tasikmalaya - Jawa Barat,yg mengakibatkan sekitar 53 orang meninggal dan 38 orang hilang dan 2300 rumah hancur, belum lama kejadian di Jawa Barat Allah memberikan ujian yang luar biasa beratnya, gempa yang mengguncang Sumatera Barat melebihi apa yang terjadi di Tasikmalaya. Korban yang berjatuhan pun lebih memprihatinkan lagi, itu baru data berita sementara mungkin masih sekitar 300 orang yg belum ketahuan,,ya Allah jangan sampai terjadi...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;pemandangan pilu yang terjadi di negeri tercinta. Ada tangis bocah yang kehilangan orang tua, ada erang kesakitan lelaki yang terhempas gempa, juga jerit pilu perempuan setengah baya yang tertimpa reruntuhan batu bata.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;padahal beberapa pekan lagi kita mau merayakan hari kemenangan islam (di Tasikmalaya)dan beberapa pekan setelah hari kemenangan tersebut Allah memberikan ujian untuk warga sumbar,tapi Allah berkehendak lain kepada mereka,semoga saja mereka semua meninggal dalam keadaan Islam, syahid dan diberikan tempat yg mulia disisi Allah...amin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sobatku,bersyukurlah kita dengan keadaan kita sekarang ini yg masih bisa menangis dan tersenyum hingga saat ini,coba anda renungkan betapa berduka negri ini,salah apakah negri ini,dosa apakah negri ini hingga harus selalu mendapatkan musibah...mungkin hanya engkaulah yang tahu ataukah diri kita yang menyebabkan negeri ini menderita... ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah Mungkin Tuhan mulai bosan karna Melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Ataukah alam ini mulai enggan Bersahabat dengan kita ?&lt;br /&gt;janganlah menggap diri kita paling suci,baik,dan paling benar karena justru dengan anggapan itulah yang selalu membuat negeri ini menderita tanpa daya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sobatku, mungkin yang kita butuhkan adalah intropeksi diri. Sebab musibah yang silih berganti itu adalah pesan Allah buat kita semua. Bahwa sepertinya ada yang mesti kita benahi dari diri kita, dari masyarakat kita, dari bangsa kita. Bahkan musibah itu bisa jadi pesan yang lebih keras, semacam peringatan dari Allah bahwa sepertinya kita sudah terlalu jauh meninggalkan- Nya. Sebab Dia mencintai kita, lebih dari cinta kita kepada-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-3394607336771007024?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/3394607336771007024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=3394607336771007024' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/3394607336771007024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/3394607336771007024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/10/belajar-dari-musibah.html' title='belajar dari musibah'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-9180900956791990558</id><published>2009-09-24T19:59:00.002+07:00</published><updated>2009-09-24T20:05:40.779+07:00</updated><title type='text'>memaknai idul fitri</title><content type='html'>Dari Anas bin Malik ra berkata bahwasanya Rasulullah SAW datang ke Madinah sedangkan mereka (penduduk Madinah) memiliki dua hari untuk bermain dan bergembira ria. Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada apakah dengan dua hari ini?’ Mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain dan bergembira ria pada masa jahiliyah di dua hari tersebut.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Allah SWT telah menggantikan dua hari kalian dengan dua hari yang lebih baik darinya, yaitu Iedul Adha dan Iedul Fitri.’ (HR.Nasa’i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan cepatnya waktu berlalu, ternyata tanpa terasa ramadhan begitu  cepatnya berjalan meninggalkan kita. Padahal kita belum maksimal membaca Al-Qur’an, belum maksimal shalat malam, belum maksimal melaksanakan shiyam dan juga belum optimal untuk melaksanakan ibadah-ibadah lainnya. Setetes air mata mengalir dari ujung mata, perasaan sedih bergemuruh dalam kalbu, Ya Allah, akankah Ramadhan tahun depan, kami masih dapat bertemu lagi dengan bulan Ramadhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu para salafuna shaleh, air mata mereka meleleh membasahi pipi dan lihyah lantaran Ramadhan pergi meninggalkan mereka. Terkadang dari lisan mereka terucap sebuah doa, sebagai ungkapan kerinduan akan datangnya ramadhan dan ramadhan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya Allah SWT, anugerahkanlah lagi kepada kami bulan Ramadhan, anugerahkanlah lagi kepada kami bulan Ramadhan, dan bulan Ramadhan, dan bulan Ramadhan… "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun akankah kesedihan itu terus berlarut-larut, sementara ajal kita ditentukan oleh Allah SWT. Dan haruskan kita bersedih, sedangkan Iedul Fitri merupakan hari raya seluruh kaum muslimin, yang kita dianjurkan untuk bergembira pada hari tersebut? Lantas, amalan apakah yang seharusnya kita laksanakan menjelang maupun pada saat Iedul Fitri. Berikut amalan yang harus kita jalankan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makna Iedul Fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua makna dalam menerjemahkan Iedul Fitri, yaitu :&lt;br /&gt;1. Iedul Fitri diterjemahkan dengan kembali kepada fitrah atau kesucian, karena telah ditempa dengan ibadah sebulan penuh di bulan ramadhan. Dan karenanya ia mendapatkan ampunan dan maghfirah dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Iedul Fitri diterjemahkan dengan hari raya berbuka, dimana setelah sebulan penuh ia berpuasa, menjalan ibadah puasa karena Allah SWT, pada hari Idul Fitri ia berbuka dan tidak berpuasa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Oleh karena itulah, terdapat doa yang sering dibacakan sesama kaum muslimin ketika berjabat tangan dan saling memaafkan, yaitu :&lt;br /&gt;Ja'anallahu wa iyyakum minal 'Aidiyynal Fa'idjiyyna, Wa Taqabbalallhu Minna wa Minkum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang kembali (kepada fitrah) dan sebagai hamba-hamba-Nya yang menang (melawan hawa nafsu). Dan semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menghidupkan Iedul Fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini aktivitas yang dilakukan untuk menghidupkan Iedul Fitri adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Disunnahkan untuk Qiyamul Lail, pada malam hari raya Idul Fitri. Dalam sebuah riwayat digambarkan :&lt;br /&gt;Abu Umamah ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melaksanakan qiyamullail pada dua malam Ied (Idul Fitri dan Adha), dengan ikhlas karena Allah SWT, maka hatinya tidak akan pernah mati di hari matinya hati-hati manusia. (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Disunnahkan pada pagi hari raya Idul Fitri, untuk mandi, menggunakan minyak wangi dan berpakaian yang rapi. Dalam sebuah hadits diriwayatkan :&lt;br /&gt;Dari Fakih bin Sa’d bahwasanya Rasulullah SAW senantiasa mandi pada hari jum’at, hari Arafah, hari Idul Fitri dan hari Idul Adha. Dan Fakih (Perawi hadits ini) senantiasa memerintahkan keluarganya untuk mandi pada hari-hari tersebut. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mendatangi tempat-tempat dilaksanakannya shalat Ied. Dalam sebuah hadits diriwayatkan :&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya Rasulullah SAW memerintahkan anak-anak wanitanya dan istri-istrinya untuk kelur (mendatangi tempat shalat Ied) pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. (HR. Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Bertakbir mengagungkan Asma Allah SWT, dalam sebuah riwayat digambarkan :&lt;br /&gt;Dari Ummu Athiyah ra berkata, kami diperintahkan untuk mendatangi tempat shalat, bahkan perawan di pingitannya dan wanita yang haid diperintahkan untuk mendatangi tempat shalat Ied. Hanya mereka berposisi di belakang shaf kaum muslimin. Mereka bertakbir dengan takbir kaum muslimin, dan berdoa dengan doa kaum muslimin, dengan berharap keberkahan dan kesucian hari tersebut. (HR. Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Melalui jalan yang berbeda ketika berangkan dan pulang dari tempat dilaksanakannya shalat Ied. Dalam sebuah hadits diriwayatkan :&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW apabila pergi (ke tempat shalat Ied) pada hari Ied melalui satu jalan, maka beliau kembali dari tempat tersebut melalui jalan yang berbeda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Saling bermaaf-maafan seraya mendoakan semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita. Dalam sebuah hadits diriwayatkan :&lt;br /&gt;Dari Khalid bin Ma’dan ra, berkata, Aku menemui Watsilah bin Al-Asqo’ pada hari Ied, lalu aku mengatakan, ‘Taqabbalallah Minna Wa Minka”. Lalu ia menjawab, ‘Iya, Taqabbalallah Minna Wa Minka,’. Kemudian Watsilah berkata, ‘Aku menemui Rasulullah SAW pada hari Ied lalu aku mengucapkan ‘Taqabbalallah Minna Wa Minka’, kemudian Rasulullah SAW menjawab, ‘Ya, Taqabbalallah Minna Wa Minka’ (HR. Baihaqi Dalam Sunan Kubra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Boleh mengadakan hiburan pada hari raya Ied, dalam sebuah riwayat digambarkan bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Bakar yang pada waktu itu (Hari Ied) menghardik dua hamba sahaya perempuan yang mendendangkan syair di ruma Aisyah :&lt;br /&gt;Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum mempunyai hari raya, dan sesungguhnya hari ini adalah hari raya kita.” (HR. Nasa’I)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hal-Hal Yang Dilarang Dan Dimakruhkan Dalam Idul Fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali manusia ‘terlena’ ketika telah mendapatkan suatu kenikmatan atau kesenangan tertentu. Tak terkecuali pada hari raya Idul Fitri, hari yang seharusnya menjadi ‘bukti’ kefitrahan jiwa dan hati kita dari perbuatan dosa. Namun terkadang tanpa kita sadari, beberapa hal yang dilarang atau dimakruhkan justru begitu marak di hari yang fitri ini. Berikut adalah hal-hal yang seyogianya kita hindarkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan (tabdzir)&lt;br /&gt;Seringkali pada saat hari raya Iedul Fitri, karena begitu banyaknya makanan yang relatif istimewa, kita lupa dengan ‘kapasitas’ perut kita, sehingga terlalu banyak mengkonsumsi makanan. Baik makan besar maupun makan kecil. Sementara Allah SWT telah mengingatkan kita:&lt;br /&gt;" Dan makan dan minumlah kalian, tapi janganlah kalian berlebih-lebihan. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. " (QS. Al-A’raf 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berlebih-lebihan dalam berpakaian dan berdandan.&lt;br /&gt;Seringkali pakaian yang bagus dan indah yang memang disunnahkan untuk dikenakan pada hari raya Iedul Fitri, menjadikan kita terjebak pada sifat berlebihan dalam berpakaian ataupun berdandan, sehingga terkadang ‘aurat’ tidak terjaga, atau berpakaian terlalu ketat, atau juga terlalu menyolok (baca; tabarruj). Sehingga dosa-dosa yang telah terampuni kembali masuk dalam diri kita. Oleh karenanya, sebaiknya dalam berpakaian tidak melanggar batasan-batasan syar’I, baik bagi pria maupun wanita. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (Al-Ahzab 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berjabat tangan antara pria dan wanita yang bukan mahromnya.&lt;br /&gt;Hal ini juga terkadang sering terlalaikan dalam merayakan Iedul Fitri terhadap sanak saudara, tetangga atau teman dan kerabat. Padahal berjabat tangan bagi yang bukan mahromnya adalah termasuk perbuatan yang dilarang. Dalam sebuah hadits digambarkan:&lt;br /&gt;“Dari Urwah ra, bahwasanya Aisyah memberitahukannya tentang bai’at wanita. Aisyah berkata, Rasulullah SAW tidak pernah menyentuh dengan tangannya seorang wanita sama sekali.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berlebih-lebihan dalam tertawa dan bercanda.&lt;br /&gt;Tertawa, bercanda, mendengarkan hiburan termasuk perkara yang dimubahkan terutama pada Iedul Fitri. Namun yang tidak diperbolehkan adalah ketika perbuatan tersebut berlebihan, sehingga melupakan kewajiban atau menjerumuskan pada sesuatu yang dilarang. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:&lt;br /&gt;Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. (Attaubah 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengulur-ulur waktu shalat.&lt;br /&gt;Dengan alasan silaturahmi atau halal bi halal keluarga besar atau kerabat maupun teman sejawat, seringkali ‘mengulur-ulur’ waktu pelaksanaan shalat. Hal ini juga bukan merupakan perbuatan yang baik. Karena seharusnya kita malaksanakan shalat pada waktunya, tanpa mengulur-ulurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Boros dalam pengeluaran uang.&lt;br /&gt;Iedul Fitri juga sering menjadi ajang untuk menghambur-hamburkan uang pada sesuatu yang ‘manfaatnya’ kurang. Kecuali jika dalam rangka untuk memberikan santunan kepada kerabat keluarga yang membutuhkan, namun itupun juga tidak boleh berlebih-lebihan. Dalam Al-Qur’an Allah mengatakan:&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (Al-Furqan 67)&lt;br /&gt;Inilah diantara hal-hal yang perlu kita hindarkan bersama, agar kita tidak kembali terjerumus dalam perbuatan maksiat dan dosa. Dan alangkah baiknya jika sesama muslim kita saling ingat mengingatkan, agar tercipta kehidupan yang diridhai oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sekelumit hal yang berkaitan dengan Iedul Fitri. Marilah kita mencoba mengamalkannya sesuai dengan tuntunan sunnah, dan menjauhi dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Agar makna fitri tersebut benar-benar lekat dengan diri kita. Dan jangan sampai justru ketika Iedul Fitri, menjadi “ajang” kemaksiatan bagi kita, setelah sekian lama dibersihkan dengan amal ibadah di bulan Ramadhan. Sehingga peningkatan demi peningkatan akan terealisasikan dalam diri kita, dan kita benar-benar menjadi insan yang bertakwa.&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT menerima seluruh amalan kita, dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang kembali (kepada fitrah) dan sebagai hamba-hamba-Nya yang menang (melawan hawa nafsu). Dan semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita semua, Amin....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-9180900956791990558?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/9180900956791990558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=9180900956791990558' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/9180900956791990558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/9180900956791990558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/09/memaknai-idul-fitri.html' title='memaknai idul fitri'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-2075209644501329150</id><published>2009-08-28T22:00:00.002+07:00</published><updated>2009-08-28T22:05:25.189+07:00</updated><title type='text'>Bekerja Dengan Hati</title><content type='html'>Melihat seorang anggota tim yang bekerja dengan selalu semangat dan energik dan dengan riang gembira menumbukah semangat kepada sekelilingnya, dan saya bertanya mengapa anda bahagia bekerja disini, jawabnya "saya bekerja karena ini adalah pekerjaan saya dan saya akan memberi hasil maksimal untuknya" sungguh jawaban yang fantastis, dan saya mencari tahu apa rahasianya, ternyata rekan tersebut bekerja dengan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ada ada beberapa tingkatan kualitas orang dalam bekerja, Pada tataran paling rendah adalah bekerja dengan Fisik, lalu pada tataran yang lebih tinggi adalah bekerja dengan Pikiran, sedang pada aras yang palingc tinggi adalah bekerja dengan Hati, Bagaimana sikap anda terhadap pekerjaan yang anda kerjakan,apakah memberi kedamaian atau hanya bekerja karena keterpaksaan, apapun pekerjaan kita ketika kita tidak bekerja dengan hati yang terjadi adalah takda interkoneksi antar batin, tak ada senyum dan perhatian, selain memenuhi perintah dan tugas, dan yang ada langkah yang berat dalam menjalani apapun aktivitas dan pekerjaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pekerjaan harus didorong oleh semangat dan perencanaan yang matang, bekerja jika dilakukan dengan keterpaksaan, maka dikhawatirkan hasilnya akan kurang maksimal. Bekerja dengan hati akan meningkatkan kinerja, karena satu sama lain saling bersinergi.Bekerja dan beraktifitas sebenernya adalah salah satu sarana ibadah dan mencari materi untuk kelangsungan hidup. Dalam bekerja, ada kearifan yang seharusnya dianut oleh mereka yang bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika siapapun bekerja dengan hati, maka seberat apapun sebuah pekerjaan tidaklah terlalu berat untuk dirasakan. Dengan memanfaatkan hati sebagai salah satu modal dalam bekerja, maka ada kecerdasan dalam mensiasati semua pekerjaan yang sedang dihadapi. dengan demikian kesuksesan dalam bekerja akan mudah dicapai. Pada gilirannya secara psikis kita tidak terlalu merasakan apa itu stess. Tidak ada istilah dibodohi atau diperbudak oleh pekerjaan, dengan bekerja dengan hati akan menghantarkan kita mencapai standar hasil yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ketika kita bekerja dengan hati, dan Kita mengerjakan sesuatu karena suka dan tanpa terbebani oleh hal yang memberatkan pikiran, ataupun atas dasar menolong seseorang, namun pada akhirnya apa yang kita kerjakan menghasilkan sesuatu di luar dugaan. Banyak kisah sukses yang berawal dari sesuatu yang rupanya sering kita lalaikan : bekerja dengan cinta, atau dalam kata lain, bekerja dengan sepenuh hati. Apapun pekerjaan itu, apabila dilakukan dengan sebaik-baiknya, pasti akan membawa manfaat, minimal bagi diri kita sendiri. Apabila gaji kita kecil, kompensasinya bukanlah rasa malas mengerjakan tugas-tugas kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih manfaat bekerja dengan hati, manfaat bagi diri sendiri, pertama, rasa puas karena bisa menyelesaikan tugas dengan baik; kedua, kesempatan untuk meng-eksplore kemampuan diri; dan ketiga, kita menjadi lebih pandai dan terampil dalam bidang pekerjaan kita. Sedangkan ‘efek samping’ dari itu bisa berupa kenaikan gaji atau promosi (karena bos puas dengan hasil kerja kita). Jikalau tidak ada ‘efek samping’ seperti yang disebutkan, setidaknya diri kita sudah cukup dibekali dengan prestasi dan ketrampilan untuk bekerja di tempat lain yang menawarkan lebih banyak tantangan dan/atau peluang, atau bahkan memulai usaha kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal utama seorang pekerja adalah kredibiltas diri kita sendiri,sedangkan kunci kredibilitas itu adalah kejujuran sehingga mencbuat pesona tersendiri yang dapat menyentuh nurani kita. Dalam bekerja, jangan hanya mengandalakan kecerdasan sebab cerdas tampa hati nurani tidak akan menghasilkan sesuatu yang berarti. Memberikan pelayanan serta bersikap ramah kepada orang lain dengan keiklasan hati dapat lebih memudahkan segala urusan dan memberikan kepuasan tersendiri pada diri kita serta jangan pernah mengharapkan pujian terhadap hasil karya kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukuri segala yang kita miliki, dan apapun pekerjaan atau aktivitas keseharian kita, jalanilah dengan sepenuh hati. jika saat ini anda masih bekerja, bersyukurlah karena masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk berkarya, mendapatkan penghasilan, dan mengaktualisasi diri melalui pekerjaan. Jalanilah pekerjaan dengan sepenuh hati dan penuh dedikasi. Karena jika kita bekerja setengah hati, pekerjaan itu beban. Jika kita bekerja sepenuh hati, pekerjaan itu tantangan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bekerja dengan hati membuat kita menjadi lebih cerdas secara spiritual. Paling tidak kita memiliki perasaan menuju ke suatu tujuan (sense of purpose) dan perasaaan beryukur atas apa yang kita terima dan kerjakan saat ini . Kita merasa bahwa kita memiliki arti baik bagi diri kita sendiri, bagi orang-orang yang kita cintai bahkan bagi bangsa dan umat manusia pada umumnya, Bekerja akhirnya haruslah menjadi sesuatu yang memberi makna pada kehidupan kita dan dapat membantu kita untuk mencapai impian-impian kita serta menuntun kita ke arah tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cinta terhadap sesuatu pekerjaan atau aktivitas anda dapat mewujudkan sebuah prestasi gemilang dalam bidang pekerjaan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" orang yang sukses adalah mereka yang mencintai apa yang mereka kerjakan "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-2075209644501329150?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/2075209644501329150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=2075209644501329150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/2075209644501329150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/2075209644501329150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/08/bekerja-dengan-hati.html' title='Bekerja Dengan Hati'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-5598015696574513227</id><published>2009-07-12T11:09:00.007+07:00</published><updated>2009-07-12T11:53:57.953+07:00</updated><title type='text'>nilai istiqomah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SllsFU12ovI/AAAAAAAAAPY/h9qJg-ZArPI/s1600-h/imagesy.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 117px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SllsFU12ovI/AAAAAAAAAPY/h9qJg-ZArPI/s320/imagesy.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357432070483649266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Bersikaplah istiqamah, namun kalian tidak akan dapat menghitung nilai istiqamah. Ketahuilah, bahwa amalan kalian yang terbaik adalah shalat. Yang dapat memelihara wudhu hanyalah orang beriman" (HR Ahmad dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini mengungkapkan betapa beratnya bersikap istiqamah, sehingga manusia tidak akan mampu melakukannya dengan sempurna. Tak mengherankan memang, karena keimanan setiap Mukmin "terkena" hukum yaziidu wa yanqus, akan bertambah dan berkurang; naik dan turun. Boleh jadi, ada saat-saat iman kita sedang naik, sehingga bersemangat dalam ibadah. Tapi, ketika iman sedang menurun, semangat beribadah pun menjadi lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, penurunan semangat beribadah ini disebut futur. Pada stadium rendah, futur bisa muncul berupa perasaan malas beribadah, melambat-lambatkan berbuat baik, atau kurang peka terhadap peluang amal. Dalam stadium tinggi (kronis), kondisi futur menyebabkan seseorang berhenti beribadah, melakukan dosa besar, hingga akhirnya jauh dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kemungkinan terkena futur sangat besar, tapi kita dianjurkan untuk tetap berlaku istiqamah dalam kebenaran sesuai kemampuan diri. Allah SWT telah menyediakan perangkat-perangkat dalam diri sehingga kita mampu mengikuti Rasulullah SAW, dengan standar dan kemampuan kita. Kalau tidak bisa semuanya, maka sebagian harus kita perjuangkan. Contoh, Rasul bisa qiyamullail semalam suntuk sampai kakinya bengkak; bila kita tak mampu seperti itu, minimal kita tidak sampai meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa, istiqamah berarti tegak dan lurus. Ada pula yang mengatakan bahwa istiqamah berarti "jalan yang lurus" atau "jalan yang berada dalam satu garis lurus". Dari definisi ini terlihat adanya hubungan antara istiqamah dengan kebenaran. Al-Qur'an menyebutnya dengan shiratal mustaqim atau jalan yang lurus. Tunjukkilah kami ke jalan yang lurus (QS. Al-Fatihah : 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diperkuat oleh pendapat Ar-Raghib yang menyatakan bahwa seseorang disebut istiqamah bila ia tetap berada di jalan yang lurus. Itulah arti firman Allah SWT, "Sesungguhnya orang-orang yang berkata "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap lurus (istiqamah) dalam keimanannya. " (QS. Fushilat : 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SllsTse26PI/AAAAAAAAAPg/ehPVnUPlYCg/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 106px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SllsTse26PI/AAAAAAAAAPg/ehPVnUPlYCg/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357432317347817714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, sikap istiqamah menyangkut tiga hal, yaitu istiqamah dengan lisan, istiqamah dengan hati, dan istiqamah dengan jiwa. Istiqamah dengan lisan artinya kita bertahan untuk tidak mengucapkan hal-hal yang tidak bermanfaat serta dosa, dan menyibukkan diri dengan perkataan yang baik dan benar. Rasul SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqamah dengan hati maksudnya selalu melakukan tajdid an-niyat, memperbaharui niat. Seseorang yang hatinya istiqamah tidak pernah melakukan suatu amal, kecuali ia meniatkannya hanya untuk Allah. Hal ini sesuai dengan pendapat Utsman bin Affan RA bahwa istiqamah adalah keikhlasan. Sedangkan istiqamah dengan jiwa mengandung arti ketetapan diri untuk terus menerus melakukan ibadah dan ketaatan pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tampak terpisah, ketiganya berhubungan antara satu sama lain. Disabdakan oleh Rasul SAW dari Anas bin Malik, "Belum dinamakan lurus keimanan seseorang, sehingga lurus pula hatinya; dan belum dinamakan lurus hatinya, sehingga lurus pula lisannya." (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, seseorang bisa dikatakan istiqamah dalam hidupnya bila ia senantiasa lurus dalam hidupnya, konsisten, taat asas, pantang menyerah, dan selalu mengambil sikap pertengahan dalam segala hal; dalam wujud ucapan maupun perbuatan.(kotasantri.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SllokcxNAeI/AAAAAAAAAPI/rnKsjOJ7gWE/s1600-h/semangat+terus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SllokcxNAeI/AAAAAAAAAPI/rnKsjOJ7gWE/s400/semangat+terus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357428207141061090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;begitulah betapa pentingnya nilai istiqomah dalam aktivitas amal ini, hal ini seharusnya menguatkan semangat kita untuk selalu menjaga niat istiqomah kita. Baik dalam kondisi iman yang kita yang kuat, sedang, bahkan dalam keadaan lemah-pun, keistiqomahan harus tetap kita jaga. Semoga Allah menerima dan menguatkan aktivitas dakwah kita ini. Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-5598015696574513227?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/5598015696574513227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=5598015696574513227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5598015696574513227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5598015696574513227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/07/nilai-istiqomah.html' title='nilai istiqomah'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SllsFU12ovI/AAAAAAAAAPY/h9qJg-ZArPI/s72-c/imagesy.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-1730914960000560572</id><published>2009-07-02T15:15:00.007+07:00</published><updated>2009-07-02T16:05:09.614+07:00</updated><title type='text'>tiada hari tanpa militansi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SkxvL2I_ujI/AAAAAAAAAOI/5C_D83cAKA4/s1600-h/lihatlah+semangat+mereka.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 137px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SkxvL2I_ujI/AAAAAAAAAOI/5C_D83cAKA4/s320/lihatlah+semangat+mereka.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353776306339166770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Militansi? Mungkin banyak orang yang merasa gerah atau takut mendengar kata yang satu ini.&lt;br /&gt;Kata militansi memang Iebih sering dipandang negatif oleh masyarakat, apalagi pada hari ini, ketika “perang terhadap terorisme” sedang Iantang-lantangnya digaungkan oleh Amerika Serikat.. Orang seringkali mengaitkan kata ini dengan “kekerasan”“senjata, “ketidakramahan”, atau “intoleransi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lagi ketika kata ini disandingkan dengan kata Islam, “Islam miIitan’.yang tergambar mungkin sekelompok pemuda berjanggut lebat sedang mengangkat senjata atau bersiap-siap rnelakukan aksi “bunuh diri”. Apakah militansi harus selalu harus diartikan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang muslim yang baik, apalagi bagi seorang aktivis da’wah, militansi mutlak diperlukan. Dan karena hal ini merupakan bagian penting dari keislaman seseorang, kita tentu tidak bisa memaknainya kecuali menurut apa yang dikehendaki oleh Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam jelas merupakan agama rahmat. tapi untuk menjamin terwujudnya rahmat di muka bumi tentu dibutuhkan perjuangan serta upaya yang optimal. Islam merupakan agama yang adil, tapi agar keadilan terwujud diperlukan komitmen yang sangat kuat. Islam sudah barang tentu merupakan agama yang mndah, tapi keindahan sejati tidak akan pernah tertampakkan tanpa adanya keseriusan dan kesungguh-sungguhan dari para ‘pelukisnya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah arti pentingnya militansi bagi seorang muslim. Militansi yang kita maksud di sini adalah jiddiyah (kesungguhan), hamasah (semangat), shawabit (disiplin), komitmen, dan istiqamah. Kalau begitu, tentu saja tidak ada masalah dengan militansi, karena itu memang diperintahkan oleh Islam sekaligus dibutuhkan untuk menegakkan nilai-nilainya di muka bumi. Tanpa militansi, nilai-nilai kebenaran, kebaikan, rahmat, keadilan, serta keindahan sejati tidak mungkln terwujud dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/Skxx6exTrdI/AAAAAAAAAOg/ZeadVt7UCk8/s1600-h/soldier+of+Allah.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 110px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/Skxx6exTrdI/AAAAAAAAAOg/ZeadVt7UCk8/s320/soldier+of+Allah.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353779306542902738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Militansi yang harus tumbuh pada diri setlap aktivis da’wah adalah seperti militansi yang pernah dicontohkan oleh Nabi SAW dan para sahabatnya. Militansi Nabi SAW dan para sahabat adalah militansi yang seimbang dan pertengahan. Ia bisa berbentuk ketegasan terhadap musuh, tapi lembut terhadap saudara seiman. Ia adalah ketegasan sikap yang tidak mengabaikan akhlak yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah teguran yang keras untuk meluruskan kesalahan, sebagaimana Nabi SAW menegur sahabatnya ketika khilaf, menyakiti perasaan saudaranya. Namun, ia juga merupakan kecintaan yang mendalam serta perbuatan yang menyenangkan, sebagaimana Nabi SAW bendiri ketika jenazah seorang Yahudi sedang diusung. Jadi seorang muslim yang militant berkomitmen pada Islam dan mengetahui bagaimana la haus bersikap dan berbuat sesuai dengan tuntunan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militansi menuntut totalitas dalam penerimaan dan pelaksanaan seluruh nilai-nilai serta amaliah Islam. Ini seperti Umar bin Khattab yang memusuhi Nabi sangat pada masa pra-keimanan, kemudian membela Nabi sangat setelah berjumpa hidayah. Militansi menuntut kesungguhan dalam berjuang, seperti seorang sahabat yang membuang kurma-kurmanya di Perang Badar karena tak sabar menanti syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SkxzSFpcHrI/AAAAAAAAAOo/r5gajnHgTd0/s1600-h/tetap+semangat+saudaraku.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 99px; height: 110px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SkxzSFpcHrI/AAAAAAAAAOo/r5gajnHgTd0/s320/tetap+semangat+saudaraku.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353780811627503282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Militansi memungkinkan munculnya visi yang sangat kuat, seperti Anas bin Nadzar yang sudah mencium wangi surga ketika menginjakkan kakinya di peperangan Uhud, atau seperti para sahabat yang “melihat” surga dan neraka ketika tengah duduk di majelisnya Rasulullah SAW. Militansi akan melahirkan motivasi nan tinggi, seperti Amr bin Jamuh yang tetap ngotot pergi ke medan jihad dengan satu kakinya yang pincang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militansi mengharuskan adanya konsistensi, seperti jihadnya Abu Ayub yang tidak kenal Ielah kendati sudah tua usia, atau seperti amal seorang guru Imam Hanafi yang meninggal dunia tatkala shalat. Militansi mewajibkan kesabaran, seperti sabarnya Ayub AS menanggung sakit, atau sabarnya Nuh AS benda’wah ratusan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militansi menggambarkan semangat, seperti semangat para tabi’in yang merantau ke beberapa negeri hanya untuk mencari sebuah hadits, atau seperti semangat belajar Imam Thabrani dan Al-Biruni yang masih berdiskusi agama beberapa detik sebelum meninggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militansi berasal dan keyakian yang dalam, seperti keyakinan Abu Bakar setiap saat pada “sahabatnya” tanpa perlu pembuktian rasional apa pun, atau seperti Abu Dzar yang meyakini janji Nabi tentang dirinya tanpa perlu membuktikannya secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militansi juga berarti keberanian, seperti keberanian lbnu Mas’ud membaca Al-Qur’an didepan musyrikin Quraisy hingga dipukul babak belur, atau seperti Hudzaifah yang seketika berdiri untuk mengintai musuh di malam yang gelap tatkala Nabi berkata “untuk diam di tempatnya ”. Militansi juga bermakna ketundukan dan kepasrahan pada Allah seperti ibadahnya Abu Darda yang nyaris melupakan hak-hak diri dan keluarganya, atau seperti infaqnya Abu Bakar dan Abdurnahman bin Auf yang nyaris mengabaikan kebutuhan diri dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militansi bermakna kecintaan yang mendalam pada Nabi SAW seperti Bilal yang tak sanggup melantunkan adzan setelah wafatnya Nabi, atau seperti Ibnu Umar yang berharap tapak-tapak untanya mengenai bekas-bekas tapak unta Nabi dalam setiap penjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, militansi adalah istiqamah di jalan-Nya, sebagaimana istiqamahnya AIi, Salman, dan seluruh sahabat lainnya, yang tak pernah bisa digoda dunia hingga akhir hayatnya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;" Wa laa tamuutunna ilIa wa antum muslimuun ", dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan muslim’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SkxxO7aiePI/AAAAAAAAAOY/emeLlYf_t_U/s1600-h/semangat.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SkxxO7aiePI/AAAAAAAAAOY/emeLlYf_t_U/s320/semangat.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353778558317787378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah makna militansi bagi seorang muslim/muslimah sejati, dan terutama bagi seorang aktivis da’wah. Karena itu, ia seharusnya dipegang teguh setiap saat. Ia harus menjadi slogan abadi yang terus mengawal dan mengiringi perjalanan hidup seorang aktivis da’wah. Tiada hari tanpa militansi??????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/Skx3jkHkuRI/AAAAAAAAAOw/_WoskhJ9Ru0/s1600-h/Tetap+semangat.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/Skx3jkHkuRI/AAAAAAAAAOw/_WoskhJ9Ru0/s400/Tetap+semangat.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353785509911247122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah SAKSI&lt;br /&gt;catatan: ternyata makna militansi cukup luas, nggak sekedar semangat (hamasah) saja tetapi juga jiddiyah (kesungguhan), hamasah (semangat), shawabit (disiplin), komitmen, kesabaran, keberanian, tawakal dan istiqamah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-1730914960000560572?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/1730914960000560572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=1730914960000560572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/1730914960000560572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/1730914960000560572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/07/tiada-hari-tanpa-militansi.html' title='tiada hari tanpa militansi'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SkxvL2I_ujI/AAAAAAAAAOI/5C_D83cAKA4/s72-c/lihatlah+semangat+mereka.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-4847426926358307201</id><published>2009-06-15T10:12:00.000+07:00</published><updated>2009-06-15T10:13:53.260+07:00</updated><title type='text'>belajar dari ikrimah</title><content type='html'>Mengingat Ikrimah bin Abu Jahal adalah mengingat sosok sahabat nabi yang menjadi tauladan dalam beritsar. Ikrimah menjadi contoh kemuliaan pribadi yang mengutamakan kepentingan orang lain. Sejarah mencatat, di antara orang-orang yang termasuk dalam barisan Perang Yarmuk adalah Haris bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahal dan Suhail bin Amar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat-saat kematian mereka, ada seorang sahabat yang memberinya air minum, akan tetapi mereka menolaknya. Setiap kali air itu akan diberikan kepada salah seorang dari mereka yang bertiga orang itu, maka masing-masing mereka berkata: “Berikan saja air itu kepada sahabat di sebelahku.” Demikianlah keadaan mereka seterusnya, sehingga akhirnya mereka bertiga menghembuskan nafas yang terakhir dalam keadaan belum sempat meminum air itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain diceritakan, bahwa sebenarnya Ikrimah bermaksud untuk meminum air tersebut, akan tetapi pada waktu ia akan meminumnya, ia melihat ke arah Suhail dan Suhail pun melihat ke arahnya pula, maka Ikrimah berkata: “Berikanlah saja air minum ini kepadanya, barangkali ia lebih memerlukannya daripadaku.” Suhail pula melihat kepada Haris, begitu juga Haris melihat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Suhail berkata: “Berikanlah air minum ini kepada siapa saja, barangkali sahabat-sahabatku itu lebih memerlukannya daripadaku.” Begitulah keadaan mereka, sehingga air tersebut tidak seorangpun di antara mereka yang dapat meminumnya, sehingga ketiganya mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita Ikrimah tentang beritsar, saya teringat tentang ucapan seorang ulama yang mengatakan bahwa mengutamakan orang lain tidak perlu dengan melakukan hal-hal yang besar. Kita dapat melakukan hal-hal sederhana yang mungkin oleh orang lain dianggap remeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam angkutan kota misalnya, bantulah orang lain dengan duduk di tempat yang memudahkan orang untuk masuk. Jika tempat duduk yang lain masih kosong, sebaiknya tidak duduk di dekat pintu dengan alasan lebih gampang untuk turun, lebih segar karena terkena angin dari arah pintu atau alasan-alasan yang menyenangkan diri sendiri lainnya padahal hal tersebut justru menyulitkan orang lain yang akan masuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula halnya jika kita menghadiri majelis taklim. Sering kita duduk di tempat-tempat yang justru menyulitkan orang lain yang akan masuk, di tangga atau di dekat pintu masuk misalnya. Padahal tidak terlalu sulit bagi kita untuk mengambil tempat duduk di tempat lain meskipun mungkin tidak senyaman di tangga atau di dekat pintu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh pengamalan konsep beritsar oleh masyarakat dapat ditemui di Jepang. Jika kita menaiki tangga berjalan, sebaiknya mengambil tempat di bahu kiri, karena bahu kanan biasanya digunakan oleh orang lain yang hendak bergegas menuju tempat lain. Contoh lainnya, pengendara mobil biasanya memberi kesempatan kepada pengendara sepeda untuk menyebrang, utamanya pada jalan-jalan yang tidak menggunakan lampu lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin contoh ini hanyalah contoh kecil, tapi memberikan kenyamanan yang tinggi pada masyarakatnya karena kepentingan orang lain terperhatikan. Masih berkaitan dengan itsar. Contoh yang lain dari Nasrudin Hoja. Meskipun cerita ini bukan sesuatu yang bisa dijadikan teladan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Nasrudin Hoja mengajarkan pada Nasrudin, bahwa salah satu ciri pribadi yang mulia adalah dengan mengutamakan kepentingan orang lain. Suatu hari, Nasrudin dan gurunya makan di sebuah warung makan. Pelayan kemudian menyajikan 2 buah piring berisi ikan, yang salah satu piringnya berisi ikan yang lebih besar dari ikan di piring lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tangkas Nasrudin mengambil ikan yang besar. Terkejut, gurunya berkata pada Nasrudin 'Bukankah sudah kuajarkan kepadamu bahwa pribadi yang mulia adalah mereka yang mengutamakan kepentingan orang lain?'. Nasrudin menjawab 'Benar Guru, dan saya bermaksud untuk memuliakan Guru.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan yang kita teladani adalah sikap Ikrimah dalam beritsar, dan bukannya sikap Nasrudin Hoja. Waallahu’alam bishshowab. &lt;br /&gt;sumber : eramuslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-4847426926358307201?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/4847426926358307201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=4847426926358307201' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4847426926358307201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4847426926358307201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/06/belajar-dari-ikrimah_15.html' title='belajar dari ikrimah'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-1552699445980528509</id><published>2009-06-10T11:46:00.003+07:00</published><updated>2009-06-10T11:57:01.254+07:00</updated><title type='text'>sensitif terhadap waktu</title><content type='html'>Menunda amal kebaikan karena menantikan kesempatan yang lebih baik adalah tanda kebodohan yang memengaruhi jiwa (Ibnu Atha'ilah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya waktu akan menghakimi orang yang menggunakannya. Saat kita menyia-nyiakan waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita menganggap waktu tidak berharga, maka waktu akan menjadikan kita manusia tidak berharga. Demikian pula saat kita memuliakan waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang mulia. Karena itu,kualitas seseorang terlihat dari cara ia memperlakukan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menegaskan bahwa orang rugi itu bukan orang yang kehilangan uang, jabatan atau penghargaan. Orang rugi itu adalah orang yang membuang-buang kesempatan untuk beriman, beramal dan saling nasihat-menasihati (QS Al Asher [103]: 1-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunda Amal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri pertama orang merugi adalah gemar menunda-nunda berbuat kebaikan. Ibnu Athailah menyebutnya sebagai tanda kebodohan, "Menunda amal kebaikan karena menantikan kesempatan yang lebih baik adalah tanda kebodohan yang memengaruhi jiwa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Orang Suka Menunda-nunda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ia tertipu oleh dunia. Ia merasa ada hal lain yang jauh berharga dari yang semestinya dilakukan. " Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Demikian firman Allah dalam " (QS Al A'laa : 16-17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tertipu oleh kemalasan. Malas itu penyakit yang sangat berbahaya. Orang malas tidak akan pernah meraih kemuliaan di dunia dan akhirat. Tidak ada obat paling manjur mengobati kemalasan, selain mendobraknya dengan beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, lemah niat dan tekad, sehingga tidak bersungguh-sungguh dalam beramal. Salah satunya dengan terus menunda. Seorang pujangga bersyair, Janganlah menunda sampai besok, apa yang dapat engkau kerjakan hari ini. Juga, Waktu itu sangat berharga, maka jangan engkau habiskan kecuali untuk sesuatu yang tidak berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Sensitif Terhadap Waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri kedua, tidak sensitif terhadap waktu. Islam memerintahkan kita untuk sensitif terhadap waktu. Dalam sehari semalam tak kurang lima kali kita diwajibkan shalat. Sehari semalam, lima kali Allah SWT mengingatkan kita akan waktu. Shalat pun akan bertambah keutamaannya bila dilakukan di masjid, berjamaah dan tepat waktu. Karena itu, orang-orang yang mendirikan shalat, pasti memiliki manajemen waktu&lt;br /&gt;yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, kita hanya akan perhatian terhadap sesuatu yang kita anggap penting. Demikian pula dengan waktu. Jika kita menganggap waktu sebagai modal terpenting, maka kita akan sangat sensitif dan perhatian terhadapnya. Kita tidak akan rela sedetik pun waktu berlalu sia-sia. Orang yang perhatian terhadap waktu terlihat dari&lt;br /&gt;intensitasnya melihat jam.&lt;br /&gt;- Ia sangat sering melihat jam&lt;br /&gt;- Ia begitu perhitungan&lt;br /&gt;sehingga kerjanya efektif dan cenderung berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan semakin seseorang perhatian dengan waktu, semakin berarti dan efektif hidupnya. Ia pun lebih berpeluang meraih kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sukses itu tidak sekadar punya kecepatan, namun ia punya percepatan. Kecepatan itu bersifat konstan atau tetap, sedangkan percepatan itu menunjukkan perubahan persatuan waktu. Artinya, orang sukses itu senantiasa melakukan perbaikan. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Hal ini senada dengan sabda Rasulullah SAW bahwa&lt;br /&gt;orang beruntung itu hari ini selalu lebih baik dari kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan orang konstan; hari ini sama dengan kemarin. Rasul menyebutnya orang rugi. Sedangkan orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin disebut orang celaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, orang yang memiliki percepatan, hubungan antara prestasi dengan waktu hidupnya menunjukkan kurva L. Dalam waktu yang minimal, ia mendapatkan prestasi maksimal. Itulah Rasulullah SAW. Walau usianya hanya 63 tahun, namun beliau memiliki prestasi yang abadi. Demikian pula para sahabat dan orang-orang besar lainnya. Semuanya berawal dari adanya sensitivitas terhadap waktu. (KH. Abdullah Gymnastiar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menjadi evaluasi untuk kita semua, bahwa sensitifitas terhadap waktu sangatlah dibutuhkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-1552699445980528509?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/1552699445980528509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=1552699445980528509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/1552699445980528509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/1552699445980528509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/06/sensitif-terhadap-waktu.html' title='sensitif terhadap waktu'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-5976477580562477912</id><published>2009-06-03T20:43:00.000+07:00</published><updated>2009-06-03T20:50:58.721+07:00</updated><title type='text'>Kesabaran Modal Kesetiaan dan Pengorbanan</title><content type='html'>Kader da’wah sangat menyakini bahwa kesabaran yang ada pada dirinya yang membuat mereka kuat menghadapi berbagai tantangan dawah. Bila dibandingkan apa yang kita lakukan serta yang kita dapatkan sebagai resiko perjuangan di hari ini dengan keadaan orang-orang tendahulu dalam penjalanan da’wah ini belumlah seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengorbanan kita di hari ini masih sebatas pengorbanan waktu untuk da’wah. Pengorbanan tenaga dalam amal untuk kepentingan da’wah. Pengorbanan sebagian kecil dari harta kita yang banyak. Dan bentuk pengorbanan lainnya yang telah kita lakukan. Coba lihatlah pengorbanan onang-orang terdahulu, ada yang disisir dengan sisir besi, ada yang digergaji, ada yang diikat dengan empat ekor kuda yang berlawanan arah lalu kuda itu dipukul untuk Iari sekencang-kencang hingga robeklah orang itu. Ada pula yang dibakar dengan tungku yang berisi minyak panas. Mereka dapat menerima resiko karena kesabaran yang ada pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kesabaran sebagai kuda-kuda pertahanan orang-orang beriman dalam meniti perjalanan ini. Bekal kesabaran mereka tidak pernah berkurang sedikit pun karena keikhlasan dan kesetiaan mereka pada Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dan pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Q.S Ali lmran : 146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  BiIa kita memandang kehidupan generasi pilihan, kita akan temukan kisah-kisah brilian yang telah menyuburkan da’wah ini. Muncullah pertanyaan besar yang harus kita tunjukan pada diri kita saat ini. Apakah kita dapat menyemai da’wah ini menjadi subur dengan perjuangan yang telah kita lakukan sekarang ini ataukah kita akan menjadi genenasi yang hilang dalam sejarah da’wah ini ? Ingat, dawah ini tidak akan pernah dapat dipikul oleh orang-orang yang manja. Militansi kader merupakan kendaraan yang akan menghantarkan kepada kesuksesan dawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Seseorang disebut pahlawan karena timbangan kebaikannya jauh mengalahkan timbangan keburukannya, karena kekuatannya mengalahkan sisi kelemahannya. Tapi kebaikan dan kekuatan itu bukanlah untuk dirinya sendiri, melainkan merupakan rangkaian amal yang menjadi jasanya bagi kehidupan masyarakat manusia.Rasulullah saw berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain."&lt;br /&gt;    Demikian kita menobatkan seseorang menjadi pahlawan karena ada begitu banyak hal yang telah ia berikan kepada masyarakat. Maka takdir seorang pahlawan adalah bahwa ia tidak pernah hidup dan berpikir dalam lingkup dirinya sendiri. Pengorbananlah yang memberi arti dan fungsi kepahlawanan bagi sifat-sifat pertanggunjawaban, keberanian, dan kesabaran. Begitulah, kemudian menjadi benar apa yang dikatakan oleh Sayyid Qutb: "Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tapi orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Syakib Arselan, pemikir Muslim asal Syiria, yang menulis buku Mengapa Kaum Muslimin Mundur dan Orang Barat Maju menjelaskan jawabannya dalam kalimat yang sederhana, "Karena," kata Syakib Arselan, "orang-orang Barat lebih banyak berkorban daripada kaum Muslimin. Mereka memberi lebih banyak demi agama mereka ketimbang apa yang diberikan kaum Muslimin bagi agamanya." Sekarang mengertilah kita, "Apakah yang dibutuhkan untuk menegakkan agama ini dalam realitas kehidupan?" Yaitu, hadirnya para pahlawan sejati yang tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri, tapi hidup bagi orang lain dan agamanya serta mau mengorbankan semua yang ia miliki bagi agamanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Wahai Saudara-Ku, mari luruskan kembali niatan kita. Jangan mengistinbathkan makna pahlawan hanya seperti yang ada di kamus besar atau peraturan presiden saja. Popularitas di dunia hanya akan semakin menjauhkan kita dari-Nya. Biarlah hanya Allah dan Rasul, beserta orang-orang beriman yang menilai hasil karya kita. Atau semuanya hanya akan sia-sia "&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishowab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-5976477580562477912?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/5976477580562477912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=5976477580562477912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5976477580562477912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5976477580562477912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/06/kesabaran-modal-kesetiaan-dan.html' title='Kesabaran Modal Kesetiaan dan Pengorbanan'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-4162881878979747160</id><published>2009-05-16T15:14:00.003+07:00</published><updated>2009-05-16T15:34:39.996+07:00</updated><title type='text'>dakwah ini tidak bisa dipikul oleh orang yang manja</title><content type='html'>&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cdiva2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.normal 	{mso-style-name:normal;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cdiva2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City" downloadurl="http://www.5iamas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place" downloadurl="http://www.5iantlavalamp.com/"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam perjalanan ke Najed Abu Musa Al Asyari RA meriwayatkan. “Dalam perjalanan itu kami keluar bersama Rasulullah SAW. Waktu itu kami enam orang bergantian mengendarai satu unta. Seorang naik unta secara bergantian. Sambil menunggu giliran kami harus menempuh perjalanan yang panjang. sehingga telapak kaki kami pecah-pecah dan kuku-kukunya pun copot. Waktu itu kami balut kaki kami dengan sobekan kain sehingga aku menyebut peperangan itu perang Dzatur Riqaa “Sobekan Kain.” Abü Musa Al Asyari menyebutkan hadits ini tetapi kemudian ia tidak menyukainya. Seolah-olah dia tidak suka untuk menceritakan pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lbnu lshaq dan Ahmad dan Jabir bin Abdullah RA ia menceritakan. “Kami berangkat bersama Rasulullah SAW pada perang Dzatur Riqaa. Pada kesempatan itu tertawanlah seorang wanita musyrikin. Setelah Rasulullah SAW berangkat pulang, suami wanita itu yang sebelumnya tidak ada di rumah baru saja datang. Kemudian lelaki itu bersumpah tidak akan berhenti mencari sebelum dapat mengalirkan darah para sahabat Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu lelaki itu keluar mengikuti jejak perjalanan Rasulullah SAW. Pada sebuah lorong di suatu lembah Rasulullah SAW bersama para sahabat berhenti. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah di antara kalian yang bersedia menjaga kita malam ini?” Jabir berkata, “Maka majulah seorang dari Muhajirin dan seorang lagi dan Anshar lalu keduanya menjawab, ‘Kami siap untuk berjaga ya Rasulullah’. Nabi Muhammad SAW berpesan Jagalah kami di mulut lorong ini.” Jabir mencenitakan waktu itu, Rasulullah SAW bensama para sahabat berhenti di lorong suatu lembah. “Ketika kedua orang sahabat itu keluar ke mulut lorong, sahabat Anshar berkata pada sahabat Muhajirin, ‘Pukul berapa engkau inginkan aku berjaga, apakah permulaan malam ataukah akhir malam?’ Sahabat Muhajirin menjawab, ‘Jagalah kami di awal malam.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sahabat Muhajirin itu berbaring dan tidur Sedangkan sahabat Anshar melakukan shalat. Jabir berkata, datanglah lelaki musyrikin itu dan ketika mengenali sahabat Anshar dia paham bahwa sahabat itu sedang bertugas jaga. Kemudian orang ini memanahnya tepat mengenai dirinya. Lalu sahabat Anshar mencabutnya kemudian bendiri tegak melanjutkan shalatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian orang musyrikin itu memanahnya lagi dan tepat mengenainya lagi, lalu sahabat itu mencabut kembali anak panah itu kemudian berdiri tegak melanjutkan shalatnya. Kemudian untuk ketiga kalinya orang itu rnemanah kembali sahabat Anshar tersebut dan tepat niengenai dirinya. Lalu dicabut pula anak panah itu kemudian ia rukuk dan sujud. Setelah itu la membangunkan sahabat Muhajirin seraya berkata, ‘Duduklah karena aku telah dilukai.’ Jabir berkata, “Kemudian sahabat Muhajirin itu melompat mencari orang yang melukai sahabat Anshar itu. Ketika orang musyrikin itu melihat keduanya ia sadar bahwa dirinya telah diketahui maka ia pun melarikan din.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sahabat Muhajirin mengetahui darah yang melumuri sahabat Anshar, ia berkata, ‘Subhanallah kenapa engkau tidak membangunkan aku dan tadi?’ Sahabat Anshar menjawab, ‘Aku sedang membaca &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dan aku tidak ingin memutusnya. Namun, setelah orang itu berkali-kali memanahku barulah aku rukuk dan memberitahukan dirimu. Demi Allah SWT kalau bukan karena takut mengabaikan tugas penjagaan yang diperintahkan Rasulullah SAW kepadaku niscaya nafasku akan berhenti sebelum aku membatalkan shalat.”&lt;br /&gt;Kesetiaan Memenuhi Seruan Da’wah, lndikasi Sikap Militan Kader Penjalanan dawah bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi oleh kegemerlapan dan kesenangan melainkan ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan yang berat. Telah banyak kita dapati sejarah orang-orang terdahulu yang menasakan perjalanan dawah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang disiksa, ada pula yang harus meninggalkan kaum kerabatnya ada pula yang diusir dan kampung halamannya. Dan sederetan kisah penjuangan lainnya yang banyak tersebar bukti dan pengorbanannya dalam jalan da’wah mi. Mereka telah merasakan dan sekaligus membuktikan cinta dan kesetiaan mereka terhadap dawah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Musa Al Asyari dan para sahabat lainnya — Semoga Allah SWT meridhai mereka—telah merasakannya hingga kaki-kaki mereka robek dan kukunya copot. Namun, mereka arungi penjalanan itu tanpa mengeluh sedikit pun bahkan mereka malu untuk menceritakannya karena keikhlasan mereka dalam perjuangan ini. Keikhlasan membuat mereka gigih dalam pengorbanannya dan menjadi tinta emas sejanah umat da’wah ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengorbanan yang telah mereka berikan dalam perjalanan da’wah ini menjadi suri teladan bagi generasi sesudahnya. Karena kontribusi yang telah mereka sumbangkan, maka da’wah ini tumbuh bersemi dan generasi berikutnya memanen hasilnya dengan gemilang. Kawasan Islam telah tersebar ke seluruh pelosok dunia. Umat Islam telah mengalami populasi dalam jumlah besar. Semua itu merupakan karunia yang diberikan Allah SWT melalui kesungguhan dan kesetiaan para pendahulu da’wah ini. Semoga Allah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepadaNya..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka telah mengalami Iangsung apa yang difirmankan Allah SWT dalam Al Quran &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; At Taubah ayat 42, berikut:&lt;br /&gt;“Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan penjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah meneka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: ‘Jika kami sanggup tentulah kami berangkat bersamamu’ Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta”.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka juga telah melihat siapa-siapa yang dapat bertahan dalam mengarungi perjalanan yang berat itu. Hanya kesetiaanlah yang dapat tabah meniti perjalanan da’wah ini. Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian. Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih kesuksesan. Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepan dalam perjuangan ini. Kesetiaan yang membuat pelakunya berbahagia dan sangat menikmati beban hidupnya. Setia dalam kesempitan dan kesukaran demikian pula setia dalam kelapangan dan kemudahan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya orang-orang yang rentan jiwanya dalam perjuangan ini tidak akan dapat bertahan lama. Mereka mengeluh atas beratnya perjalanan yang mereka tempuh. Mereka pun menolak untuk menunaikannya dengan berbagai macam alasan agar mereka diizinkan untuk tidak ikut. Mereka pun berat hati berada dalam perjuangan ini dan akhirnya berguguran satu persatu sebelum mereka sampai pada tujuan perjuangan. Penyakit wahn telah menyerang mental mereka yang rapuh sehingga mereka tidak dapat menerima kenyataan pahit sebagai resiko dan sunnah dakwah ini. Malah mereka menggugatnya lantaran anggapan mereka bahwa perjuangan dakwah tidaklah harus mengalami kesulitan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka. Maka Allah melemahkan keinginan niereka dan dikatakan kepada mereka ‘Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.’ (At Taubah, 9: 45-46).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesetiaan merupakan indikasi sikap militan kader da’wah. Sikap ini membuat mereka stand by menjalankan tugas yang terpikul di pundaknya. Mereka pun dapat menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Bila ditugaskan sebagai prajurit terdepan dengan segala akibat yang akan dihadapinya ia senantiasa berada pada posnya tanpa ingin meninggalkannya sekejap pun. Atau bila ditempatkan pada bagian belakang maka ia pun akan berada pada tempatnya tanpa berpindah-pindah. Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah SAW dalam beberapa riwayat tentang prajurit yang baik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abdul Fattah Abu Ismail Rahimahullah, salah seorang murid lmam Hasan Al Banna yang selalu menjalankan tugas dawahnya tanpa keluhan sedikit pun. Dialah yang disebutkan Hasan Al Banna, orang yang sepulang dari tempatnya bekerja sudah berada di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; lain untuk memberikan ceramah kemudian berpindah tempat lagi untuk mengisi pengajian dan waktu ke waktu secara maraton. Ia selalu berpindah-pindah dari satu &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; lain untuk menunaikan amanah dakwah. Sesudah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya ia merupakan orang yang pertama kali datang ke tempatnya bekerja malah ia yang membukakan pintu gerbangnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pernah ia mengalami keletihan hingga tertidur di sofa rumah Zainab Al Ghazali. Melihat kondisi tubuhnya yang lelah dan penat itu, tuan rumah membiarkan tamunya tertidur sampai bangun. Setelah menyampaikan amanah untuk Zainab Al Ghazali, Abdul Fattah Abu Ismail pamit untuk ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; lainnya. Karena keletihan yang dialaminya, Zainab Al Ghazali memberikan ongkos untuk naik taksi. Abdul Fattah Abu lsmail mengembalikannya sambil mengatakan “Da’wah ini tidak akan dapat dipikul oleh orang-orang yang manja”. Zainab pun menjawab, Saya sering ke mana-mana dengan taksi dan mobil-mobil mewah tapi saya tetap dapat memikul da’wah ini dan saya pun tidak menjadi orang yang manja terhadap da’wah, karena itu pakailah ongkos ini, tubuhmu letih dan engkau memerlukan istirahat sejenak.” ia pun menjawab, “Berbahagialah ibu, ibu telah berhasil menghadapi ujian Allah SWT berupa kenikmatan-kenikmatan itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, saya khawatir saya tidak dapat menghadapinya sebagaimana sikap ibu, terima kasih atas kebaikan ibu, biarlah saya naik kendaraan umum saja. Orang-orang yang telah membuktlkan kesetiaannya pada da’wah lantaran keyakinan mereka terhadap janji-janji Allah SWT. Janji yang tidak akan pernah dipungkiri sedikit pun. Allah SWT telah banyak memberikan janji-Nya pada orang-orang yang beriman yang setia pada jalan da’wah ini berupa berbagai anugerahNya. Sebagaimana yang terdapat dalam Al Qur’an:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar”. (Al Anfal 8:29)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan janji Allah SWT tersebut orang-orang beriman tetap bertahan mengarungi jalan da’wah ini. Dan mereka pun tahu bahwa penjuangan yang berat itu sebagai kunci untuk mendapatkannya. Semakin berat perjuangan ni semakin besar janji yang dibenikan Allah SWT kepadanya. Kesetiaan yang bensemayam dalam diri mereka itulah yang membuat mereka tidak akan pernah menyalahi janji-Nya dan mereka pun tidak akan pernah mau mengubah janji kepada-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak menubah (janjinya).” (Al Ahzab 33: 23)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang pejuang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Palestine&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang telah berlama-lama meninggalkan kampung halaman dan keluarganya untuk membuat mencari dukungan dunia dan dana pernah diwawancarai. Apa yang membuat Anda dapat berlama-lama meninggalkan keluarga dan kampung halaman.” Jawabnya adalah karena perjuangan, dan dengan perjuangan itu kemuliaan hidup mereka lebih berarti serta untuk masa depan bangsa dan tanah airnya. “Kalau bukan karena da’wah dan perjuangan kami pun mungkin tidak akan dapat bertahan,” lirihnya&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang bagaimana dengan kita saudaraku.....&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah kita akan membiarkan peluang-peluang dakwah yang dulu begitu semaraknya di SMAN 94, akan sirna dikarenakan para dai dan daiyah mempunyai sifat yang manja terhadap dakwah. Ingatlah perjuangan Rasul dan para sahabatnya, juga para pejuang-pejuang Islam yang ada di seluruh Dunia.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Marilah kita semarakkan kembali dakwah di SMAN 94, semoga Allah meridhai segala aktivitas kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cdiva2%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.normal 	{mso-style-name:normal;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="normal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Wallohu a'lam bish showab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-4162881878979747160?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/4162881878979747160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=4162881878979747160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4162881878979747160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4162881878979747160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/05/dakwah-ini-tidak-bisa-dipikul-oleh.html' title='dakwah ini tidak bisa dipikul oleh orang yang manja'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-626096038663881283</id><published>2009-05-07T16:04:00.002+07:00</published><updated>2009-05-07T16:13:05.000+07:00</updated><title type='text'>Agar Futur Tidak Menghantui</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetaplah Semangat! Layaknya Juice yang Nikmat (dakwatuna.com -) “Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Saudaraku…&lt;br /&gt;Pengikut yang bertaqwa adalah mereka yang tidak menjadi lemah karena bencana, ujian, ketidakberuntungan yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu dan tidak pula menyerah kepada musuh Allah dan Allah menyukai orang-orang yang bersabar. Ada fenomena kelesuan atau futur dalam dimensi aqidah dan umumnya terjadi karena pergeseran orientasi hidup, lebih berorientasi pada materi duniawi an sich. Dan ada juga dalam dimensi ibadah dengan lemahnya disiplin -indhibath- terhadap amaliyah ubudiyah yaumiyah (harian).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun dalam dimensi fikriyah terlihat dengan lemahnya semangat meningkatkan ilmu. Di sisi lain pergeseran adab islami menyelimuti akhlaq mereka, belum lagi rasa jenuh dalam mengikuti aktivitas tarbawiyah atau pembinaan keislaman dan hubungan yang terlalu longgar antar lawan jenis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dalam hidup akan banyak ditemui bermacam jalan. Kadang datar, kadang menurun, kadang pula meninggi. Begitu pula dalam perjalanan dakwah. Ada saatnya para muharrik (orang yang bergerak) menemui jalan yang lurus dan mudah. Namun tidak jarang menjumpai onak dan duri. Hal demikian juga terjadi pada muharrik. Suatu saat ia memiliki kondisi iman yang tinggi. Di saat lain, iapun dapat mengalami degradasi iman. Tabiat manusia memang menggariskan demikian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dalam kondisi iman yang turun ini, para muharrik kadang terkena satu penyakit yang membahayakan kelangsungan gerang langkah dakwah. Yaitu penyakit futur atau kelesuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Saudaraku…&lt;br /&gt;Futur berarti putusnya kegiatan setelah kontinyu bergerak atau diam setelah bergerak, atau malas, lamban dan santai setelah sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Terjadinya futur bagi muharrik, sebenarnya merupakan hal yang wajar. Asal saja tidak mengakibatkan terlepasnya muharrik dari roda dakwah. Hanya malaikat yang mampu kontinyu mengabdi kepada Allah dengan kualitas terbaik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Firman Allah, “dan kepunyaan-Nyalah segala apa yang di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak pula merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada hentinya.” (Al-Anbiya: 19-20)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Karena itu Rasulallah sering berdoa:&lt;br /&gt;Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku akhirnya. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amalku keridhaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik hariku saat bertemu dengan-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyebab Futur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Walaupun futur merupakan hal yang mungkin terjadi bagi muharrik, ada beberapa penyebab yang dapat menyegerakan timbulnya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, berlebihan dalam din (Bersikap keras dan berlebihan dalam beragama) Berlebihan pada suatu jenis amal akan berdampak kepada terabaikannya kewajiban-kewajiban lainnya. Dan sikap yang dituntut pada kita dalam beramal adalah washathiyyah atau sedang dan tengah-tengah agar tidak terperangkap dalam ifrath dan tafrith (mengabaikan kewajiban yang lain).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Dalam hadits yang lain Rasul bersabda:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Din itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulitnya kecuali akan dikalahkan atau menjadi berat mengamalkannya.” (H.R.Muslim)&lt;br /&gt; Karena itu, amal yang paling di sukai Allah swt. adalah yang sedikit dan kontinyu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, berlebih-lebihan dalam hal yang mubah. (Berlebihan dan melampaui batas dalam mengkonsumsi hal-hal yang diperbolehkan)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Mubah adalah sesuatu yang dibolehkan. Namun para sahabat sangat menjaganya. Mereka lebih memilih untuk menjauhkan diri dari hal yang mubah karena takut terjatuh pada yang haram. Berlebihan dalam makanan menyebabkan seseorang menjadi gemuk. Kegemukan akan memberatkan badan. Sehingga orang menjadi malas. Malas membuat seseorang menjadi santai. Dan santai mengakibatkan kemunduran. Karena itu secara keseluruhan hal&lt;br /&gt; ini bisa menghalangi dalam amal dakwah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; memisahkan diri dari kebersamaan atau jamaah (Mengedepankan hidup menyendiri dan berlepas dari organisasi atau berjamaah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jauhnya seseorang dari berjamaah membuatnya mudah didekati syaitan. Rasul bersabda: “Setan itu akan menerkam manusia yang menyendiri, seperti serigala menerkam domba yang terpisah dari kawanannya.” (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jika setan telah memasuki hatinya, maka tak sungkan hatinya akan melahirkan zhan (prasangka) yang tidak pada tempatnya kepada organisasi atau jamaah. Jika berlanjut, hal ini menyebabkan hilangnya sikap tsiqah (kepercayaan) kepada organisasi atau jamaah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dengan berjamaah, seseorang akan selalu mendapatkan adanya kegiatan yang selalu baru. Ini terjadi karena jamaah merupakan kumpulan pribadi, yang masing-masing memiliki gagasan dan ide baru. Sedang tanpa jamaah seseorang dapat terperosok kepada kebosanan yang terjadi akibat kerutinan. Karena itu imam Ali berkata: “Sekeruh-keruh hidup berjamaah, lebih baik dari bergemingnya hidup sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt; sedikit mengingat akhirat (Lemah dalam mengingat kematian dan kehidupan akhirat)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Saudaraku…&lt;br /&gt;Banyak mengingat kehidupan akhirat membuat seseorang giat beramal. Selalu diingat akan adanya hisab atas setiap amalnya. Kebalikannya, sedikit mengingat kehidupan akhirat menyulitkan seseorang untuk giat beramal. Ini disebabkan tidak adanya pemacu amal berupa keinginan untuk mendapatkan ganjaran di sisi Allah pada hari yaumul hisab nanti. Karena itu Rasulullah bersabda: “Jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, melalaikan amalan siang dan malam (Tidak memiliki komitmen yang baik dalam mengamalkan aktivitas ’ubudiyah harian)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pelaksanaan ibadah secara tekun, membuat seseorang selalu ada dalam perlindungan Allah. Selalu terjaga komunikasi sambung rasa antara ia dengan Allah swt. Ini membuatnya mempersiapkan kondisi ruhiyah atau spiritual yang baik sebagai dasar untuk bergerak dakwah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun sebaliknya, kelalaian untuk melaksanakan amalan, berupa rangkaian ibadah baik yang wajib maupun sunnah, dapat membuat seseorang terjerumus untuk sedikit demi sedikit merenggangkan hubungannya dengan Allah. jika ini terjadi, maka sulit baginya menjaga kondisi ruhiyah dalam keadaan taat kepada Allah. kadang hal ini juga berkaitan dengan kemampuan untuk berbicara kepada hati. Dakwah yang benar, selalu memulainya dengan memanggil hati manusia, sementara sedikitnya pelaksanaan ibadah membuatnya sedikit memiliki cahaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Allah berfirman: “Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikit pun.” (An-Nur: 40)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;, masuknya barang haram ke dalam perut (Mengkonsumsi sesuatu yang syubhat, apalagi haram)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;, tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan. (Tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai rintangan dan tantangan dakwah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Setiap perjuangan selalu menghadapi tantangan. Haq dan bathil selalu berusaha untuk memperbesar pengaruhnya masing-masing. Akan selalu ada orang-orang Pendukung Islam. Di lain pihak akan selalu tumbuh orang-orang pendukung hawa nafsu. Dan dalam waktu yang Allah kehendaki akan bertemu dalam suatu “fitnah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab, kata “fitnah” berasal dari kata yang digunakan untuk menggambarkan proses penyaringan emas dari batu-batu lainnya. Karena itu “fitnah” merupakan sunnatullah yang akan mengenai para pelaku dakwah. Dengan “fitnah” Allah juga menyaring siapa hamba yang masuk golongan shadiqin dan siapa yang kadzib (dusta). Dan jika fitnah itu datang, sementara ia tidak siap menerimanya, besar kemungkinan akan terjadi pengubahan orientasi dalam perjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dan itu membuat futur. Allah Berfirman: “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka hati-hatilah kamu terhadap mereka.” (Al-Ahqaf: 14)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedelapan&lt;/span&gt;, bersahabat dengan orang-orang yang lemah (Berteman dengan orang-orang yang buruk dan bersemangat rendah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kondisi lingkungan (biah) dapat menentukan kualitas seseorang. Teman yang baik akan melahirkan lingkungan yang baik. Akan tumbuh suasana ta’awun atau tolong-menolong dan saling menasihatkan. Sementara teman yang buruk dapat melunturkan hamasah (kemauan) yang semula telah menjadi tekad. Karena itu Rasulullah bersabda: “Seseorang atas diri sahabatnya, hendaklah melihat salah seorang di antara kalian siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesembilan,&lt;/span&gt; spontanitas dalam beramal (Tidak ada perencanaan yang baik dalam beramal, baik dalam skala individu atau fardi maupun komunitas atau jama’i) Amal yang tidak terencana, yang tidak memiliki tujuan sasaran dan sarana yang jelas, tidak dapat melahirkan hasil yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya akan timbul kepenatan dalam berdakwah, sementara hasil yang ditunggu tak kunjung datang. Karena itu setiap amal harus memiliki minhajiatul amal (sistematika kerja). Hal ini akan membuat ringan dan mudahnya suatu amal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesepuluh&lt;/span&gt;, jatuh dalam kemaksiatan (Meremehkan dosa dan maksiat) Perbuatan maksiat membuat hati tertutup dengan kefasikan. Jika kondisi ini terjadi, sulit diharapkan seorang juru dakwah mampu beramal untuk jamaahnya. Bahkan untuk menjaga diri sendiri pun sulit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Mengobati Kelesuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Saudaraku…&lt;br /&gt; Untuk mengobati penyakit futur ini, beberapa ulama memberikan beberapa resep.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama, jauhi kemaksiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kemaksiatan akan mendatangkan kemungkaran Allah. Dan pada akhirnya membawa kepada kesesatan. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu melampaui batas yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa ditimpa musibah oleh kemurkaan-Ku, maka binasalah ia.” (Thaha: 81)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jauh dari kemaksiatan akan mendatangkan hidup yang akan lebih berkah. Dengan keberkahan ini orang dapat terhindar dari penyakit futur. Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan dari bumi.” (Al-A’raf: 96)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua, tekun mengamalkan amalan siang dan malam Amalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang dan malam dapat melindungi dan menjaga pelaku dakwah untuk selalu berhubungan dengan Allah swt. Hal ini dapat menjauhkannya dari perbuatan yang tidak mendapat restu dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu, ialah orang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang (mengandung) keselamatan. Dan orang-orang yang melalui malam harinya dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (Al-Furqan: 63-64)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga, mengintai waktu-waktu yang baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dalam banyak hadits Rasulullah saw. banyak menginformasikan adanya waktu-waktu tertentu dimana Allah swt. lebih memperhatikan doa hamba-Nya. Sepertiga malam terakhir, hari Jum’at, antara dua khutbah, ba’da Ashar hari Jum’at, bulan Ramadhan, bulan Zulqaedah, Zulhijjah, Muharram, rajab dll. Waktu-waktu itu memiliki keistimewaan yang dapat mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat, menjauhi hal-hal yang berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Berlebihan dalam kebaikan bukan merupakan tindakan bijaksana. Apalagi berlebihan dalam keburukan. Allah memerintah manusia sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt; “Maka bertaqwalah kamu kepada Allah sesuai dengan kesanggupanmu!” (At-Taghabun: 6)&lt;br /&gt;Islam adalah Din tawazun (keseimbangan) . Disuruhnya pemeluknya memperhatikan akhirat, namun jangan melupakan kehidupan dunia. Seluruh anggota tubuh dan jiwa mempunyai haknya masing-masing yang harus ditunaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain Allah berfirman:&lt;br /&gt; “Demikianlah kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat pertengahan (adil) dan pilihan. (Al-Baqarah: 143)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelima, melazimi Jamaah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Berjamaah itu rahmat, Firqah (perpecahan) itu azab.” demikian sabda Rasulullah. Dalam hadits yang lain beliau bersabda: “Barangsiapa yang menghendaki tengahnya surga, hendaklah ia melazimi jamaah.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dengan jamaah seorang muharrik akan selalu berada dalam majelis dzikir dan pikir. Hal ini membuatnya selalu terikat dengan komitmennya semula. Juga jamaah dapat memberikan program dan kegiatan yang variatif. Sehingga terhindarlah ia dari kebosanan dan rutinitas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keenam, mengenal kendala yang akan menghadang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Saudaraku…&lt;br /&gt;Pengetahuan pelaku dakwah dan pejuang akan tabiat jalan yang hendak dilalui serta rambu-rambu yang ada, akan membuatnya siap, minimal tidak gentar, untuk menjalani rintangan yang akan datang. Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Dan beberapa banyak Nabi yang berperang bersama mereka sebagian besar karena bencana yang menimpa di jalan Allah, dan tidak pula lesu dan tidak pula menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketujuh, teliti dan sistemik dalam kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dengan perencanaan yang baik, Pembagian tugas yang jelas, serta kesadaran akan tanggung jawab yang diemban, dapat membuat harakah menjadi harakatul muntijah (harakah yang berhasil). Perencanaan akan menyadarkan pejuang, bahwa jalan yang ditempuh amat panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan yang akan dicapai amat besar. Karena itu juga dibutuhkan waktu, amal dan percobaan yang besar. Jika ini semua telah dimengerti, insya Allah&lt;br /&gt; akan tercapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedelapan, memilih teman yang shalih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt; “Seseorang tergantung pada sahabatnya, maka hendaklah ia melihat dengan siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesembilan, menghibur diri dengan hal yang mubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Bercengkerama dengan keluarga, mengambil secukupnya kegiatan rekreatif serta memberikan hak badan secara cukup mampu membuat diri menjadi segar kembali untuk melanjutkan amal yang sedang dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesepuluh, mengingat mati, surga dan neraka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Rasulullah bersabda: “Jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Saudaraku…&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa futur menyebabkan jalan dakwah yang harus di tempuh menjadi lebih panjang, sebab tidak mendapatkan ma’iyatullah (kebersamaan dan pembelaan Allah) dan daya intilaq (lompatan) kita menjadi lebih berat, baik karena borosnya biaya dan rontoknya para pejuang dan penyeru dakwah. Mudah-mudahan Allah selalu menjaga kita, Amin.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bis shawab&lt;br /&gt;(Dakwatuna.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-626096038663881283?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/626096038663881283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=626096038663881283' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/626096038663881283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/626096038663881283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/05/agar-futur-tidak-menghantui.html' title='Agar Futur Tidak Menghantui'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-4010804676775273140</id><published>2009-05-01T14:58:00.002+07:00</published><updated>2009-05-01T15:06:15.283+07:00</updated><title type='text'>Janji</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Janji adalah refleksi sosial manusia dalam kehidupan berinteraksi atau muamalah dengan yang lain, Dalam kehidupan ini kita akan banyak sekali berjanji baik yang memang benar kita ucapkan karena kita akan memenuhinya, atau janji yang hanya untuk menyenangkan seseorang secara&lt;br /&gt;sepintas, padahal kita tak ingin memenuhinya, atau bahkan janji yang kita tahu tak akan bisa memenuhinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Janji memang ringan diucapkan namun berat untuk ditepati. Betapa banyak orang yang dengan entengnya berjanji untuk bertemu namun tak pernah menepatinya. Membuat janji tidak bisa dianggap remeh. Janji adalah sebuah komitmen, dan kita bisa dikejar perasaan bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau banyak yang tidak merasa - gara gara wanprestasi atau ingkar janji. Mereka yang selalu menepati janji adalah pribadi yang memiliki integritas, karena menjadi barang langka di kehidupan hedonis ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Janji menurut wikipedia adalah sebuah kontrak psikologis yang menandakan transaksi antara 2 orang di mana orang pertama mengatakan pada orang kedua untuk memberikan layanan maupun pemberian yang berharga baginya sekarang dan akan digunakan maupun tidak. Janji juga bisa berupa sumpah atau jaminan.Janji dapat diucapkan maupun ditulis sebagai sebuah kontrak. Melanggar janji tak hanya sering dianggap sebagai perbuatan tercela, malahan juga ilegal, seperti kontrak yang tidak dipegang teguh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasti kita ingat bahwa Sejak kecil kita diajar bahwa janji adalah sesuatu yang suci. "Jangan berjanji bila kamu tidak dapat menepatinya" adalah nasihat yang diturunkan dari generasi ke generasi. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menepati janji dapat membuat kita kehilangan kepercayaan dari orang-orang yang mengandalkan kita. Kita cenderung untuk tidak memercayai kata-kata seseorang yang tidak dapat atau tidak mau mewujudkan kata-kata dalam tindakan. Menepati janji adalah bagian dari&lt;br /&gt;iman. Barangsiapa yang tidak menjaga perjanjiannya maka tidak termasuk tanda kemunafikan dan bukti atas serta rusaknya hati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikap mengingkari janji terhadap siapapun tidak dibenarkan , meskipun terhadap anak kecil. Jika ini yang terjadi, disadari atau tidak, kita telah mengajarkan kejelekan dan menanamkan pada diri mereka perangai yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua sering mengungkapkan janji pada anak-anak kecil ketika menangis seperti kalimat janji yang tidak ditepati atau menakut-nakuti dengan sesuatu yang tidak ada adalah sangat tidak diperbolehkan. Ketika kita melaksana Bisnis, Rumah Tangga, Kehidupan bermasyrakat di lakukan dalam suasana atau kebiasaan ingkar janji, maka yang ada kita tidak akan dipercaya lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapapun orangnya tidak akan suka kepada orang yang ingkar janji. Karenanya, dia akan dijauhi di tengah-tengah masyarakat dan tidak ada nilainya di mata mereka.Namun anehnya ternyata masih banyak orang yang jika berjanji hanya sekedar igauan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak peduli dengan kehinaan yang disandangnya, karena orang yang punya mental suka dengan kerendahan tidak akan risih dengan kotoran yang menyelimuti dirinya. Hal tersebut sering kita dengar ketika Para pemimpin memperebutkan kekuasaan mereka sering mengobral janji-janji kosong.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengingkari janji mempunyai konsekwensi hukum Janji yang mengandung tanggung jawab materi, seperti janji membeli suatu produk atau menjualnya, atau janji memberi sejumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan tertentu, bila diingkari selain dosa, oleh pendapat mazhab Maliki, juga boleh dituntut di pengadilan untuk dimintai ganti rugi. Ini terutama bila ingkar janji tersebut menimbulkan kerugian yang sifatnya materi. dan hal ini masuk kedalam Kitap Undang-undang Hukum Perdata dan atau Pidana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang berusaha menepati janji, sepertinya hal yg selalu ingin kita lakukan, tetapi terkadang banyak hal yang membuat kita berat untuk berusaha tetap memenuhi janji yang kita buat sendiri. terkdang sebuah janji bukan sekedar hutang yang perlu dilunasi, tetapi terkandung jaminan kepastian yang menimbulkan harapan bagi insan dunia. Menepati janji adalah cerminan kedewasaan hati dan pikiran. Maka ada petuah bijak yg bilang "jangan berjanji jika tak sanggup menepati.", jadi janganlah membuat janji bila kita memang tidak bisa/tidak ingin menepatinya. (EA)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada yang harus ditepati selama kita tidak pernah berjanji..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabann ya."&lt;br /&gt;(Al-Isra`: 34)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses &amp;amp; Bahagaia&lt;br /&gt;Depok, 29 April 2009 (Erwin Arianto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bagaimana dengan kita apakah kita masih ingat dengan janji yang pernah kita ucapkan sewaktu pengangkatan menjadi pengurus.....&lt;br /&gt;Ya Allah kuatkanlah komitmen kami dan kesabaran kami dalam menghadapi ujian dakwah ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-4010804676775273140?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/4010804676775273140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=4010804676775273140' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4010804676775273140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4010804676775273140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/05/janji.html' title='Janji'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-334306082191687814</id><published>2009-04-25T13:14:00.004+07:00</published><updated>2009-04-25T14:01:51.814+07:00</updated><title type='text'>Hidup ini harus memilih</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setiap individu ini harus melakukan pilihan. Pilihan itulah yang nantinya akan mendasari seluruh proses kehidupannya. Tidak seorang muslim atau mukminpun yang dalam posisi tidak memilih.Ia harus menentukan pilihannya. Dan, atas pilihannya itulah, yang akan menentukan nasib manusia, kelak ketika ia sudah meninggalkan dunia yang fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seperti kisah di bawah ini......&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul orang itu duduk dan mengamati dalam beberapa jam ketikakupu-kupu itu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannyakupu-kupu itu telah berusaha semampunya dan tidak bisa lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, ia mengambil sebuah gunting dan memotong kekangan sisa dari kepompong itu. Kupu-kupuitu keluar dengan mudahnya namun kupu-kupu itu mempunyai tubuh yang gembung dan kecil serta sayap-sayapnya mengkerut. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;.&lt;br /&gt;Orang tersebut terus mengamatinya karena ia berharap pada suatu saat sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga akan mampu menopang tubuh kupu-kupu itu yang mungkin akan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semuanya tidak akan pernah terjadi karena kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bisa terbang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;.&lt;br /&gt;Yang tidak pernah bisa dimengerti dari kebaikan orang itu adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Allah memaksakan cairan dalam tubuh kupu-kupu itu sehingga masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga ia bisa terbang begitu ia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita itu bisa aku ketahui bahwa perjuangan adalah hal yang aku perlukan dalam hidup. Jika Allah membiarkan aku hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan aku. Aku mungkin tidak sekuat yang semestinya aku mampu. Aku mungkin tidak pernah dapat terbang untuk menuju impianku atau tujuan hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Begitulah Kehidupan...... Hidup ini harus memilih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia akan mendapatkan ‘reward’ dan ‘funishment’ oleh Allah Azza Wa Jalla berdasarkan keputusan dalam menentukan pilihannya itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan ini sudah memberikan pelajaran yang konkrit dan jelas, terutama bagi manusia, yang senantiasa mau berfikir, dan memikirkan, khususnya atas fenomena alam semesta. Seperti pergantian waktu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu siang yang terang, dan ada waktu malam yang gelap. Ada terang karena sinar matahari, dan ada gelap ketika matahari sirna oleh datangnya malam. Maka, ketika datangnya fajar di pagi hari itulah, yang dinamakan datangnya kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan, selalu dimulai dengan mengingat Allah Ta’ala melalui takbir, tahlil dan tahmid. Manusia melangsungkan kehidupan dan beraktifitas, ketika ada sinar (cahaya), dan adanya sinar ini, alam menjadi terang. Manusia di malam yang gelap dapat melakukan berbagai aktifitas, tapi itu sifatnya sangat terbatas, dan tetap saja membutuhkan sinar cahaya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ini ada pilihan-pilihan. Ada al-haq dan al-bathil. Ada kafir ada mukmin. Ada amanah dan khianat. Ada sidiq ada kadzib (dusta). Ada halal dan haram. Ada baik ada buruk. Ada hisbullah dan hisbussyaithon.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi sejumlah karakter di dalam kehidupan yang dapat diambil sebagai ibroh (pelajaran) bagi manusia. Ada kikir, tamak, dan orientasi hidupnya hanya berdasarkan syahwat, dan kenikmatan dunia. Tapi, ada jenis manusia tidak tamak, dan zuhud terhadap kehidupan dunia, serta bersikap hati-hati. Maka, manusia harus memilih diantara yang ada dalam kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’la berfirman : “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barangsiapa ingkar kepada Toghut, dan beriman kepada Allah, maka sungguh, di telah berpegang teguh tali yang sangat kuat yang tidak akan putus “ (Al-Baqarah) .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi manusia diberi kebebasan oleh Allah Ta’ala untuk memilih sesuai dengan pemahaman atas realitas kehidupan ini, dan menentukan pilihannya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Tapi, setiap pilihan akan mempunyai implikasi bagi kehidupannya. Tak ada pilihan yang sifatnya netral bagi manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ia harus menegaskan posisinya selama di dunia ini. Karena, ketika manusia sudah menentukan pilihan dan menetapkan posisinya, maka keputusannya menentukan pilihan itu akan menyebabkan manusia mendapatkan ‘jaza’ (balasan) di akhirat nanti. Lebih ekplisit lagi, bagi orang-orang yang dengan pilihan itu, menjadikan Allah itu sebagai tujuan hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikatakan oleh Allah Ta’ala : “Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindung nya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adlah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya” (Al-Baqarah) .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi ayat itu, menunjukkan pada posisi masing-masing atas pilihan manusia, yang mukmin dan kafir,sekaligus, apa yang nantinya akan didapatkan atas pilihan yang mereka lakukan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya, Nabiullah Ibrahim Alaihissalam, melakukan pilihan yang sangat fundamental dalam kehidupannya. Apakah ia tetap bersama para penyembah patung? Atau meninggalkan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;para penyembah patung, dan hanya beribadah kepada Allah Ta’ala. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nabiullah Ibrahim Alaihissalam, juga harus memilih bersama ayahnya (Azhar) yang masih menyembah patung, atau meninggalkan ayahnya. Ibrahim Alaihissalam memilih meninggalkan ayahnya yang mencintai patung, sebagi bentuk kemusyrikan, dan mendurhakai Allah Ta’ala. Patung tidak dapat meninggikan derajat manusia, dan tidak layak lagi mendapatkan peribadahan dari manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Manusia harus meninggalkan ‘ilah-ilah’ (tuhan-tuhan) , dan hanya memiliih Allah Azza Wa Jalla, sebagai Tuhannya, dan meniadakan seluruh eksistensi ‘ilah-ilah’ yang akan menjadi padanan dari Allah Rabbul Alamin. Pengakuan la ilaha illa-llah, pasti akan membuat manusia memiliki posisi yang jelas bagi kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bukan mengabdi kepada ‘ilah-ilah’ yang sesungguhnya sangatlah lemah, dan tidak memiliki kemampuan apa-apa bagi manusia. Maka, memilih dan hanya mengabdi kepada Allah Ta’ala itu, akhirnya dapat membebaskan manusia dari penghambaan manusia lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang sudah memilih Allah Azza Wa Jalla itu, sebagai tujuan akhir kehidupannya, maka ia akan terbebas dari segala bentuk perbudakan, dan akan mendapatkan kebahagiaan, kebebasan dalam arti yang sungguhnya. Tidak lagi kehidupan mereka diekploitasi oleh ‘ilah-ilah’ yang menggunakan atribut duniawi, yang sangat tidak berarti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seharusnyalah orientasi kehidupan manusia itu, diarahkan untuk memilih kepada al-haq, bukan kepada al-bathil. Bukan memilih atribut-atribut yang menyesatkan dan menjerumuskan manusia ke dalam kehidupan yang celaka dan hina.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kewajiban kita bukan memilih bikinan-bikinan manusia, yang nisbi, yang relative, yang terbatas oleh ruang dan waktu, dan penuh dengan kepalsuan, kekotoran, kebohongan, dan hanya berorientasi kepada hawa nafsu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Manusia harus memilih segala kehidupan yang didasari oleh nilai-nilai Ilahiyah, yang dapat menyelamatkan hari depan umat manusia. Jangan pilihan yang kita lakukan justru membuat diri kita menjadi hina dihadapan Allah Azza Wa Jalla. Kita menginginkan kemuliaan disisi-Nya, kelak sesudah meninggalkan dunia yang fana ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagaimana dengan kita saat ini. Apakah membiarkan dakwah di SMAN 94 seperti ini atau ingin ada suatu perubahan. Hanya kitalah yang dapat menjawabnya.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Wallahu ‘alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-334306082191687814?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/334306082191687814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=334306082191687814' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/334306082191687814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/334306082191687814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/04/hidup-ini-harus-memilih.html' title='Hidup ini harus memilih'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-3350908646864401538</id><published>2009-04-18T09:57:00.003+07:00</published><updated>2009-04-18T10:23:52.183+07:00</updated><title type='text'>Tak Semua Perbedaan Itu Merugikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  Perbedaan kadang tak ubahnya seperti aneka pepohonan di sebuah taman. Ada tanaman yang berwarna kuning, merah, hijau, dan putih. Keanekaragaman itu menjadikan taman begitu indah.&lt;br /&gt;Sayangnya, hal seperti itu tidak sama dengan dunia nyata manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ada hal menarik pernah terjadi di masa Nabi Daud dan Sulaiman. Hubungan senior dan junior ini sesaat terlihat seperti renggang. Pasalnya, keduanya berselisih pendapat soal solusi sebuah kasus yang terjadi di lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasus itu memang tampak sederhana. Seorang pemilik ladang mengeluh tentang kerusakan ladangnya yang disebabkan sekawanan kambing milik orang lain. Sang pemilik ladang menuntut ganti rugi. Setelah dihitung-hitung, ternyata nilai kerusakan sama dengan harga kambing itu. Nabi Daud berpendapat bahwa kambing-kambing itu diberikan ke pemilik ladang sebagai ganti rugi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, Nabi Sulaiman berpendapat lain: pemilik kambing harus menanam kembali dan merawat ladang yang rusak itu menjadi seperti sediakala. Dan selama perbaikan itu, kambing-kambing dipinjamkan ke pemilik ladang untuk dimanfaatkan: susu, bulu, dan lain-lainnya. Jika ladang sudah pulih seperti sediakala, kambing pun dikembalikan ke pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;Ternyata, Allah swt. menyetujui pendapat Nabi Sulaiman. Firman Allah dalam surah Al-Anbiya ayat 78 hingga 79 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;“&lt;em&gt;Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu. Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu….&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa sedikit pun merasa rendah, sang senior seperti Nabi Daud a.s. menerima pendapat juniornya, Nabi Sulaiman a.s., dengan lapang dada. Karena memang pendapat Nabi Sulaimanlah yang lebih bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;Pelajaran mengelola perbedaan itu punya makna tersendiri. Perbedaan merupakan keniscayaan. Siapa pun kita, tak akan mampu memaksa lahirnya keseragaman. Karena secara sunnatullah, Allah swt. menciptakan alam dan isinya termasuk manusia dengan penuh keragaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; “&lt;em&gt;Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal&lt;/em&gt;.” (QS. 49: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalahnya, bagaimana menyikapi perbedaan. Apakah perbedaan ditangkap  dari sudut pandang positif. Atau malah negatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua sudut pandang ini punya timbangan sendiri-sendiri. Perbedaan jadi positif manakala terjadi pada tingkat teknis atau cara. Dalam Islam, itu biasa disebut &lt;em&gt;khilafiyah&lt;/em&gt;. Atau perbedaan dalam soal fikih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Malik rahimahullah pernah menolak tawaran Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur untuk menyeragamkan perbedaan seputar cara ibadah. Al-Mansur menawarkan agar semua orang berkiblat pada kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik. Beliau mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;“Jangan kamu lakukan wahai khalifah. Karena sesungguhnya umat telah banyak memperoleh fatwa, mendengar hadits, meriwayatkan hadits. Dan mereka telah menjadikannya sebagai panduan amal. Mengubah mareka dari kebiasaan itu sungguh sesuatu yang sulit. Maka, biarkanlah umat mengerjakan apa yang mereka pahami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salafus-shalih menempatkan perbedaan pendapat ini sebagai salah satu bentuk rahmat Allah. Umar bin Abdul Azis mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; ” Saya tidak suka jika para sahabat tidak berbeda pendapat. Sebab jika mereka berada dalam satu kata saja tentu akan menyulitkan umat Islam.&lt;br /&gt;Merekalah para pemimpin yang menjadi teladan. Siapapun yang mengambil salah satu pendapat mereka tentulah sesuai dengan Sunnah.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;Rasulullah saw. pernah mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;“Jika seorang hakim berijtihad dan ijtihadnya benar maka memperoleh dua pahala, dan jika ijtihadnya salah ia memperoleh satu pahala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan menjadi negatif ketika wilayahnya menyentuh hal yang prinsipil, keyakinan. Buat yang satu ini, perbedaan tidak boleh terjadi. Karena dasar hukumnya sudah sangat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nilai negatif dalam perbedaan juga muncul ketika yang jadi masalah bukan objek masalahnya. Tapi ketidaksiapan orang-orang yang berbeda. Di antara ketidaksiapan itu ada pada soal pemahaman. Tidak sedikit orang yang menganggap diri berbeda dan bangga dengan perbedaan hanya karena ketidaktahuan. Imam Syafi’i cuma mau mengukur perbedaan jika yang berbeda itu orang yang punya pemahaman. Beliau mengatakan, “Saya tidak pernah berdiskusi dengan siapapun, kecuali saya berharap agar kebenaran akan keluar darinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketidaksiapan kedua adala masalah ego. Biasanya penyakit ini hinggap pada sosok senior atau orang yang berkuasa. Ia cuma mengakui kebenaran itu hanya bersumber dari dirinya. Dan yang lainnya berarti salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Betapa anggunnya akhlak seorang Khalifah Umar bin Khaththab ketika di sebuah kesempatan seorang muslimah mengajukan protes. Sesaat setelah orang nomor satu di Madinah itu mengeluarkan kebijakan soal mahar, seorang muslimah mengatakan, betapa beraninya engkau ya Umar mengalahkan firman Allah dalam ayat ini dan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu juga, tanpa sedikit pun memperlihatkan kekecewaan, Umar meralat kebijakannya. Ia mengatakan, “Wanita itu betul. Dan Umar salah!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, perbedaan sangat bergantung pada bagaimana penyikapan diberikan. Perlu ketelitian dan kedewasaan diri agar perbedaan bisa benar-benar positif. Tak ubahnya seperti indahnya keanekaragaman bunga-bunga di sebuah taman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga kita dapat memahami apa sebenarnya makna perbedaan, yang pasti &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Tak Semua Perbedaan itu Merugikan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-3350908646864401538?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/3350908646864401538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=3350908646864401538' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/3350908646864401538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/3350908646864401538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/04/tak-semua-perbedaan-itu-merugikan.html' title='Tak Semua Perbedaan Itu Merugikan'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-2521822838238231324</id><published>2009-04-11T14:58:00.002+07:00</published><updated>2009-04-11T15:01:46.147+07:00</updated><title type='text'>Jangan Mudah Mengaku Sibuk</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jangan Mudah Mengaku Sibuk...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Untuk Saudara_ku.. .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Maaf, saya terlambat memberi kabar. Ada kesibukan yang teramat nyata yang harus saya jalani di kampus. Sekali lagi.. maaf, saya baru sempat. “ kurang lebih SMS itulah yang kubaca dari salah seorang teman SMAku dulu. Kata-kata yang terangkai dalam SMS itu cukup membuatku geli. Kalimat itu cukup santun, esensi dari kalimat itu pun tak sekali ini aku mendengar ataupun membacanya. Bukan lagi dari 1 atau 2 orang, lebih bahkan…Hmm, dan mungkin aku pun pernah berucap seperti itu, seingatku lebih dari sekali juga..Ada hal yang menarik, cukup menginspirasi. Kalimat itu mengajakku merenung. Ya, aku sempat tak habis pikir.. pernah diri ini mengaku sibuk, padahal statusku masih mahasiswa. Tentu ucapanku ini belum bersesuaian. Bahkan aku menghakimi diri sendiri karena berucap itu. Kenapa? Karena dalam paradigmaku, kalau saat mahasiswa saja sudah berani mengaku sibuk, maka bagaimana jika sudah bekerja dan berumah tangga?Berbicara masalah berkeluarga, maka ada dua kosakata yang menjadi kunci, yaitu waktu dan tanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kalau seseorang sudah berkeluarga, bertambahlah amanahnya. Bagi seorang laki-laki, ada amanah untuk menjemput rejeki, menjadi ayah bagi anak-anaknya, menjadi suami bagi isterinya, menjalani profesi pekerjaannya, menjadi anak bagi ayah ibunya, dan jika ia adalah sosok orang yang andil dan berpengaruh terhadap lingkungannya, maka amanah-amanah itu belum masuk hitungan. Ya, begitu pula dengan wanita.Sekali lagi, aku sampai tak habis pikir, masih berstatus mahasiswa saja sudah berani mengaku sibuk. Sekalipun bukan mahasiswa biasa, dalam arti tak hanya belajar akademik tapi juga non akademik. Tapi itu sungguh bukan alasan bagiku untuk mengaku sibuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Waktu ku sebagai mahasiswa dengan waktu mereka yang sudah berkeluarga, pun dengan waktu para pemimpin bangsa tetap sama. Sehari 24 jam. Padahal tanggungjawab mereka tentu melebihi diriku.Jangan mudah berkata sibuk. Karena Rasulullah tidak pernah mengajarkan kita seperti itu. Aku masih bisa membayangkan semulia apa sosok beliau. Dengan berbagai macam amanah dan tanggungjawab yang ada di pundak beliau, tetap, tetap peduli dan selalu melayani. Beliau, seorang pengelola bisnis yang diinvestasikan bunda Khadijah. Beliau lah enterpreneur dengan sifat nabawi:shiddiQ (jujur), amanah (capable), fathanah (smart) dan tabligh (informatif) . Beliau, seorang panglima perang, selama 10 tahun di Madinah ada sekitar 300-an detasemen yang beliau bentuk dan berangkatkan. Beliaulah pemimpin negara yang saat menjadi imam shalat, masih sempat bertanya “Di mana si Fulan? Mengapa ia tidak nampak? “.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Namun, tetap.beliau begitu tak lalai dalam mengemban amanahnya yang lain, sebagai suami, ayah, teman, dan tetangga. Dan, bandingkan dengan kita, sungguh.. belum seberapa.“Maaf, saya sibuk “. Ya, tiga kata yang bisa membuat jiwa-jiwa yang mengharap uluran tangan kita menjadi sungkan meminta bantuan kita. Tiga kata yang mampu membuat saudara yang semula ingin berbagi duka dengan kita, kini menjadi enggan karena khawatir makin menyita waktu kita. Inagtkah? Dalam tiap waktu kita, ada hak-hak saudara kita. Dan bisa jadi 3 kata itu menjadi alasan kita untuk lalai memenuhi hak mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tiga kata yang mungkin sering menjadi alasan untuk kita lupa melantunkan bait-bait doa untuk saudara-saudara kita.Pff, tidak baik jika aku mengeluh dengan mengaku sibuk dan tidak baik jika kepedulian ini merapuh dengan mengaku sibuk. Karena itu, jangan mudah mengaku sibuk, karena masih banyak sisi kehidupan yang belum terjamah. Masih banyak tantangan ummat yang belum terselesaikan. Kerena Islam membutuhkan kontribusi kita lebih besar. Ya, menjadi sebaik-baik hamba yang banyak memberi manfaat. Ya, Totalitas dalam peduli dan melayani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Thanks and regards, (Sahabat_Mu)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; sanjun.......&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-2521822838238231324?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/2521822838238231324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=2521822838238231324' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/2521822838238231324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/2521822838238231324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/04/jangan-mudah-mengaku-sibuk.html' title='Jangan Mudah Mengaku Sibuk'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-4338261622190386310</id><published>2009-04-07T21:40:00.002+07:00</published><updated>2009-04-07T22:17:26.511+07:00</updated><title type='text'>Jalan Cinta Para Pejuang</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Salman Al-Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi bagaimana pun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada sahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Subhanallaah... wal hamdulillaah...”, girang Abud Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua sahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya adalah Abud Darda’ dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi Wa Sallam, sampai – sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, sahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang sahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;@@@&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar (untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’), merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wa Allahu 'Alam Bis Showab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-4338261622190386310?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/4338261622190386310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=4338261622190386310' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4338261622190386310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4338261622190386310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/04/jalan-cinta-para-pejuang.html' title='Jalan Cinta Para Pejuang'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-8702706716377744363</id><published>2009-03-07T09:04:00.002+07:00</published><updated>2009-03-07T09:09:15.454+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="nH"&gt;&lt;h1 class="ha"&gt;&lt;span id=":9d"&gt;&lt;table class="cf hX" cellpadding="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr class="hY hM"&gt;&lt;td class="hT hM"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="hV hM" style="background-color: rgb(238, 238, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="hW hM"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;saudaraku yang baik, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;ketahuilah, syetan itu berupaya menghancurkan amal kita pada tiga bagian, yakni sebelum, sedang, dan sesudah. Sebelum beramal ditipu olehnya supaya kita mengurungkan niat untuk beramal. Ketika sedang beramal, ditipu olehnya supaya amal kita tidak sempurna. Ketika sudah beramal pun, ditipu olehnya supaya kita riya dan ujub, ingin amal itu dilihat dan dipuji orang.&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Hendaknya kita amat waspada menghadapi tipuan-tipuan syetan semacam ini. Kita harus menjaga sekuat-kuatnya ketiga moment amal tersebut. Dan kuncinya adalah sempurnakan ikhtiar baik saat berniat, saat melakukan, maupun saat amal itu selesai ditunaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Manakala terdengar adzan dikumandangkan dari masjid, waspadalah syetan akan segera menasehati, “Tunggulah barang sebentar lagi sampai adzan selesai. Lagi pula di masjid itu telah biasa tadarus Al-quran dulu sebelum qomat.” Segera tepiskan bisikan itu dan pergilah ke masjid! Karena, boleh jadi umur kita akan berakhir begitu adzan selesai. Kalau tidak segera shalat, bahaya. Bisa-bisa kita su\'ul khatimah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Ketika sampai di masjid, waspadalah syetan akan kembali menasehati, “Duduknya dekat pilar saja supaya bisa bersandar kalau mengantuk.” tidak! Shaf pertama adalah shaf yang paling utama. Kejar dan sempurnakan ikhtiar kita!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt;&lt;span&gt;Ketika usai mendirikan shalat, waspadalah pula syetan tak akan lelah untuk menasehati. Mungkin kali ini dengan mengutip guyonan teman, “Ayo, jangan sampai telat dua kali. Kalau datang telat, maka pulangnya jangan sampai telat juga. “Tidak! Lawan! Terjanglah godaan itu dengan cara menyempurnakan shalat kita dengan wirid, dzikir, doa, dan shalat sunnah ba\'diyah (kalau ada).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p align="\&amp;quot;center\&amp;quot;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusuk dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada guna. (QS. Al Mu\'minuun (23): 1-3)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Manakala melihat orang-orang lain bergegas keluar dari masjid begitu usai shalat, hati-hati. Syetan tak akan sungkan membisiki hati, dengan perasaan ujub dan takabur. Hati pun serta merta akan menggerundel. “Lihat orang-orang itu benar-benar tergoda oleh syetan. Mungkin, imannya lagi lemah.” Ini meremehkan orang lain. Justeru kita ternyata yang terjebak oleh tipu daya syetan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Pendek kata, peliharalah agar kita tidak menjadi riya, dan sombong dengan amal-amal kita. Caranya dengan menikmati ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam menyempurnakan setiap amalan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;Tampaknya amalan-amalan yang demikianlah yang akan membuat Allah mengaruniakan ilmu lanjutan, yakni ilmu yang sebelumnya tidak kita ketahui. Ini hikmah lain dari ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam menyempurnakan setiap amal. Karena. “Barangsiapa mengamalkan ilmu yang diketahuinya dengan sebaik-baiknya, niscaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang lain yang belum diketahuinya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt;&lt;span&gt;Jadi, kalau kita ingin menjadi ahli ilmu yang luas, maka kuncinya adalah dengan berjuang menjadi ahli amal yang disempurnakan dan dijaga mutunya. Jangan tergiur oleh banyaknya amal, tetapi rindukanlah bisa menyempurnakan amal-mal kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;------------------sumber:&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; font-size: inherit; line-height: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit;" valign="top"&gt;&lt;wbr&gt;cyberMQ.com&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: rgb(255, 128, 128);"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: rgb(255, 64, 64);"&gt;adikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 64, 64);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: rgb(130, 56, 87);"&gt;[ Al Baqarah : 45 ]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial black;color:#0080ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: rgb(255, 128, 128);"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: rgb(255, 64, 64);"&gt;adikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 64, 64);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: rgb(130, 56, 87);"&gt;[ Al Baqarah : 45 ]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial black;color:#0080ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-8702706716377744363?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/8702706716377744363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=8702706716377744363' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/8702706716377744363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/8702706716377744363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/03/saudaraku-yang-baik-ketahuilah-syetan.html' title=''/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-3483259299154366521</id><published>2009-02-09T07:37:00.002+07:00</published><updated>2009-02-09T07:42:50.819+07:00</updated><title type='text'>Akibat Berbuat Maksiat</title><content type='html'>&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;“Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan senoktah warna hitam. Jika dia bertobat dan beristighfar, hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, noktah itu pun bertambah hingga menutupi hatinya. Itulah karat yang disebut-sebut Allah dalam ayat,“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.\" (HR Tarmidzi) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Akhi fillah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="SV"&gt;…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ukhti Fillah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="SV"&gt;…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;.perlu kita renungkan pendapat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ibnu Qayyim  Al-Jauziyah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bahaya berbuat maksiat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;1. Maksiat Menghalangi Ilmu Pengetahuan&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt;حُرْماََنُ الْعٍلْمِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Namun, kemaksiatan dalam hati dapat menghalangi dan memadamkan cahaya tersebut. Ketika Imam Malik melihat kecerdasan dan daya hafal Imam Syafi'i yang luar biasa, beliau (Imam Malik) berkata, "Aku melihat Allah telah menyiratkan dan memberikan cahaya di hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat. &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;2. Maksiat Menghalangi Rizki&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt;حُرْمَانُ الرِزْقِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rizki. Maka meninggalkan ketakwaan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berarti menimbulkan kefakiran. "&lt;i&gt;Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya" &lt;/i&gt;(HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ya akhi/ukhti kita harus yakini bahwa takwa adalah penyebab yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;akan mendatangkan rizki&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan memudahkannya&lt;span&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;sebagaimana firman Allah dan hadist diatas dan tidaklah mudah mendapatkan rizki Allah kecuali kita tinggalkan kemaksiatan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan janganlah kita penuhi jiwa kita tumbuh dengan hal-hal yang maksiat &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3. Maksiat Menimbulkan Jarak Dengan Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt;وِحْشََة ُ يَجِدٌهاَ العَا صيِ فيِ قَلْبِهِ بَينَهُ وَبَيْنَ الله&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;( kesunyian sehingga menimbulkan jarak dan jauhnya dari Allah )&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang mengeluh kepada seorang arif tentang kesunyian jiwanya. &lt;span lang="SV"&gt;Sang arif berpesan, "Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa, maka tinggalkanlah (perbuatan dosa itu). Dalam hati kita, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa diatas dosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;4. Maksiat Menjauhkan Pelakunya dengan Orang baik&lt;/b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt;الوِحْشِة التي تَحْصُل بَيْنَهُ وَبَيْن أَهلِ الخَيْر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;( kesunyian sehingga menimbulkan jarak dengan orang baik )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Maksiat menjauhkan pelakunya dari orang lain, terutama dari golongan yang baik. Semakin berat tekanannya, maka semakin jauh pula jaraknya hingga berbagai manfaat dari orang yang baik terhalangi. Kesunyian dan kegersangan ini semakin menguat hingga berpengaruh pada hubungan dengan keluarga, anak-anak dan hati nuraninya sendiri. Seorang salaf berkata, "Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Allah, maka aku lihat pengaruhnya pada perilaku binatang (kendaraan) dan istriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Maksiat Menyulitkan Urusan&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;تَعْسِيْرُ أُمُوْرِهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka pelaku maksiat akan menghadapi kesulitan dalam menghadapi segala urusannya. Maksiat Menggelapkan Hati Ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah gelap gulita. Ibnu Abbas ra berkata, "Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rizki dan kebencian makhluk." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أَنَ المَعاَ صِي تُوْهِن القَلْب َ&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;و الْبَدَنَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan seorang mukmin terpancar dari kekuatan hatinya. Jika hatinya kuat maka kuatlah badannya. Tapi bagi pelaku maksiat, meskipun badannya kuat, sesungguhnya dia sangat lemah jika kekuatan itu sedang dia butuhkan, hingga kekuatan pada dirinya sering menipu dirinya sendiri. Lihatlah bagaimana kekuatan fisik dan hati kaum muslimin yang telah mengalahkan kekuatan fisik bangsa Persia dan Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Maksiat Menghalangi Ketaatan&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;حُرْماَن الطاَعَةِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Orang yang melakukan dosa dan maksiat akan cenderung untuk memutuskan ketaatan. Seperti selayaknya orang yang satu kali makan tetapi mengalami sakit berkepanjangan dan menghalanginya dari memakan makanan lain yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Maksiat Memperpendek Umur dan Menghapus Keberkahan&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;أنَ المَعاَ صِي تَقْصرُ العُمْرَ وبرَكَتَُهُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, umur manusia dihitung dari masa hidupnya. Sementara itu tak ada yang namanya hidup kecuali jika kehidupan itu dihabiskan dengan ketaatan, ibadah, cinta dan dzikir kepada Allah serta mementingkan keridhaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Maksiat Menumbuhkan Maksiat Lain&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;ان المَعاصِي تَزْرَع أَمْثالها&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama Salaf berkata, bahwa jika seorang hamba melakukan kebaikan, maka hal tersebut akan mendorong dia untuk melakukan kebaikan yang lain dan seterusnya. Dan jika seorang hamba melakukan keburukan, maka dia pun akan cenderung untuk melakukan keburukan yang lain sehingga keburukan itu menjadi kebiasaan bagi si pelaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Maksiat Mematikan Bisikan Hati Nurani&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;تُضْعِفُ القَلْبَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Maksiat dapat melemahkan hati dari kebaikan dan sebaliknya akan menguatkan kehendak untuk berbuat maksiat yang lain. Maksiat pun dapat memutuskan keinginan untuk bertobat. Inilah yang akan menjadi penyakit hati yang paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;11. Menghilangkan Keburukan Maksiat Itu Sendiri &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt;أَنْ يَنْسَلِخَ مِنَ القَلْبِ إسْتٌقْبَاحُها&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;(tidak ada&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;rasa malu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dari berbuat maksiat )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jika orang sudah biasa berbuat maksiat, maka ia tidak lagi buruk memandang perbuatan itu, sehingga maksiat itu menjadi adat kebiasaan. Ia pun tidak lagi mempunyai rasa malu melakukannya, bahkan memberitakannya kepada orang lain tentang perbuatannya itu. Dosa yang dilakukannya dianggapnya ringan dan kecil. Padahal dosa itu adalah besar di mata Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;12. Maksiat Warisan Umat Yang Pernah Diazab&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;ميْراَثٌ عَن ْ أُمَةٍ منَ الأُمَمِ&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;التِي&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;أهْلَكَهاَ اللهُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Misalnya, homoseksual adalah warisan umat nabi Luth as. &lt;span lang="SV"&gt;Perbuatan curang dengan mengurangi takaran adalah peninggalan kaum Syu'aib as. Kesombongan di muka bumi dan menciptakan berbagai kerusakan adalah milik Fir'aun dan kaumnya. Sedangkan takabur dan congkak merupakan warisan kaum Hud as. Dengan demikian bisa dikatakan, bahwa pelaku maksiat jaman sekarang adalah kaum yang memakai baju atau mencontoh umat terdahulu yang menjadi musuh Allah swt. Dalam musnad Imam Ahmad dari Ibmu Umar disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "&lt;i&gt;Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongannya."&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;13. Maksiat Menimbulkan Kehinaan dan Mewariskan Kehinadinaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;أن َ الْمَعْصِيةَ سَبَبٌ لِهَوانِ العَبْد وَسُقُوطُه مِن ْ عَيْنِهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kehinaan itu tidak lain adalah akibat perbuatan maksiatnya kepada Allah sehingga Allah pun menghinakannya. &lt;i&gt;„...Dan barang siapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." &lt;/i&gt;(QS. Al-Hajj:18) Sedangkan kemaksiatan itu akan melahirkan kehinadinaan, karena kemuliaan itu hanya akan muncul dari ketaatan kepada Allah swt. &lt;i&gt;„Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah lah kemuliaan itu &lt;/i&gt;..." (QS. Al-Faathir:10) Seorang Salaf pernah berdoa, „Ya Allah, anugerahilah aku kemuliaan melalui ketaatan kepada Mu, dan janganlah Engkau hina dinakan aku karena aku bermaksiat kepada Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;14. Maksiat Merusak Akal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;اِنَ اْلمَعَاصِي تُفْسِدُ الْعَقْلَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt; &lt;/span&gt;Inna almaasi tufsidu alakla ,wa tutfiu nur. &lt;span lang="SV"&gt;( bagaimana akal yang sehat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;lebih mendahulukan hal-hal yang hina)padahal cahaya dan suara keimanan sudah pasti menolak kemaksiatan &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ulama Salaf berkata, bahwa seandainya seseorang itu masih berakal sehat, maka akal sehatnya itulah yang akan mencagahnya dari kemaksiatan kepada Allah. Dia akan berada dalam genggaman Allah, sementara malaikat menyaksikan dan nasihat Al-Qur'an pun mencegahnya, begitu pula dengan nasehat keimanan. Tidaklah seseorang melakukan maksiat kecuali akalnya telah hilang. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;15. Maksiat Menutup Hati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, &lt;i&gt;„Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka."&lt;/i&gt; (Al-Muthoffifiin:14) Imam Hasan mengatakan hal itu sebagai dosa yang berlapis dosa. Ketika dosa dan maksiat telah menumpuk maka hatinya pun telah tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;16. Maksiat Dilaknat Rasulullah saw&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw melaknat perbuatan maksiat seperti mengubah petunjuk jalan, padahal petunjuk jalan itu sangat penting (HR Bukhari), melakukan perbuatan homoseksual (HR Muslim), menyerupai laki-laki bagi wanita dan menyerupai wanita bagi laki-laki, mengadakan praktek suap-manyuap (HR Tarmidzi) dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;17. Maksiat Menghalangi Syafaat Rasul dan Malaikat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kecuali bagi mereka yang bertobat dan kembali ke pada jalan yang lurus, sebagaimana Allah swt berfirman : &lt;i&gt;„(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan) : „Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyla-nyala. Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang sholeh diantara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan."&lt;/i&gt; (QS: Al-Mukmin:7-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;18. Maksiat Melenyapkan Malu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Malu adalah pangkal kebajikan, jika rasa malu telah hilang, hilangkah seluruh kebaikannya. Rasulullah bersabda : &lt;i&gt;„Malu itu merupakan kebaikan seluruhnya. Jika kamu tidak merasa malu, berbuatlah sesukamu." &lt;/i&gt;(HR. Bukhari) &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Maksiat Meremehkan Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang berlaku maksiat, disadari atau tidak, rasa untuk mengagungkan Allah perlahan-lahan lenyap dari hati. Jika perasaan itu masih ada, tentulah ia akan mencegahnya dari berlaku maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;20. Maksiat Memalingkan Perhatian Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah akan membiarkan orang yang terus-menerus berbuat maksiat berteman dengan syaitan. Allah berfirman : &lt;i&gt;„Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik."&lt;/i&gt; (QS. Al-Hasyir:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;21. Maksiat Melenyapkan Nikmat dan Mendatangkan Azab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman : &lt;i&gt;„Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)."&lt;/i&gt; (QS Asy-Syura:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali ra berkata : „Tidaklah turun bencana malainkan karena dosa. Dan tidaklah bencana lenyap melainkan karena tobat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;22. Maksiat Memalingkan Istiqamah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang yang hidup di dunia ini bagaikan seorang pedagang. Pedagang yang cerdik tentu akan menjual barangnya kepada pembeli yang sanggup membayar dengan harga tinggi. Ialah Allah yang akan membeli barang itu dan dibayarnya dengan kehidupan surga yang abadi. Jika seseorang menjualnya dengan imbalan kehidupan dunia yang fana, ketika itulah ia tertipu.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ya Akhi wa uhkti fillah ….. renungkan---renungkan dan semoga Allah menjaga dakwah dan kita semua Amin&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;Taujihat Pekanan Kader....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-3483259299154366521?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/3483259299154366521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=3483259299154366521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/3483259299154366521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/3483259299154366521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/02/akibat-berbuat-maksiat_09.html' title='Akibat Berbuat Maksiat'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-7550201163912755971</id><published>2009-02-09T07:37:00.000+07:00</published><updated>2009-02-09T07:42:09.819+07:00</updated><title type='text'>Akibat Berbuat Maksiat</title><content type='html'>&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;“Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan senoktah warna hitam. Jika dia bertobat dan beristighfar, hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, noktah itu pun bertambah hingga menutupi hatinya. Itulah karat yang disebut-sebut Allah dalam ayat,“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.\" (HR Tarmidzi) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Akhi fillah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="SV"&gt;…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ukhti Fillah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="SV"&gt;…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;.perlu kita renungkan pendapat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ibnu Qayyim  Al-Jauziyah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bahaya berbuat maksiat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;1. Maksiat Menghalangi Ilmu Pengetahuan&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt;حُرْماََنُ الْعٍلْمِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Namun, kemaksiatan dalam hati dapat menghalangi dan memadamkan cahaya tersebut. Ketika Imam Malik melihat kecerdasan dan daya hafal Imam Syafi'i yang luar biasa, beliau (Imam Malik) berkata, "Aku melihat Allah telah menyiratkan dan memberikan cahaya di hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat. &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;2. Maksiat Menghalangi Rizki&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt;حُرْمَانُ الرِزْقِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rizki. Maka meninggalkan ketakwaan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berarti menimbulkan kefakiran. "&lt;i&gt;Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya" &lt;/i&gt;(HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ya akhi/ukhti kita harus yakini bahwa takwa adalah penyebab yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;akan mendatangkan rizki&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan memudahkannya&lt;span&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;sebagaimana firman Allah dan hadist diatas dan tidaklah mudah mendapatkan rizki Allah kecuali kita tinggalkan kemaksiatan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan janganlah kita penuhi jiwa kita tumbuh dengan hal-hal yang maksiat &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3. Maksiat Menimbulkan Jarak Dengan Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt;وِحْشََة ُ يَجِدٌهاَ العَا صيِ فيِ قَلْبِهِ بَينَهُ وَبَيْنَ الله&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;( kesunyian sehingga menimbulkan jarak dan jauhnya dari Allah )&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang mengeluh kepada seorang arif tentang kesunyian jiwanya. &lt;span lang="SV"&gt;Sang arif berpesan, "Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa, maka tinggalkanlah (perbuatan dosa itu). Dalam hati kita, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa diatas dosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;4. Maksiat Menjauhkan Pelakunya dengan Orang baik&lt;/b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt;الوِحْشِة التي تَحْصُل بَيْنَهُ وَبَيْن أَهلِ الخَيْر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;( kesunyian sehingga menimbulkan jarak dengan orang baik )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Maksiat menjauhkan pelakunya dari orang lain, terutama dari golongan yang baik. Semakin berat tekanannya, maka semakin jauh pula jaraknya hingga berbagai manfaat dari orang yang baik terhalangi. Kesunyian dan kegersangan ini semakin menguat hingga berpengaruh pada hubungan dengan keluarga, anak-anak dan hati nuraninya sendiri. Seorang salaf berkata, "Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Allah, maka aku lihat pengaruhnya pada perilaku binatang (kendaraan) dan istriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Maksiat Menyulitkan Urusan&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;تَعْسِيْرُ أُمُوْرِهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka pelaku maksiat akan menghadapi kesulitan dalam menghadapi segala urusannya. Maksiat Menggelapkan Hati Ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah gelap gulita. Ibnu Abbas ra berkata, "Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rizki dan kebencian makhluk." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Maksiat Melemahkan Hati dan Badan&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أَنَ المَعاَ صِي تُوْهِن القَلْب َ&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;و الْبَدَنَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan seorang mukmin terpancar dari kekuatan hatinya. Jika hatinya kuat maka kuatlah badannya. Tapi bagi pelaku maksiat, meskipun badannya kuat, sesungguhnya dia sangat lemah jika kekuatan itu sedang dia butuhkan, hingga kekuatan pada dirinya sering menipu dirinya sendiri. Lihatlah bagaimana kekuatan fisik dan hati kaum muslimin yang telah mengalahkan kekuatan fisik bangsa Persia dan Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Maksiat Menghalangi Ketaatan&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;حُرْماَن الطاَعَةِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Orang yang melakukan dosa dan maksiat akan cenderung untuk memutuskan ketaatan. Seperti selayaknya orang yang satu kali makan tetapi mengalami sakit berkepanjangan dan menghalanginya dari memakan makanan lain yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Maksiat Memperpendek Umur dan Menghapus Keberkahan&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;أنَ المَعاَ صِي تَقْصرُ العُمْرَ وبرَكَتَُهُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, umur manusia dihitung dari masa hidupnya. Sementara itu tak ada yang namanya hidup kecuali jika kehidupan itu dihabiskan dengan ketaatan, ibadah, cinta dan dzikir kepada Allah serta mementingkan keridhaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Maksiat Menumbuhkan Maksiat Lain&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;ان المَعاصِي تَزْرَع أَمْثالها&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama Salaf berkata, bahwa jika seorang hamba melakukan kebaikan, maka hal tersebut akan mendorong dia untuk melakukan kebaikan yang lain dan seterusnya. Dan jika seorang hamba melakukan keburukan, maka dia pun akan cenderung untuk melakukan keburukan yang lain sehingga keburukan itu menjadi kebiasaan bagi si pelaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Maksiat Mematikan Bisikan Hati Nurani&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;تُضْعِفُ القَلْبَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Maksiat dapat melemahkan hati dari kebaikan dan sebaliknya akan menguatkan kehendak untuk berbuat maksiat yang lain. Maksiat pun dapat memutuskan keinginan untuk bertobat. Inilah yang akan menjadi penyakit hati yang paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;11. Menghilangkan Keburukan Maksiat Itu Sendiri &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt;أَنْ يَنْسَلِخَ مِنَ القَلْبِ إسْتٌقْبَاحُها&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;(tidak ada&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;rasa malu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dari berbuat maksiat )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jika orang sudah biasa berbuat maksiat, maka ia tidak lagi buruk memandang perbuatan itu, sehingga maksiat itu menjadi adat kebiasaan. Ia pun tidak lagi mempunyai rasa malu melakukannya, bahkan memberitakannya kepada orang lain tentang perbuatannya itu. Dosa yang dilakukannya dianggapnya ringan dan kecil. Padahal dosa itu adalah besar di mata Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;12. Maksiat Warisan Umat Yang Pernah Diazab&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;ميْراَثٌ عَن ْ أُمَةٍ منَ الأُمَمِ&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;التِي&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;أهْلَكَهاَ اللهُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Misalnya, homoseksual adalah warisan umat nabi Luth as. &lt;span lang="SV"&gt;Perbuatan curang dengan mengurangi takaran adalah peninggalan kaum Syu'aib as. Kesombongan di muka bumi dan menciptakan berbagai kerusakan adalah milik Fir'aun dan kaumnya. Sedangkan takabur dan congkak merupakan warisan kaum Hud as. Dengan demikian bisa dikatakan, bahwa pelaku maksiat jaman sekarang adalah kaum yang memakai baju atau mencontoh umat terdahulu yang menjadi musuh Allah swt. Dalam musnad Imam Ahmad dari Ibmu Umar disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "&lt;i&gt;Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongannya."&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;13. Maksiat Menimbulkan Kehinaan dan Mewariskan Kehinadinaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;أن َ الْمَعْصِيةَ سَبَبٌ لِهَوانِ العَبْد وَسُقُوطُه مِن ْ عَيْنِهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kehinaan itu tidak lain adalah akibat perbuatan maksiatnya kepada Allah sehingga Allah pun menghinakannya. &lt;i&gt;„...Dan barang siapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." &lt;/i&gt;(QS. Al-Hajj:18) Sedangkan kemaksiatan itu akan melahirkan kehinadinaan, karena kemuliaan itu hanya akan muncul dari ketaatan kepada Allah swt. &lt;i&gt;„Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah lah kemuliaan itu &lt;/i&gt;..." (QS. Al-Faathir:10) Seorang Salaf pernah berdoa, „Ya Allah, anugerahilah aku kemuliaan melalui ketaatan kepada Mu, dan janganlah Engkau hina dinakan aku karena aku bermaksiat kepada Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;14. Maksiat Merusak Akal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;اِنَ اْلمَعَاصِي تُفْسِدُ الْعَقْلَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-EG"&gt; &lt;/span&gt;Inna almaasi tufsidu alakla ,wa tutfiu nur. &lt;span lang="SV"&gt;( bagaimana akal yang sehat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;lebih mendahulukan hal-hal yang hina)padahal cahaya dan suara keimanan sudah pasti menolak kemaksiatan &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ulama Salaf berkata, bahwa seandainya seseorang itu masih berakal sehat, maka akal sehatnya itulah yang akan mencagahnya dari kemaksiatan kepada Allah. Dia akan berada dalam genggaman Allah, sementara malaikat menyaksikan dan nasihat Al-Qur'an pun mencegahnya, begitu pula dengan nasehat keimanan. Tidaklah seseorang melakukan maksiat kecuali akalnya telah hilang. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;15. Maksiat Menutup Hati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, &lt;i&gt;„Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka."&lt;/i&gt; (Al-Muthoffifiin:14) Imam Hasan mengatakan hal itu sebagai dosa yang berlapis dosa. Ketika dosa dan maksiat telah menumpuk maka hatinya pun telah tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;16. Maksiat Dilaknat Rasulullah saw&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw melaknat perbuatan maksiat seperti mengubah petunjuk jalan, padahal petunjuk jalan itu sangat penting (HR Bukhari), melakukan perbuatan homoseksual (HR Muslim), menyerupai laki-laki bagi wanita dan menyerupai wanita bagi laki-laki, mengadakan praktek suap-manyuap (HR Tarmidzi) dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;17. Maksiat Menghalangi Syafaat Rasul dan Malaikat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kecuali bagi mereka yang bertobat dan kembali ke pada jalan yang lurus, sebagaimana Allah swt berfirman : &lt;i&gt;„(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan) : „Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyla-nyala. Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang sholeh diantara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan."&lt;/i&gt; (QS: Al-Mukmin:7-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;18. Maksiat Melenyapkan Malu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Malu adalah pangkal kebajikan, jika rasa malu telah hilang, hilangkah seluruh kebaikannya. Rasulullah bersabda : &lt;i&gt;„Malu itu merupakan kebaikan seluruhnya. Jika kamu tidak merasa malu, berbuatlah sesukamu." &lt;/i&gt;(HR. Bukhari) &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Maksiat Meremehkan Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang berlaku maksiat, disadari atau tidak, rasa untuk mengagungkan Allah perlahan-lahan lenyap dari hati. Jika perasaan itu masih ada, tentulah ia akan mencegahnya dari berlaku maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;20. Maksiat Memalingkan Perhatian Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah akan membiarkan orang yang terus-menerus berbuat maksiat berteman dengan syaitan. Allah berfirman : &lt;i&gt;„Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik."&lt;/i&gt; (QS. Al-Hasyir:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;21. Maksiat Melenyapkan Nikmat dan Mendatangkan Azab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman : &lt;i&gt;„Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)."&lt;/i&gt; (QS Asy-Syura:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali ra berkata : „Tidaklah turun bencana malainkan karena dosa. Dan tidaklah bencana lenyap melainkan karena tobat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;22. Maksiat Memalingkan Istiqamah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang yang hidup di dunia ini bagaikan seorang pedagang. Pedagang yang cerdik tentu akan menjual barangnya kepada pembeli yang sanggup membayar dengan harga tinggi. Ialah Allah yang akan membeli barang itu dan dibayarnya dengan kehidupan surga yang abadi. Jika seseorang menjualnya dengan imbalan kehidupan dunia yang fana, ketika itulah ia tertipu.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ya Akhi wa uhkti fillah ….. renungkan---renungkan dan semoga Allah menjaga dakwah dan kita semua Amin&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;Taujihat Pekanan Kader....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-7550201163912755971?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/7550201163912755971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=7550201163912755971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/7550201163912755971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/7550201163912755971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/02/akibat-berbuat-maksiat.html' title='Akibat Berbuat Maksiat'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-3476037606265770138</id><published>2009-01-08T22:01:00.001+07:00</published><updated>2009-01-08T22:05:37.345+07:00</updated><title type='text'>Kematian Hati</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan tuhannya. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada izin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang Allah berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan Allah atasmu.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudhu di dingin malam, lapar perut karena shaum atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; As-shiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka," ucapnya lirih.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya kepada khalayak. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan banyak orang karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan ambisi pribadinya, atau tidak mau kalah atau tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dan kata.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Dimana kau letakkan dirimu? Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut, sampai sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat obyek ma'siat menggodamu dan engkau menikmatinya? Malu kepada Allah dan hati nurani tak ada lagi.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani bertambah tinggi. Rasa malu kepada Allah, dimana kau kubur dia?&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP &amp;amp; SMU 25% mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan perkosaan, walaupun pada saatnya mereka memperkosa.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Dan masyarakat memanjakan mereka, karena "mereka masih d ibawah usia." Mungkin engkau mulai berfikir, "Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan --bila engkau laki-laki atau sebaliknya (akhi dan ukhti)-- dicelah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh." Betapa jamaknya 'dosa kecil' itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat?"&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Saat engkau mau muntah melihat laki-laki berpakaian perempuan, karena kau sangat percaya kepada ustadzmu yang mengatakan, "Jika Allah melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat?" Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama dan yang paling tinggi berteriak "Ini tidak islami" berarti ia paling islami, lalu sesudah itu urusan kesendirian tingga llah antara engkau dengan lamunanmu, tak ada Allah disana?&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justru engkau sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Kau yang tak mampu melawan berontak hatimu untuk tidak makan berdiri di tengah suatu resepsi mewah. Berbisiklah syaithanmu: "Jika kau duduk di lantai atau di kursi malam ini citra da'wah akan ternoda." Seakan engkau-lah pemilik da'wah ini.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Lupakah kau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter. Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, tak lain karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu. Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiayi"-nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi, lalu dengan enteng mengatakan, "Itu maharku, Allah waliku dan malaikat itu saksiku," dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah? Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan, "Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam seperti ayah, bahkan lebih dekat lagi."&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama? Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam organisasinya? Kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat masyarakat awam? Bukankah ini mengkomersilkan kekurangan masyarakat? Koruptor macam apa engkau ini? Semoga ini tak terjadi pada dirimu, karena kafilah yang pernah berlalu tak sunyi dari peruntuh bangunan yang dibina dengan susah payah.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada Amerika dan Zionis dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk makanan mereka, semata-mata karena nuansa "westernnya." Engkau akan menjadi faqih pedebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku". Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Mahatma Ghandi memimpin perjuangan kemerdekaan India dengan kain tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh kekanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana. Bila ia minta bangsanya mendongakkan kepala dengan bangga, maka 300 juta bangsa India akan tegak, walaupun tulang punggung mereka tak kuat lagi berdiri karena lapar dan kurang gizi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kini datang "pemimpin" ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil dan rumah mewah serta hidup di tengah gemerlap kehidupan selebritis. Saat fatwa digenderangkan, ummat tak lagi punya kemauan untuk mendengar. "Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku?"&lt;span&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Dauphin&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Oleh : (Alm) Ustadz Rahmat Abdullah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-3476037606265770138?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/3476037606265770138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=3476037606265770138' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/3476037606265770138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/3476037606265770138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2009/01/kematian-hati.html' title='Kematian Hati'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-2383523393991510930</id><published>2008-12-21T23:27:00.000+07:00</published><updated>2008-12-21T23:32:09.046+07:00</updated><title type='text'>cowok ideal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Kalo kita buka lagi Al Quran (Al Hijr : 26) disana menceritakan bagaimana Alloh menciptakan manusia pertama (Adam) dari tanah yang kering dan dari lumpur yang hitam. Penciptaan manusia yang sebaik-baiknya dan menjadikannya begitu mulia, itu sebabnya kenapa Alloh menyuruh semua makhluk lain termasuk para malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Adam.......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Bukan hanya itu, Alloh juga memberi amanah yang besar kepada lelaki yakni menjadi kholifah (pemimpin) di muka bumi. Kamu adalah kaum Adam. Kaum yang diberi tanggung jawab oleh Alloh untuk memimpin bumi (bravo, bro..!).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Budaya kita mengidentifikasikan cowok dengan makhluk yang kuat, berani, pantang menyerah dan tegar. Buku yang ditulis oleh John Gray dalam Mars and Venus in love, disana dikatakan bahwa cowok punya gua yang sulit di tembus, seakan-akan lebih tegar dalam menghadapi masalah (Yup, itu lah cowok). Terlepas dari itu, pastinya setiap cowok punya keinginan untuk menjadi sosok cowok yang ideal. Kaya gimana kriterianya, kita bakal jelasin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;So, kalo kriteria kamu ada dibawah ini, “Selamat!” Berarti kamu udah masuk ke dalam daftar buku catatan si Boy. Ups, maksudnya daftar cowok ideal planet bumi. Tapi kalo belum, Boy don’t cry. Siapa tau kamu bisa jadi the next indonesian cowok ideal yang jadi idol. Syaratnya mudah, asal kamu ada kemauan dan mau berjuang pasti bisa kok. Who want’s to be, mari langsung aja kita lihat, apa aja sih kriterianya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;1. Mencintai Alloh dan Rosul-Nya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Cinta adalah sifat khas bagi yang hidup dan berperasaan. Setiap yang mencintai pasti rela berkorban jiwa dan raga untuk yang dicintai. Seorang hamba yang mencintai Alloh SWT dan Rosul-Nya. Ia tidak akan berat untuk melakukan apapun yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang Alloh dan Rosul-Nya. Hatinya akan resah bila ia jauh dari yang Sang Pecinta, kerinduannya yang besar senantiasa mengejar dan terus mengejar untuk menggapai cinta yang hakiki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Cowok ideal bukan hanya mendapat KTP sebagai seorang muslim, tapi ia juga menjadi seorang mu’min, yang besar cintanya pada Alloh dan Rosul. Karena ia tahu, bahwa hanya Alloh yang serba Maha yang memberi cahaya kehidupannya. Alloh berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“…Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Alloh.” (Al Baqoroh : 165)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Alloh dan Rosul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-Nya. " Dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (At Taubah : 24)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Semoga kita senantiasa menempatkan cinta pada Alloh dan Rosul diatas segalanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;2. Berbakti pada kedua orang tua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Dalam Ayat Al Quran ada 3 ayat yang berpasang-pasangan. Namanya berpasangan otomatis dong, nggak bisa  dipisahin. Sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;1. Taat pada Alloh dan taat pada Rosul (QS. Al Maidah : 92)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;2. Dirikan Sholat dan tunaikan zakat (QS. An Nur : 56)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;3. Syukur pada Alloh dan kedua orang tua (QS. Lukman : 14)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Cowok ideal adalah cowok yang berbakti pada kedua orang tuanya, karena itu merupakan wujud syukurnya pada Alloh SWT. Ia tahu bahwa Ibu dan Ayahnya adalah insan yang teramat berharga dalam hidupnya. Ibu yang begitu mulia, sehingga insan termulia (Rosululloh SAW) menyebut nama ‘ibu’ tiga kali dan menaruh syurga di telapak kakinya. Ia tahu pengorbanan ibu yang mengandung, melahirkan, menyusui dan mendidiknya dengan cinta. Begitupun dengan Ayah, yang menjadi teman dan tauladan yang baik dan semangat dalam mencari nafkah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Cowok ideal selalu menghadirkan senyuman di bibir kedua orang tuanya, menjadi kebanggaan bagi mereka. Ia akan berusaha untuk terus membahagiakan kedua orang tuanya, menjaga, dan mendoakan mereka dalam setiap sujudnya. Karena ia tahu, baktinya merupakan warisan terindah untuk anak-anaknya kelak. Sebagaimana Rosul bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Berbaktilah kalian kepada orang tua kalian, niscaya mereka (anak-anak kalian) akan berbakti kepada kalian.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;3. Pemimpin yang baik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Cowok ideal selalu meneladani Rosululloh SAW, termasuk dalam hal ini, kepemimpinan. Rosululloh sosok pemimpin yang ideal, di tangan beliau ada 2 macam kekuasaan yaitu kekuasaan keagamaan dan kekuasaan keduniaan. Meskipun begitu, Rosululloh tidak ingin dirinya dihormati dan ditakuti. Rosululloh menjadi sosok pemimpin yang disayangi, karena sikap Rosul yang ikhlas, senang membantu, pemaaf dan rendah hati pada para sahabat, keluarga, kerabat dan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Ingat lho, Kepemimpinan menurut islam bukan yang punya tipe angkuh dan memerintah sekehendak hati. Kemimpinan dalam ajaran islam ialah sebagaimana yang telah disabdakan Rosululloh SAW :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Sesungguhnya aku ini bagi kamu, adalah ibarat bapak dengan  anaknya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Alhamdulillah, Contoh leadership yang baik bukan hanya ada pada diri Rosululloh, tetapi juga para sahabat. Semoga Alloh memudahkan kita untuk mengikuti jejak Rosululloh, menjadi pemimpin yang baik untuk diri sendiri, keluarga, bangsa dan agama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;4. Menjadi Ayah idola&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Semoga doa ini senantiasa kita panjatkan pada Robbi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penghibur hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Furqan : 74)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Tentunya kita tau, apa yang Lukman ajarkan kepada anaknya. Ia tidak memanjakan anaknya dengan harta yang serba ada, namun Lukman mengajarkan hikmah, kebaikan. Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Alloh) adalah kezaliman yang besar.” (QS. Lukman : 13)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Banyak lagi ajaran dan didikan yang disampaikan oleh Luqman kepada anaknya yang meliputi bidang akidah, ibadah, kemasyarakatan dan sebagainya. Antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;1. Mendirikan ibadah shalat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;2. Menyeru manusia berbuat kebaikan dan mencegah dari berbuat kemungkaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;3. Bersabar ketika berhadapan dengan ujian hidup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;4. Mengimani setiap yang baik pasti ada balasannya, begitu juga sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;5. Tidak sombong terhadap orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;6. Merendah diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;7. Hidup secara sederhana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;8. Tidak meninggikan suara kepada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Jadilah Ayah yang diidolakan oleh anggota keluarganya. Menjadikan keluarga yang islami, penuh kebaikan dan keselamatan. Ayah idola akan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak-anaknya, sehingga kelak anak-anaknya akan tumbuh dan memberikan warna terindah pada dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;5. Memelihara kesehatan dan kebersihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Untuk urusan kebersihan dan kesehatan, cowok ideal sangat menjaganya. Sebagaimana Rosululloh senantiasa memelihara kesehatan dan kebersihan, misalnya Rosul selalu bangun sebelum subuh, aktif menjaga kebersihan, tidak banyak makan, berolah raga, gemar berjalan kaki dan tidak marah-marah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Berkenaan dengan kesehatan, cowok ideal nggak ngerokok lho. Karena dia paham betul kalo merokok dapat menimbulkan dampak yang serius terhadap kesehatan dan rokok merupakan gerbang perkenalan dengan yang haram, narkoba. Didalam rokok juga ada bahan kimia yang paling berbahaya, terutama nikotin, tar, hidrokarbon, karbon monoksida, dan logam berat dalam asap rokok. Parahnya lagi, rokok berdampak pada kesehatan manusia bukan hanya bagi perokok aktif, tapi juga perokok pasif (makanya, hati-hati jadi korban asap rokok).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Pastinya kepingin dong jadi hamba yang dicintai Alloh, maka periharalah kesehatan dan kebersihan. Sesuai dengan firman Alloh SWT  :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Sesungguhnya Alloh mencintai orang yang taubat dan orang-orang yang membersihkan diri.” (Al Baqoroh : 222)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Rosululloh bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Alloh dari pada mu’min yang lemah.” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;6. Tolabul ilmi / menuntut ilmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Kriteria cowok ideal adalah gemar menuntut ilmu. Ibarat padi semakin berisi semakin merunduk, cowok idel juga nggak merasa dirinya ‘lebih hebat dari orang lain’. Ia tidak merasa puas dengan ilmu yang didapat, justru semakin ia menggalinya ia semakin merasa dirinya jahil (bodoh).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Ilmu bukan hanya bekal hidup di dunia, tapi juga bekal di akhirat. Cowok ideal tidak hanya menginginkan kesuksesan di bumi, tapi ia pun ingin sukses di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Cowok ideal bertindak berdasarkan ilmu, bukan sekehendak hatinya. Misalnya sebelum menikah, ia sudah lebih dulu mengkaji ilmu tafsir, hadits, buku-buku ilmiah tentang pernikahan yang kelak akan menjadi bekal dalam membina rumah tangganya. Jadi nggak instan lho, tapi ada proses pembelajarannya juga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Bagi orang yang berilmu, Alloh akan meinggikan derajatnya. Dan Rosululloh menjadikan ilmu yang bermanfaat (diamalkan) sebagai pahala yang terus mengalir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Alloh berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“...Niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Mujadilah : 11)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Rosululloh bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amal ibadahnya kecuali 3 perkara :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;1. Shodaqoh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;2. Ilmu yang bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;3. Anak sholeh yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;7. Memiliki teman-teman yang sholeh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Sebenernya untuk mengenal seseorang nggak perlu berbulan-bulan, apalagi sampai bertahun-tahun. Cukup dengan melihat ‘siapa temannya’ kita sudah bisa tau ‘seperti apa dia’. Kalo kita berteman dengan tukang penjual minyak tanah, kita pun akan terkena baunya. Atau sama halnya jika kita bersahabat dengan tukang minyak wangi, otomatis kita terkena wanginya. Berteman pun begitu, Insya Alloh kalo kita mempunyai teman-teman yang sholeh, kita senantiasa gemar dan termotivasi untuk beramal sholeh, begitupun sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Pepatah arab mengatakan, “Temanmu adalah yang membuatmu menangis, bukan membuatmu tertawa”. Karena teman yang baik bukan yang menjerumuskan kita dalam jurang nista, mengajak kita hura-hura menikmati kesenangan dunia yang hanya sesaat. Tapi teman yang baik senantiasa mengajak kita agar menuju cita-cita mulia, masa depan yang gemilang yakni syurga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Beruntunglah, jika memiliki teman-teman yang sholeh..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;8. Lelaki sejati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Kayanya nggak banget deh, kalo cowok ideal itu nggak jelas identitasnya. Secara gitu lho, banyak para cowok yang ngeblur (nggak jelas) dalam memperkenalkan dirinya. Kenapa-nya nggak usah ditanya, itu urusan pribadi masing-masing. Yang herannya lagi, para ‘cowok ngeblur identitas’ itu, mendapat izin resmi untuk menetap di bumi pertiwi (mungkin ini yang disebut kiamat sudah dekat).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Sudah jelas-jelas Rosululloh mengumumkan, bahwa perempuan dilarang memakai pakaian laki-laki, begitu juga sebaliknya, laki-laki dilarang memakai pakaian perempuan. Kalo yang tadi sebatas pengumuman, tapi untuk yang ini Rosululloh melaknat, laki-laki yang menyerupai perempuan dan sebaliknya. Mau itu gaya bicaranya, gerak-geriknya, cara jalannya, pakaian dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Udah jelas banget, bahwa manusia hanya mempunyai 2 tabiat (tabiat laki-laki dan tabiat perempuan). Masing-masing punya keistimewaan sendiri-sendiri. So, jangan sampe kita memiliki sikap abnormal, manusia jadi-jadian (laki-laki jadi wanita, atau sebaliknya).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Rasululloh SAW pernah menghitung orang-orang yang dilaknat di dunia ini dan disambutnya juga oleh Malaikat, diantaranya ialah laki-laki yang memang oleh Alloh dijadikan betul-betul laki-laki, tetapi dia menjadikan dirinya sebagai perempuan dan menyerupai perempuan; dan yang kedua, yaitu perempuan yang memang dicipta oleh Alloh sebagai perempuan betul-betul, tetapi kemudian dia menjadikan dirinya sebagai laki-laki dan menyerupai orang laki-laki (Hadis Riwayat Thabarani). Berkaitan dengan hal ini, Ali dan Umar pernah ditegur oleh Rosululloh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Ali RA berkata :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;"Rasululloh s. a. w. pernah melarang aku memakai cincin emas dan pakaian sutera dan pakaian yang dicelup dengan 'ashfar (zat warna berwarna kuning yang biasa dipakai untuk mencelup pakaian-pakaian wanita di zaman itu).” (Hadis Riwayat Thabarani)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Ibnu Umar pun pernah meriwayatkan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Bahwa Rasululloh s.a.w. pernah melihat aku memakai dua pakaian yang dicelup dengan 'ashfar, maka sabda Nabi: “Ini adalah pakaian orang-orang kafir, oleh karena itu jangan kamu pakai dia.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Jadilah ‘lelaki yang betul’, bila ia ditakdirkan menjadi laki-laki, maka ia betul-betul lelaki. Cowok ideal nggak hidup dalam dua alam, ia adalah lelaki sejati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;9. Humoris&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Siapa bilang cowok ideal nggak humoris, buktinya Rosululloh aja humoris. Meskipun Rosullulloh sosok yang sangat diteladani dan dihormati oleh para sahabat, keluarga dan masyarakat, tapi beliau nggak jaim-jaim banget. Mau tahu gimana candanya Rosululloh?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Rosululloh menantang Aisyah, istri tercintanya untuk balapan lari. Karena Aisyah masih ramping dan lincah, maka ia mampu mengalahkan Rosululloh dan ia menjadi pemenangnya. Beberapa tahun setelah kekalahan itu, Rosululloh mengajak Aisyah untuk bertarung kembali dalam perlombaan lari untuk yang kedua kalinya. Dan kali ini yang menjadi pemenangnya adalah Rosululloh. Harap dimaklumi, namanya wanita cepat gemuk, bobot badan makin berat, lari makin lamban, begitupun Aisyah. Sambil terengah-engah kecapean menuju garis finish, Rosululloh berkata : “Skor kita sekarang satu-satu ya, ini balasan kekalahanku yang dulu.” Kontan aja wajah Aisyah cemberut manja (Tuh, humoris banget kan?).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Pernah juga Rosululloh didatangi oleh Nenek-nenek. Setelah sampai dihadapan Rosululloh, Nenek itu bertanya : “Wahai Rosululloh, doain saya ya, supaya bisa masuk syurga bersamamu.” Mendengar itu, wajah Rosul jadi serius.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Aduh Nek, maaf ya. Di syurga nanti nggak ada nenek-nenek.” Belum selesai Rosulloh menjelaskan, si Nenek udah keburu banjir air mata. Ia melangkahkan kaki mau pulang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Nek, Nek, tunggu!” Rosululloh memanggil si Nenek. “Nenek kenapa nangis? Nek, di syurga memang nggak ada Nenek-nenek, semuanya menjadi gadis-gadis perawan. Begitu, Nek..” Spontan si Nenek sumringah, ia meninggalkan Rosululloh sambil senyum kegirangan (Gimana, humoris banget kan?)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Dengan catatan, Rosululloh bercanda dengan kata-kata yang benar, tidak berdusta (bohong). Nah, cowok ideal pun begitu, ia adalah sosok yang humoris dengan kata-kata candaan yang benar, baik, tidak jorok dan tidak kasar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;10. Sederhana dan jujur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Cowok ideal adalah cowok yang sederhana (nggak neko-neko), hidupnya nggak serba mewah dan berlebih-lebihan. Contohnya aja masalah pakaian. Cowok ideal nggak terlalu pusing dengan perkembangan zaman, lantas menuntut diri untuk menjadi cowok metropolis. Misalnya dari segi fashion mengikuti perkembangan zaman, pake tato, anting telinga dan dihidung, rambut belah pinggir, (nutupin satu mata kaya pembajak laut), gelang berduri, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Cowok ideal mengikuti hidup sederhana yang diterapkan idolanya, Rosululloh. Rosululloh memakai pakaian yang ada dan tidak memaksakan untuk harus ada. Meskipun begitu, Rosululloh memakai pakaian yang sesuai, memakai pakaian yang baik / bagus jika menyambut utusan atau pada hari raya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Diriwayatkan oleh Imam Tirmizi, bahwa Abu Muhammad Fadlalah bin Ubaid Al Anshori RA pernah mendengar Rosululloh SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Berbahagialah barang siapa yang mendapatkan hidayah untuk memeluk agama Islam, sedang keadaan hidupnya sederhana tetapi Qona’ah, yaitu rela dan merasa cukup dengan pemberian Alloh yang sederhana itu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Sudahkah kita memiliki sifat jujur? (jawab dengan jujur ya..). Jujur dan kejujuran adalah adalah dua kata yang berbeda, jujur kata sifat, sedangkan kejujuran kata benda. Tapi yang tepenting cowok ideal harus memiliki sifat ini, jujur. Baik pada diri sendiri, dan orang lain. Rosululloh bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Wajib atas kalian semua untuk jujur, karena jujur akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke syurga. Seseorang senantiasa berbuat jujur dan memilih kejujuran sehingga dia ditulis disisi Alloh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta, kerena dusta akan membawa kepada keburukan, dan keburukan akan menyeret ke neraka. Seseorang hamba senantiasa berdusta, dan dia memilih kedustaan, sehingga ditulis disisi Alloh sebagai pendusta.” (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Hati-hati dengan mereka yang belum memiliki sifat jujur pasalnya, nggak sedikit lho keluarga yang hancur berantakan lantaran nggak ada yang mau jujur. (hayo, nggak mau kan?) So, jujur itu penting banget, baik pada diri sendiri dan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;11. Lemah lembut dan lapang dada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Karakteristik ini udah pasti dimiliki oleh cowok ideal, setiap berkata dan bertindak ia pikirkan terlebih dahulu, khawatir ia akan menyakiti orang lain. Cowok ideal bicaranya nggak kasar, ia juga nggak menampilkan sosok yang dominasi, tidak mau kalah dalam segala hal, kecuali hal-hal yang prinsip.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Alloh menyukai orang yang bersikap lemah lembut, karena Alloh Maha Lembut. Alloh berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Alloh Maha Lembut terhadap hamba-hamba- Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki- Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Asy-Syuro :19)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Sikap lemah lembut ini juga harus dimiliki jika kamu berumah tangga nanti. Kenapa begitu? Coba deh, kalo kita mengingat kembali awal penciptaan manusia pertama, Nabi Adam. Jika Adam dijadikan daripada inti sari pati tanah, tetapi Hawa tidak, Hawa dijadikan dari tulang rusuk Nabi Adam. Mereka pun disatukan, meskipun asal-usul kejadian yang berbeda. Hikmahnya jelas bahwa Alloh menciptakan Hawa karena hakikatnya adalah rohaniyah, perasaan dan secara fisik mereka seolah-olah satu jasad yang sama. Maka dari itu, kenapa perasaan wanita lebih sensitif dan mudah hanyut dalam arus kemarahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Hafsah, istri Rosululloh pernah berpaling semalaman dari Beliau. Umar (Bapaknya Hafsah) memarahi putrinya yang berani berpaling dari Rosululloh. Umpatan Umar tersebut disampaikan oleh Rosululloh, bagaimana tanggapan Rosululloh? Beliau tidak ikut marah, melainkan tersenyum. Subhanalloh, Rosululloh mau menerima fitrah manusiawi wanita dengan sikap lapang dada. Rosululloh tahu bagaimana menyelami lubuk jiwa istrinya dengan bijak dan lemah lembut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;12. Penyabar dan istiqomah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Friend..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Cowok ideal selalu berpakaian sabar dan istiqomah. Sabar terhadap perintah dan larangan Alloh dan Rosul-Nya. Karena hanya dengan sabar dan istiqomah, yang akan menyelamatkan manusia dari kesesatan dunia dan azab di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Dari Abu Yahya (Suhaib) bin Sinan Ar Rumy RA. Rosululloh bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Sangat mengangumkan keadaan seorang mu’min, sebab segala keadaannya ia untuk ia sangat baik, dan ini hanya didapatkan pada orang yang beriman saja. Jika mendapatkan nikmat ia bersyukur, maka syukur itu merupakan kebaikan baginya, dan bila menderita kesusahan ia sabar, maka kesabaran itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Alloh berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Alloh", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (Al Ahqof : 13-14) -&gt; from akh sanwanih gunawan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-2383523393991510930?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/2383523393991510930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=2383523393991510930' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/2383523393991510930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/2383523393991510930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/12/cowok-ideal.html' title='cowok ideal'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-4126517122378324353</id><published>2008-12-05T19:19:00.001+07:00</published><updated>2008-12-05T19:23:57.082+07:00</updated><title type='text'>Sepuluh Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang petama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dengan mereka dan mereka ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (Qs &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;At-Taubah : 100) &lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini 10 orang sahabat Rasul yang dijamin masuk surga (&lt;em&gt;Asratul Kiraam&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. Abu Bakar Siddiq ra.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40) sebagaimana berikut : “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya:”Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142 hadiets.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Umar Bin Khatab ra.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah khalifah ke-dua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, Beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat. Dijaman kekhalifaannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukkannya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak didalam masjid Nabawi di Madinah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Usman Bin Affan ra.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannyalah seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa Rasul hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi sebuah kitab (suci) sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;4. Ali Bin Abi Thalib ra.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama Beliau sampai Rasul diangkat menjadi Nabi hingga wafatnya. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Koufah, Irak sekarang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;5. Thalhah Bin Abdullah ra. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq ra, selalu aktif disetiap peperangan selain Perang Badar. Didalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah Saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Thalhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;6. Zubair Bin Awaam &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Memeluk Islam juga karena Abu Bakar Siddiq ra, ikut berhijrah sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Beliau pun gugur dalam perang Jamal dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;7. Sa’ad bin Abi Waqqas &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan, pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Meninggal dalam usia 70 (ada yang meriwayatkan 82 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;8. Sa’id Bin Zaid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sudah Islam sejak kecilnya, mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar. Beliau bersama Thalhah Bin Abdullah pernah diperintahkan oleh rasul untuk memata-matai gerakan musuh (Quraish). Meninggal dalam usia 70 tahun dikuburkan di Baqi’.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;9. Abdurrahman Bin Auf&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memeluk Islam sejak kecilnya melalui Abu Bakar Siddiq dan mengikuti semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun), dimakamkan di baqi’.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun, turut berhijrah ke Habasyah pada periode kedua dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Saw. Meninggal pada tahun 18 H di urdun (Syam) karena penyakit pes, dan dimakamkan di Urdun yang sampai saat ini masih sering diziarahi oleh kaum Muslimin.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-4126517122378324353?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/4126517122378324353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=4126517122378324353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4126517122378324353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4126517122378324353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/12/sepuluh-sahabat-yang-dijamin-masuk.html' title='Sepuluh Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-8493983630077565595</id><published>2008-12-02T22:06:00.000+07:00</published><updated>2008-12-02T22:07:22.882+07:00</updated><title type='text'>Urgensi tarbiyah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam kitab &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Thariqud-da’wah; bainal ashalah wal inhiraf&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;, Syekh Musthafa Masyhur mengatakan:“Pribadi muslim adalah batu bata asasi dalam &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;al bina’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (pembinaan), baik pembinaan &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;al bait al muslim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (keluarga muslim), atau &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;al mujtama’ al muslim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (masyarakat muslim), atau &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;al hukumah al muslimah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;ad-daulah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;. Sesuai dengan kadar yang diterima oleh pribadi dalam hal &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;, sesuai itu pula kekokohan &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;bina’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (bangunan)-nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Aqidah dan iman yang kuat adalah &lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;asas bina’ syakhshiyyatul fardi al muslim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; (asas pembentukan pribadi muslim), karenanya, &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;taqshir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (keteledoran) di bidang &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; terhitung sebagai kelemahan dalam &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;al asas&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;, dan menghadapkan bangunan kepada keambrukan, cepat atau lambat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tidak memberikan &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;ihtimam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (perhatian) yang layak kepada &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;tarbiyah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;juga akan berdampak kepada &lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;menurunnya mustawal afrad&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;, sehingga tidak meluluskan &lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;afrad ‘alal mustawal mas-uliyah wa tahammuli amanaatil ‘amal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt; (pribadi-pribadi yang tidak selevel dengan tingkat tanggung jawab dan daya tahan dalam memikul berbagai amanah ‘amal), dimana seharusnya mereka meringankan beban-beban &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;dakwah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;, malahan menimbulkan berbagai &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;musykilah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;khilafat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (problematika, masalah dan pertentangan-pertentangan), dan  jadilah mereka itu beban dan penyibuk yang merugikan &lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;‘amal, produktifitas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;da’wah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tarbiyah mempunyai pengaruh yang sangat panjang sepanjang hari-hari yang ada, dan juga dalam menghadapi berbagai peristiwa serta memenuhi &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;mutathallabil ‘amal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (tuntutan-tuntutan amal) di atas jalan da’wah, baik saat terjadi &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;mihnah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (cobaan) dan menghadapi tipu daya musuh, atau saat muncul tuntutan jihad, &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;tadh-hiyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (pengorbanan) dan tugas-tugas lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sangat penting juga untuk kami jelaskan bahwa tidak shahih &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; hanya terbatas pada &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;mubtadi-in &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;(pemula) yang tidak berlaku lagi bagi &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;al mutaqaddimin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (para senior), akan tetapi, &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; harus &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;istimrar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; terus menerus, dan untuk berbagai level serta berbagai tangga senioritas, sebab, tidak ada seorangpun kecuali membutuhkan &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;zad&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (bekal) dan &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;tadzkiri &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;(pengingatan)”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;(Masyhur, Musthafa dalam &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;min fiqhid-dawah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;, Dar at-tauzi’ wa an-nasyr al islamiyah 1415 H – 1995 M, jilid 1 hal 187).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 14pt;"&gt;Selanjutnya, beliau menjelaskan tentang &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;asbab ihmal at-tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (sebab-sebab diabaikannya tarbiyah). Dalam bab ini beliau menjelaskan bahwa &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;asbab ihmal at-tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 12pt;" lang="SV"&gt;Dominan-nya aspek siyasah dalam harakah atas aspek tarbiyah. Dampaknya waktu-waktu yang terjebak pada &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;syakliyyat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (aspek-aspek formal), &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;munaqasyat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (diskusi-diskusi) dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 12pt;" lang="SV"&gt;‘Adam I’dad Murabbiin yastau’ibuunal qadimin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" lang="SV"&gt; (tidak menyiapkan murabbi-murabbi baru yang sanggup meng-&lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;isti’ab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (membina) pendatang-pendatang baru, dari sinilah &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;mustawa tarbiyah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;turun. Demikian juga karena adanya &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;ihtimam az-zaidi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;(perhatian berlebih) terhadap &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;nasyr ad-da’wah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (penyebaran da’wah) yang berdampak kepada banyaknya pendatang baru tanpa diimbangi oleh daya dukung untuk meng-&lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;isti’ab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; mereka dengan tarbiyah. Karenanya, menjadi sebuah keharusan untuk &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New  Roman;"&gt;ihtimam bi i’dad murabbiin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (perhatian dalam menyiapkan para murabbi) dan menselaraskan antara &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;nasy ad-da’wah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; dan tarbiyah, maksudnya: antara &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;marhalah ta’rif&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;  (level pengenalan) dan &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;marhalah takwin &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;(pembentukan). &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 12pt;" lang="SV"&gt;Berubahnya halaqoh menjadi &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;fashlin tsaqafi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; thok yang sekedar &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;ma’rifah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (tahu) dan &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;tahshil&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (dapat pelajaran), padahal seharusnya ia menjadi &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;bautaqah lish-shaqli&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (bingkai tempat dituangkannya bahan baku), &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;takwin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (pembentukan), dan &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;taqwimul akhlaq&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (pelurusan akhlaq). Atau secara umum, &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;inhiraf &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;(pengabaian) dalam hal ini adalah &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;tafrigh wasa-il at-tarbiyah min jauhariha&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;pengosongan sarana-sarana tarbiyah dari mutiara intinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" lang="SV"&gt;), sehingga sarana-sarana itu hanya &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;mazh-har&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (tapilan luar) semata, baik dia itu halaqoh, atau &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;ta’lim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 12pt;" lang="SV"&gt;Tersibukkan oleh bidang-bidang kegiatan tertentu, karena situasi dan kondisi yang muncul sehingga menyebabkan terabaikannya tarbiyah. Tidak shahih (benar) kalau sampai ada sesuatu hal yang menyebabkan ditinggalkannya tarbiyah karena kesibukan mengurusi sesuatu, apapun dia, termasuk jihad dan memerangi musuh, bahkan, tarbiyah dalam situasi dan kondisi yang sangat sulit dan genting itu justru menjadi urusan yang paling harus, sebab, unsur iman adalah sebab yang paling harus untuk dipenuhi dalam rangka mendapatkan &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;ta’yid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (dukungan), &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;‘aun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (pertolongan) dan &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;nashr&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (kemenangan) dari Allah swt. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="SV"&gt;Dalam buku tersebut Syekh Musthafa Masyhur juga menyebutkan berbagai bentuk &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;inhiraf&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (penyimpangan), diantaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Qillatul ‘Ilm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (sedikit ilmu). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Al Ihtimam bil Mazh-har dunal jauhar, wa taghlibul jidal wan-niqasy ‘alal ‘amal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (perhatian hanya kepada aspek tampilan yang melupakan mutiara isinya dan dominasi debat dan diskusi yang mengalahkan amal). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Al Irtijal wa ‘adamut-takhthith&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; (asal jalan dan tidak ada perencanaan). &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tarbiyah dzatiyah adalah berbagai jenis program, aktifitas, dan kegiatan yang dilakukan oleh peserta tarbiyah secara mandiri dalam rangka meningkatkan kualitas dirinya, baik pada sisi aqidah &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;imaniyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;, ibadah &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;sya’airiyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;khuluqiyah adabiyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;nafsiyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;ilmiah tsaqafiyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;jasadiyah, iqtishadiyah, mihariyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;ijtima’iyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;. Dari definisi ini dapat diketahui bahwa tarbiyah dzatiyah mencakup berbagai aspek, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1. Aqidiyah imaniyah. Maksudnya adalah program-program, dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan kualitas aqidah imaniyah dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. Ibadah sya’airiyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah-ibadah ritualnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3. Khuluqiyah adabiyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka membersihkan dirinya dari sifat-sifat tercela serta menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;4. Nafsiyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka memperkokoh kejiwaannya agar sesuai dengan kehendak Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;5. Ilmiah tsaqafiyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka ilmu pengetahuan dan wawasannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;6. Jasadiyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka menjaga dan memelihara kesehatan jasmani dan tubuhnya serta menyiapkannya untuk menjadi pendukung da’wah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;7. Iqtishadiyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka melatih dirinya agar berpenghasilan dan tidak menjadi beban bagi sesamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;8. Mihariyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka menumbuhkan, menjaga, mengarahkan dan meningkatkan bakat, kecenderungan dan modal-modal dasarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;9  Ijtima’iyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka menumbuhkan, menjaga, memelihara, mengarahkan dan meningkatkan syakhshiyyah ijtima’iyah (kemasyarakatan, keorganisasian, kebersamaan) yang ada pada dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Wallahu’alam..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-8493983630077565595?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/8493983630077565595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=8493983630077565595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/8493983630077565595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/8493983630077565595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/12/urgensi-tarbiyah.html' title='Urgensi tarbiyah'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-8780405365272079581</id><published>2008-11-06T17:44:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T17:45:40.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Ilmu Lebih Baik Daripada Harta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah Ta’ala telah memuji ilmu dan pemiliknya serta mendorong hamba-hamba-Nya untuk berilmu dan membekali diri dengannya. Demikian pula Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (wafat th. 751 H) rahimahullaah menyebutkan lebih dari seratus keutamaan ilmu syar’i. Di buku ini penulis hanya sebutkan sebagian kecil darinya. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12]. Menuntut Ilmu Adalah Jihad Di Jalan Allah Dan Orang Yang Menuntut Ilmu Laksana Mujahid Di Jalan Allah Ta’ala&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) dengan tujuan mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka ia laksana orang yang berjihad di jalan Allah Ta’ala. Dan barangsiapa yang memasukinya dengan tujuan selain itu, maka ia laksana orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya.” [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah mengatakan, “Jihad melawan hawa nafsu memiliki empat tingkatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: berjihad untuk mempelajari petunjuk (ilmu yang bermanfaat) dan agama yang benar (amal shalih). Seseorang tidak akan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat kecuali dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: berjihad untuk mengamalkan ilmu setelah mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: berjihad untuk mendakwahkan ilmu dan mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: berjihad untuk sabar dalam berdakwah kepada Allah Ta’ala dan sabar terhadap gangguan manusia. Dia menanggung kesulitan-kesulitan dakwah itu semata-mata karena Allah.&lt;br /&gt;Apabila keempat tingkatan ini telah terpenuhi pada dirinya, maka ia termasuk orang-orang yang Rabbani. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda radhiyallaahu ‘anhu mengatakan, “Barangsiapa berpendapat bahwa pergi mencari ilmu tidak termasuk jihad, sungguh, ia kurang akalnya.” [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjihad dengan hujjah (dalil) dan keterangan didahulukan atas jihad dengan pedang dan tombak. Allah berfirman kepada Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam agar berjihad dengan Al-Qur-an melawan orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur-an dengan jihad yang besar.” [Al-Furqaan: 52]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan berjihad melawan orang-orang kafir dan munafik dengan cara menyampaikan hujjah (dalil dan keterangan).&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah berkata, “Jihad dengan hujjah (dalil) dan keterangan didahulukan atas jihad dengan pedang dan tombak.” [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13]. Pahala Ilmu Yang Diajarkan Akan Tetap Mengalir Meskipun Pemiliknya Telah Meninggal Dunia&lt;br /&gt;Disebutkan dalam Shahiih Muslim, dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka pahala amalnya terputus, kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendo’akannya.” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini adalah dalil terkuat tentang keutamaan dan kemuliaan ilmu serta besarnya buah dari ilmu. Sesungguhnya pahala ilmu tetap diterima oleh orang yang bersangkutan selama ilmunya diamalkan orang lain. Seolah-olah ia tetap hidup dan amalnya tidak terputus. Ini disamping kenangan dan sanjungan yang dialamatkan kepadanya. Tetap mengalirnya pahala untuk dirinya pada saat pahala amal perbuatan telah terputus dari manusia adalah kehidupan kedua baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam hanya mengkhususkan ketiga hal di atas yang pahalanya tetap diterima oleh si mayit karena ia (si mayit) adalah penyebab keberadaan ketiga hal tersebut. Karena ia menjadi sebab terbentuknya anak shalih, shadaqah jariyah, dan ilmu yang bermanfaat, maka pahalanya tetap mengalir kepadanya. Seorang hamba mendapatkan pahala karena tindakannya langsung atau tindakan yang dilahirkan (tindakan tidak langsung) darinya. Kedua prinsip ini disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang demikian itu ialah karena mereka (para Mujahidin) tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal shalih. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” [At-Taubah: 120]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemua hal di atas lahir dari tindakan mereka dan tidak ditakdirkan bagi mereka. Yang ditakdirkan bagi mereka ialah sebab-sebabnya yang mereka lakukan secara langsung. Maksudnya, bahwa haus, payah, lapar, dan membangkitkan amarah musuh bukanlah karena (sengaja) mereka lakukan demikian, lalu ditulis jadi amal shalih. Akan tetapi, hal ini timbul dari perbuatan mereka (yaitu jihad fi sabilillaah) karena itu ditulis bagi mereka sebagai amal shalih. [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14]. Dengan Menuntut Ilmu, Kita Akan Berfikir Yang Baik, Benar, Mendapatkan Pemahaman Yang Benar, Dan Dapat Mentadabburi Ayat-Ayat Allah&lt;br /&gt;‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullaah mengatakan, “Memikirkan nikmat-nikmat Allah termasuk ibadah yang paling utama.” [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hati daripada membaca Al-Qur-an dengan tadabbur dan tafakkur. Karena hal itu mengumpulkan semua kedudukan orang yang berjalan kepada Allah, keadaan orang-orang yang mengamalkan ilmunya, dan kedudukan orang-orang yang bijaksana. Hal inilah yang mewariskan rasa cinta, rindu, takut, harap, kembali kepada Allah, tawakkal, ridha, penyerahan diri, syukur, sabar dan segala keadaan yang dengannya hati menjadi hidup dan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya manusia mengetahui apa yang terdapat dalam membaca Al-Qur-an dengan tadabbur, maka ia akan lebih menyibukkan diri dengannya daripada selainnya. Apabila ia melewati ayat yang dibutuhkannya untuk mengobati hatinya, maka ia akan mengulang-ulangnya meskipun sampai seratus kali, walaupun ia menghabiskan satu malam. Membaca Al-Qur-an dengan memikirkan dan memahaminya lebih baik daripada membacanya sampai khatam tanpa mentadabburi dan memahaminya, lebih bermanfaat bagi hati dan lebih membantu untuk memperoleh keimanan dan merasakan manisnya Al-Qur-an. Membaca Al-Qur-an dengan memikirkannya adalah pokok kebaikan hati. [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan al-Bashri rahimahullaah mengatakan, “Al-Qur-an diturunkan untuk diamalkan, maka jadikanlah membacanya sebagai salah satu pengamalannya.” [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15]. Ilmu Lebih Baik Daripada Harta&lt;br /&gt;Keutamaan ilmu atas harta dapat diketahui dari beberapa segi:&lt;br /&gt;Pertama: Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan para raja dan orang-orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Ilmu akan menjaga pemiliknya, sedangkan pemilik harta menjaga hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Ilmu adalah penguasa atas harta, sedangkan harta tidak berkuasa atas ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Harta akan habis dengan dibelanjakan, sedangkan ilmu akan bertambah jika diajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Apabila meninggal dunia, pemilik harta akan berpisah dengan hartanya, sedangkan ilmu akan masuk bersamanya ke dalam kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Harta dapat diperoleh orang-orang mukmin maupun kafir, orang baik maupun orang jahat. Sedangkan ilmu yang bermanfaat hanya dapat diperoleh orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: Orang yang berilmu dibutuhkan oleh para raja dan selain mereka, sedangkan pemilik harta hanya dibutuhkan oleh orang-orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan: Jiwa akan mulia dan bersih dengan mengumpulkan ilmu dan berusaha memperolehnya -hal itu termasuk kesempurnaan dan kemuliaannya- sedangkan harta tidak membersihkannya, tidak menyempurnakannya bahkan tidak menambah sifat kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan: Harta itu mengajak jiwa kepada bertindak sewenang-wenang dan sombong, sedangkan ilmu mengajaknya untuk rendah hati dan melaksanakan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh: Ilmu membawa dan menarik jiwa kepada kebahagiaan yang Allah ciptakan untuknya, sedangkan harta adalah penghalang antara jiwa dengan kebahagiaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesebelas: Kekayaan ilmu lebih mulia daripada kekayaan harta karena kekayaan harta berada di luar hakikat manusia, seandainya harta itu musnah dalam satu malam saja, jadilah ia orang yang miskin, sedangkan kekayaan ilmu tidak dikhawatirkan kefakirannya, bahkan ia akan terus bertambah selamanya, pada hakikatnya ia adalah kekayaan yang paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua belas: Mencintai ilmu dan mencarinya adalah pokok segala ketaatan, sedangkan cinta dunia dan harta dan mencarinya adalah pokok segala kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga belas: Nilai orang kaya ada pada hartanya dan nilai orang yang berilmu ada pada ilmunya. Apabila hartanya lenyap, lenyaplah nilainya dan tidak tersisa tanpa nilai, sedangkan orang yang berilmu nilai dirinya tetap langgeng, bahkan nilainya akan terus bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat belas: Tidaklah satu orang melakukan ketaatan kepada Allah Ta'ala, melainkan dengan ilmu, sedangkan sebagian besar manusia berbuat maksiat kepada Allah lantaran harta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima belas: Orang yang kaya harta selalu ditemani dengan ketakutan dan kesedihan, ia sedih sebelum mendapatkannya dan merasa takut setelah memperoleh harta, setiap kali hartanya bertambah banyak, bertambah kuat pula rasa takutnya. Sedangkan orang yang kaya ilmu selalu ditemani rasa aman, kebahagiaan, dan kegembiraan.&lt;br /&gt;Wallaahu a’lam. [10]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-8780405365272079581?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/8780405365272079581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=8780405365272079581' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/8780405365272079581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/8780405365272079581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/11/ilmu-lebih-baik-daripada-harta.html' title='Ilmu Lebih Baik Daripada Harta'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-4702645904688995442</id><published>2008-10-29T18:14:00.001+07:00</published><updated>2008-10-29T18:14:47.325+07:00</updated><title type='text'>WASPADALAH TERHADAP PERANGKAP RIYA..!</title><content type='html'>IKHLAS UNTUK ALLAH TA’ALA [1]&lt;br /&gt;Apa syarat diterimanya amal?&lt;br /&gt;Sebelum anda melangkah satu langkah –wahai saudaraku muslim- hendaklah anda mengetahui jalan untuk merengkuh keselamatanmu. Janganlah anda memberati diri dengan amalan-amalan yang banyak,. Karena, alangkah banyak orang yang memperbanyak amalan, namun hal itu tidak memberikan manfaat kepadanya kecuali rasa capai dan keletihan semata di dunia dan siksaan di akhirat. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sebelum memulai semua amalan, hendaklah anda mengetahui syarat diterimanya amal. Yaitu harus terpenuhi dua perkara penting pada setiap amalan. Jika salah satu tidak tercapai, akibatnya amalan seseorang tidak ada harapan untuk diterima. Pertama : Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kedua : Amalan itu telah diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an, atau dijelaskan oleh Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sunnahnya, dan mengikuti Rasulullah dalam pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika salah satu dari dua syarat ini rusak, perbuatan yang baik tidak masuk kategori amal shalih dan tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pernyataan ini ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-nya” [Al-Kahfi : 110]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar amal yang dikerjakan ialah amalan shalih, yaitu amal perbuatan yang sesuai dengan aturan syari’at. Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan orang yang menjalankannya supaya mengikhlaskan amalan itu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, tidak mencari pahala atau pamrih dari selain-Nya dengan amalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafiz Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya ; “Dua perkara ini merupakan rukun diterimanya suatu amalan. Yaitu, amalan itu harus murni untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan benar sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keterangan serupa juga diriwayatkan Al-Qadhi Iyadh rahimahullah dan lainnya” [Tafsir surah Al-Kahfi].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERINTAH IKHLAS, LARANGAN BERBUAT RIYA DAN SYIRIK [3]&lt;br /&gt;Ketahuilah, wahai saudaraku muslim, bahwa semua amalan pasti terjadi dengan niat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya semua amalan ini terjadi dengan niat, dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan” [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam amal itu harus mengikhlaskan niat untuk Allah Ta’ala berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat ; dan yang demikian itulah agama yang lurus” [Al-Bayyinah : 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah : ‘Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atas kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui” [Ali-Imran : 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah memperingatkan bahaya dari berbuat riya’, dalam firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu” [Az-Zumar : 65]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah Ta’ala berfirman ; “Aku sangat tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa beramal dengan suatu amalan, dia mneyekutukan selain Aku bersama-Ku pada amalan itu, Aku tinggalkan dia dan sekutunya” [HR Muslim, no. 2985]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mempelajari ilmu yang dengannya dicari wajah Allah Azza wa Jalla, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk meraih kesenangan dunia dengan ilmu itu, ia tidak akan mendapat aroma surga pada hari kiamat” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIYA DAN JENIS-JENISNYA [6]&lt;br /&gt;Di antara jenis riya’ ialah sebagi berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Riya Yang Berkaitan Dengan Badan&lt;br /&gt;Misalnya dengan menampakkan kekurusan dan wajah pucat, agar penampakan ini, orang-orang yang melihatnya menilainya memiliki kesungguhan dan dominannya rasa takut terhadap akhirat. Dan yang mendekati penampilan seperti ini ialah dengan merendahkan suara, menjadikan dua matanya menjadi cekung, menampakkan keloyoan badan, untuk menampakkan bahwa ia rajin berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Riya Dari Sisi Pakaian&lt;br /&gt;Misalnya, membiarkan bekas sujud pada wajah, mengenakan pakaian jenis tertentu yang biasa dikenakan oleh sekelompok orang yang masyarakat menilai mereka sebagai ulama, maka dia mengenakan pakaian itu agar dikatakan sebagai orang alim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Riya Dengan Perkataan&lt;br /&gt;Umumnya, riya’ seperti ini dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan agama. Yaitu dengan memberi nasihat, memberi peringatan, menghafalkan hadits-hadits dan riwayat-riwayat, dengan tujuan untuk berdiskusi dan melakukan perdebatan, menampakkan kelebihan ilmu, berdzikir dengan menggerakkan dua bibir di hadapan orang banyak, menampakkan kemarahan terhadap kemungkaran di hadapan manusia, membaca Al-Qur’an dengan merendahkan dan melembutkan suara. Semua itu untuk menunjukkan rasa takut, sedih, dan khusyu’ (kepada Allah, pent).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Riya’ Dengan Perbuatan&lt;br /&gt;Seperti riya’nya seseorang yang shalat dengan berdiri sedemikian lama, memanjangkan ruku, sujud dan menampakkan kekhusyu’an, riya’ dengan memperlihatkan puasa, perang (jihad), haji, shadaqah dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Riya’ Dengan Kawan-Kawan Dan Tamu-Tamu&lt;br /&gt;Seperti orang yang memberatkan dirinya meminta kunjungan seorang alim (ahli ilmu) atau ‘abid (ahli ibadah), agar dikatakan “sesungguhnya si Fulan telah mengunjungi si Fulan”. Atau juga mengundang orang banyak untuk mengunjunginya, agar dikatakan “sesungguhnya orang-orang baragama sering mendatanginya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERKARA YANG DISANGKA RIYA DAN SYIRIK, PADAHAL BUKAN !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Pujian Manusia Untuk Seseorang Terhadap Perbuatan Baiknya&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar, dia berkata : Ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Beritakan kepadaku tentang seseorang yang melakukan amalan kebaikan dan orang-orang memujinya padanya!” Beliau bersabda : “itu adalah kabar gembira yang segera bagi seorang mukmin” [HR Muslim, no. 2642, Pent)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Giatnya Seorang Hamba Melakukan Ibadah Pada Saat Dilihat Oleh Orang-Orang Yang Beribadah&lt;br /&gt;Al-Maqdisi rahimahullah berkata : Terkadang seseorang bermalam bersama orang-orang yang melaksanakan shalat tahajjud, lalu mereka semua melakukan shalat di sebahagian besar waktu malamnya, sedangkan kebiasaan orang itu melakukan shalat malam satu jam, sehingga ia pun menyesuaikan dengan mereka. Atau mereka berpuasa, lalu ia pun berpuasa. Seandainya bukan karena orang-orang itu, semangat tersebut tidak muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada seseorang yang menyangka bahwa (perbuatan) itu merupakan riya’, padahal tidak mutlak demikian. Bahkan padanya terdapat perincian, bahwasanya setiap mukmin menyukai beribadah kepada Allah Ta’ala, tetapi terkadang banyak kendala yang menghalanginya. Dan kelalaian telah menyeretnya, sehingga dengan menyaksikan orang lain itu, maka kemungkinan menjadi faktor yang menyebabkan hilangnya kelalaian tersebut, kemudian ia dapat menguji urusannya itu, dengan cara menggambarkan orang-orang lain itu berada di suatu tempat yang dia dapat melihat mereka, namun mereka tidak dapat melihatnya. Jika dia melihat jiwanya ringan melakukan ibadah, maka itu untuk Allah. Jika jiwanya merasa berat, maka keringanan jiwanya di hadapan orang banyak itu merupakan riya’. Bandingkan (perkara lainnya) dengan ini” [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan :&lt;br /&gt;Kemalasan seseorang ketika sendirian datang masuk dalam konteks sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Sesungguhnya srigala itu hanyalah memakan kambing yang menyendiri), sedangkan semangatnya masuk ke dalam bab melaksanakan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Hendaklah kamu menetapi jama’ah) [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Membaguskan Dan Memperindah Pakaian, Sandal Dan Semacamnya&lt;br /&gt;Di dalam Shahih Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi”. Seorang laki-laki bertanya : “Ada seseorang suka bajunya bagus dan sandalnya bagus (apakah termasuk kesombongan?)”. Beliau menjawab : “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia” [HR Muslim no. 2749, Pent]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Tidak Menceritakan Dosa-Dosanya Dan Menyembunyikan&lt;br /&gt;Ini merupakan kewajiban menurut syari’at atas setiap muslim, tidak boleh menceritakan kemaksiatan-kemaksiatan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua umatku akan diampuni (atau : tidak boleh dighibah) kecuali orang yang melakukan kemaksiatan dengan terang-terangan. Dan sesungguhnya termasuk melakukan kemaksiatan dengan terang-terangan, yaitu seseorang yang melakukan perbuatan (kemaksiatan) pada waktu malam dan Allah telah menutupinya (yakni, tidak ada orang yang mengetahuinya, Pent), lalu ketika pagi dia mengatakan : “Hai Fulan, kemarin aku melakukan ini dan itu”, padahal pada waktu malam Allah telah menutupinya, namun ketika masuk waktu pagi dia membuka tirai Allah terhadapnya” [HR Al-Bukhari, no. 6069, Muslim no. 2990, Pent]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menceritakan dosa-dosa memiliki banyak kerusakan, (dan) bukan di sini perinciannya. Di antaranya, mendorong seseorang untuk berbuat maksiat di tengah-tengah hamba dan menyepelekan perintah-perintah Allah Ta’ala. Barangsiapa menyangka bahwa menyembunyikan dosa-dosa merupakan riya’ dan menceritakan dosa-dosa merupakan keikhlasan, maka orang itu telah dirancukan oleh setan. Kita berlindung kepada Allah darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Seorang Hamba Yang Meraih Ketenaran Dengan Tanpa Mencarinya&lt;br /&gt;Al-Maqdisi berkata : “Yang tercela, ialah seseorang mencari ketenaran. Adapaun adanya ketenaran dari sisi Allah Ta’ala tanpa usaha menusia untuk mencarinya, maka demikian itu tidak tercela. Namun adanya ketenaran itu merupakan cobaan bagi orang-orang yang lemah (imannya, Pent)” [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, beberapa penjelasan berkaitan dengan riya’. Semoga Allah Azza wa Jalla menjauhkan kita semua dari sifat buruk ini, baik dalam perkataan maupun perbuatan, serta semoga menjadikan kita termasuk orang-orang yang ikhlas dalam beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Washallallahu ‘ala nabiyyna Muhammad wa ‘ala alihi washahbihi ajma’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XII/1429H/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;Footnotes&lt;br /&gt;[1]. Diasadur dari Kitab Al-Ikhlas, Syaih Husain bin Audah Al-Awaisyah, Maktabah Islamiyyah, cetakan VII, Tahun 1413H-1992M halaman 9-10&lt;br /&gt;[2]. Contoh dalam masalah ini adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa slam ; “Alangkah banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan bagian dari puasanya kecuali lapar. Dan alangkah banyak orang yang shalat malam, namun ia tidak mendapatkan bagian dari shalat malamnya kecuali begadang” [HR Ibnu Majah, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan oleh guru kami Syaikh Al-Albani dalam Shahihul-Jami, no. 3482]&lt;br /&gt;[3]. Lihat kitab Al-Ikhlas, halaman 11-13&lt;br /&gt;[4]. Bagian dari sebuah hadits di dalam dua kitab shahih&lt;br /&gt;[5]. HR Abu Dawud dengan sanad yang shahih&lt;br /&gt;[6]. Kitab Al-Ikhlas, halaman 63-67&lt;br /&gt;[7]. Mukhtashar Minhajul Qashidin, halaman 234&lt;br /&gt;[8]. Nash haditsnya ialah : “Tidaklah tiga orang tinggal di sebuah desa atau padang pasir, shalat (jama’ah) tidak ditegakkan pada diri mereka kecuali mereka akan dikuasai oleh setan. Maka hendaklah kamu menetapi jama’ah, karena sesungguhnya srigala itu hanyalah memakan kambing yang menyendiri” [HR Abu Dawud, dihasankan Syaikh Al-Albani, Pent]&lt;br /&gt;[9]. Mukhtashar Minhajul Qashidin, halaman 218&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-4702645904688995442?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/4702645904688995442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=4702645904688995442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4702645904688995442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4702645904688995442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/10/waspadalah-terhadap-perangkap-riya.html' title='WASPADALAH TERHADAP PERANGKAP RIYA..!'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-5750462051006416774</id><published>2008-10-13T10:47:00.002+07:00</published><updated>2008-10-13T10:54:05.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sekedar Intermezzo .... " Ikhtilat Kenapa terjadi ?!?! "</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;Ass.wr.wb.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;skedar intermezo, smg bermanfaat....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;a name="3a"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; "Dia ikhwan ya? Tapi kok kalau bicara sama akhwat dekat&lt;br /&gt;sekali???," tanya seorang akhwat kepada temannya karena ia sering&lt;br /&gt;m! elihat seorang aktivis rohis yang bila berbicara dengan lawan&lt;br /&gt;jenis, sangat dekat posisi tubuhnya.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; "Mbak, akhwat yang itu sudah menikah? Kok akrab sekali sama&lt;br /&gt;ikhwan itu?," tanya sang mad'u kepada murabbinya karena ia sering&lt;br /&gt;melihat dua aktivis rohis itu kemana-mana selalu bersama sehingga&lt;br /&gt;terlihat seperti pasangan yang sudah menikah.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; "Duh? ngeri, lihat itu? ikhwan-akhwat berbicaranya sangat&lt;br /&gt;dekat??," ujar seorang akhwat kepada juniornya, dengan wajah&lt;br /&gt;resah, ketika melihat ikhwan-akhwat di depan masjid yang tak jauh&lt;br /&gt;beda seperti orang berpacaran.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; "Si fulan itu ikhwan bukan yah? Kok kelakuannya begitu sama&lt;br /&gt;akhwat?," Tanya seorang akhwat penuh keheranan.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Demikianlah kejadian yang sering dipertanyakan. Pelanggaran&lt;br /&gt;batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat masih saja terjadi dan hal&lt;br /&gt;itu bisa disebabkan karena:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 1. Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat.&lt;br /&gt;&gt; 2. Sudah mengetahui, namun belum memahami.&lt;br /&gt;&gt; 3. Sudah mengetahui namun tidak mau mengamalkan .&lt;br /&gt;&gt; 4. Sudah mengetahui dan memahami, namun tergelincir karena lalai .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Dan bisa jadi kejadian itu disebabkan karena kita masih sibuk&lt;br /&gt;menghiasi penampilan luar kita dengan jilbab lebar warna warni atau&lt;br /&gt;dengan berjanggut dan celana mengatung, namun kita lupa&lt;br /&gt;menghiasi akhlak. Kita sibuk berhiaskan simbol-simbol Islam&lt;br /&gt;namun lupa substansi Islam. Kita berkutat menghafal materi Islam&lt;br /&gt;namun tidak fokus pada tataran pemahaman dan amal.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Sesungguhnya panggilan 'ikhwan' dan 'akhwat' adalah panggilan&lt;br /&gt;persaudaraan.&lt;br /&gt;&gt; 'Ikhwan' artinya adalah saudara laki-laki, dan 'akhwat' adalah&lt;br /&gt;saudara perempuan. Namun di ruang lingkup aktivis rohis, ada&lt;br /&gt;dikhotomi bahwa gelar itu ditujukan untuk orang-orang yang&lt;br /&gt;berjuang menegakkan agama-Nya, yang islamnya shahih, syamil,&lt;br /&gt;lurus fikrahnya dan akhlaknya baik. Atau bisa dikonotasikan dengan&lt;br /&gt;jamaah. Maka tidak heran bila terkadang dipertanyakan ke-'ikhwanan' -&lt;br /&gt;nya atau ke-'akhwatan' -nya bila belum bisa menjaga batas-&lt;br /&gt;batas pergaulan (hijab) ikhwan-akhwat.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Aktivis sekuler tak lagi segan !!!&lt;br /&gt;&gt; !&lt;br /&gt;&gt; Seorang ustadz bercerita bahwa ada aktivis sekuler yang berkata&lt;br /&gt;kepadanya, "Ustadz, dulu saya salut pada orang-orang rohis&lt;br /&gt;karena bisa menjaga pergaulan ikhwan-akhwat, namun kini mereka sama&lt;br /&gt;saja dengan kami. Kami jadi tak segan lagi."&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Ungkapan aktivis sekuler di atas dapat menohok kita selaku jundi-&lt;br /&gt;jundi yang ingin memperjuangkan agama-Nya. Menjaga pergaulan dengan&lt;br /&gt;lawan jenis memang bukanlah hal yang mudah karena fitrah laki-laki&lt;br /&gt;adalah mencintai wanita dan demikian pula sebalikn! ya. Hanya&lt;br /&gt;dengan keimanan yang kokoh dan mujahadah sajalah yang membuat&lt;br /&gt;seseorang dapat istiqomah menjaga batas-batas ini.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Berikut ini adalah pelanggaran- pelanggaran yang masih sering&lt;br /&gt;terjadi:&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 1. Pulang Berdua&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; Usai rapat acara rohis, karena pulang ke arah yang sama maka&lt;br /&gt;akhwat pulang bersama di mobil ikhwan. Berdua saja. Dan musik&lt;br /&gt;yang diputar masih lagu dari Peterpan pula ataupun lagu-lagu cinta&lt;br /&gt;lainnya.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 2. Rapat Berhadap-Hadapan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; Rapat dengan posisi berhadap-hadapan seperti ini&lt;br /&gt;sangatlah 'cair' ! dan rentan akan timbulnya ikhtilath. Alangkah&lt;br /&gt;baiknya - bila belum mampu menggunakan hijab - dibuat jarak yang&lt;br /&gt;cukup antara ikhwan dan akhwat.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 3. Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; Bukankah ada pepatah yang mengatakan, "Dari mana datangnya cinta?&lt;br /&gt;Dari mata turun ke hati". Maka jangan kita ikuti seruan yang&lt;br /&gt;mengatakan, "Ah, tidak perlu gadhul bashar, yang penting &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; jaga&lt;br /&gt;hati!" Namun, tentu aplikasinya tidak harus dengan cara selalu&lt;br /&gt;menunduk ke tanah sampai-sampai menabrak dinding. Mungkin dapat&lt;br /&gt;disiasati dengan melihat ujung-ujung jilbab atau mata semu/samping.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 4. Duduk/ Jalan Berduaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; Duduk berdua di taman kampus untuk berdiskusi Islam (mungkin).&lt;br /&gt;Namun apapun alasannya, bukankah masyarakat kampus tidak ambil&lt;br /&gt;pusing dengan apa yang&lt;br /&gt;&gt; sedang didiskusikan karena yang terlihat di mata mereka adalah&lt;br /&gt;aktivis berduaan, titik. Maka menutup pintu fitn! ah ini adalah&lt;br /&gt;langkah terbaik kita.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 5. "Men-tek" Untuk Menikah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; "Bagaimana, ukh? Tapi nikahnya tiga tahun lagi. Habis, ana&lt;br /&gt;takut antum diambil orang." Sang ikhwan belum lulus kuliah&lt;br /&gt;sehingga 'men-tek' seorang akhwat untuk menikah karena takut&lt;br /&gt;kehilangan, padahal tak jelas juga kapan akan menikahnya. Hal ini&lt;br /&gt;sangatlah riskan.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 6. Telfon Tidak Urgen&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; Menelfon dan mengobrol tak tentu arah, yang tak ada nilai&lt;br /&gt;urgensinya.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 7. SMS Tidak Urgen&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; Saling berdialog via SMS mengenai hal-hal yang tak ada&lt;br /&gt;kaitannya dengan&lt;br /&gt;&gt; da'wah, sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 8. Berbicara Mendayu-Dayu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; "Deuu si akhiii, antum bisa aja deh?.." ucap sang akhwat kepada&lt;br /&gt;seorang ikhwan sambil tertawa kecil dan terdengar sedikit manja.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 9. Bahasa Yang Akrab&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; Via SMS, via kertas, via fax, via email ataupun via YM.&lt;br /&gt;Message yang disampaikan begitu akrabnya, "Oke deh Pak fulan,&lt;br /&gt;nyang penting rapatnya lancar ! khaaan. Kalau begitchu.., ngga usah&lt;br /&gt;ditunda lagi yah, otre deh :)." Meskipun sudah sering beraktivitas&lt;br /&gt;bersama, namun ikhwan-akhwat tetaplah bukan sepasang suami isteri&lt;br /&gt;yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya.&lt;br /&gt;&gt; Walau ini hanya bahasa tulisan, namun dapat membekas di hati si&lt;br /&gt;penerima ataupun si pengirim sendiri.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 10. Curhat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; "Duh, bagaimana ya?., ane bingung nih, banyak! masalah begini ?&lt;br /&gt;dan begitu, akh?." Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan,&lt;br /&gt;lalu ikatan hati, kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang&lt;br /&gt;bisa menganggu tribulasi da'wah. Apatah lagi bila yang dicurhatkan&lt;br /&gt;tidak ada sangkut pautnya dengan da'wah.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 11 Yahoo Messenger/Chatting Yang Tidak Urgen&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; YM termasuk fasilitas. Tidaklah berdosa bila ingin menyampaikan&lt;br /&gt;hal-hal penting di sini. Namun menjadi bermasalah bila topik&lt;br /&gt;pembicaraan melebar kemana-mana dan tidak fokus pada da'w! ah&lt;br /&gt;karena khalwat virtual bisa saja terjadi.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: lime;"&gt;&gt; 12. Bercanda ikhwan-akhwat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;&gt; "Biasa aza lagi, ukhtiii? hehehehe," ujar seorang ikhwan sambil&lt;br /&gt;tertawa. Bahkan mungkin karena terlalu banyak syetan di&lt;br /&gt;sekeliling, sang akhwat hampir saja mencubit lengan sang ikhwan.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Dalil untuk nomor 1-5:&lt;br /&gt;&gt; a. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah&lt;br /&gt;dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan&lt;br /&gt;seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang&lt;br /&gt;ketiganya ialah syaitan." (HR.Ahmad)&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; b. Allah SWT berfirman, "Katakanlah kepada orang laki-laki yang&lt;br /&gt;beriman,&lt;br /&gt;&gt; 'Hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara&lt;br /&gt;kemaluannya? ?"&lt;br /&gt;&gt; (QS.24: 30)&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; c. Allah SWT berfirman, "Katakanlah kepada wanita yang beriman,&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara&lt;br /&gt;kemaluannya! ??" (QS.24: 31)&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; d. Rasulullah SAW bersabda, "Pandangan mata adalah salah&lt;br /&gt;satu dari panah-panah iblis, barangsiapa menundukkannya karena&lt;br /&gt;Allah, maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya."&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; e. Rasulullah saw. Bersabda, "Wahai Ali, janganlah engkau ikuti&lt;br /&gt;pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya&lt;br /&gt;boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua&lt;br /&gt;adalah resiko bagimu." (HR Ahmad )&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Dalil untuk nomor 6-12:&lt;br /&gt;&gt; "... Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga&lt;br /&gt;berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya..." (Al&lt;br /&gt;Ahzab: 32)&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Penutup&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Di dalam Islam, pergaulan laki-laki dan perempuan sangatlah&lt;br /&gt;dijaga.&lt;br /&gt;&gt; Kewajiban berjillbab, menundukkan pandangan, tidak khalwat&lt;br /&gt;(berduaan), tidak ikhtilath (bercampur baur), tidak&lt;br /&gt;tunduk dalam berbicara (mendayu-dayu) dan dorongan Islam untuk&lt;br /&gt;segera menikah, itu semua adalah penjagaan tatanan kehidupan&lt;br /&gt;sosial muslim agar terjaga kehormatan dan kemuliaannya.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Kehormatan seorang muslim sangatlah dipelihara di&lt;br /&gt;dalam Islam, sampai-sampai untuk mendekati zinanya saja sudah&lt;br /&gt;dilarang. "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu&lt;br /&gt;adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; (QS. Al Isra:32).&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Pelanggaran di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang&lt;br /&gt;mendekati zina karena jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan&lt;br /&gt;mengarah pada zina yang sesungguhnya, na'udzubillah.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Maka, bersama-sama kita saling menjaga pergaulan ikhwan-&lt;br /&gt;akhwat. Wahai akhwat?., jagalah para ikhwan.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Dan wahai ikhwan?., jagalah para akhwat. Jagalah agar tidak&lt;br /&gt;terjerumus ke dalam kategori mendekati zina.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; "Ya Rabbi?, istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. Jangan&lt;br /&gt;sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat&lt;br /&gt;mengotori perjuangan kami di jalan-Mu, yang jika saja Engkau tak&lt;br /&gt;tampakkan kesalahan-kesalahan itu pada kami sekarang, niscaya&lt;br /&gt;kami tak menyadari kesalahan itu selamanya.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Ampunilah kami ya Allah.... Tolonglah kami membersihkannya&lt;br /&gt;hingga dapat bercahaya kembali cermin hati kami. Kabulkanlah ya&lt;br /&gt;Allah.... " &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; color: red;"&gt;"Hidup bermanfaat untuk dunia berguna untuk akhirat"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-5750462051006416774?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/5750462051006416774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=5750462051006416774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5750462051006416774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5750462051006416774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/10/sekedar-intermezzo-ikhtilat-kenapa_8129.html' title='Sekedar Intermezzo .... &quot; Ikhtilat Kenapa terjadi ?!?! &quot;'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-7813265627373377060</id><published>2008-10-08T09:09:00.002+07:00</published><updated>2008-10-08T09:14:00.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>tentang wanita</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;assalamualaikum wr.wb (nia anggraeni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah artikel tentang  :Istimewanya seorang Wanita Semoga bermanfaat.. Kaum feminis bilang susah  jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah&lt;br /&gt;ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1. Wanita auratnya  lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.&lt;br /&gt;2. Wanita perlu meminta  izin dari suaminya apabila mau keluar rumah&lt;br /&gt;tetapi tidak sebaliknya.&lt;br /&gt;3.  Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.&lt;br /&gt;4. Wanita  menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.&lt;br /&gt;5. Wanita perlu menghadapi  kesusahan mengandung dan melahirkan anak.&lt;br /&gt;6. Wanita wajib taat kepada  suaminya, sementara suami tak perlu taat&lt;br /&gt;pada isterinya.&lt;br /&gt;7. Talak terletak  di tangan suami dan bukan isteri.&lt;br /&gt;8. Wanita kurang dalam beribadat karena  adanya masalah haid dan&lt;br /&gt;nifas yang tak ada pada lelaki.&lt;br /&gt;Itu sebabnya  mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk"MEMERDEKAKAN&lt;br /&gt;WANITA  ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#008000;"&gt;Pernahkah kita lihat  sebaliknya (kenyataannya) ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;1. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1222501529_12"&gt;Benda&lt;/span&gt; yang  mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata  tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya  dengan seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah  lelaki wajib taatkepada ibunya 3 kali lebih utama  daripada kepada bapaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada  lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya  dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara  apabila lelaki menerima warisan,ia perlu/wajib juga  menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Wanita perlu bersusah  payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa  setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan  seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia  mati karena  melahirkan adalah syahid dan surga  menantinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan  dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu :  Isterinya , ibunya, anak perempuannya dan saudara  perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1222501529_13"&gt;tanggung jawab&lt;/span&gt; terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya,  ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu  surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4  syarat saja, yaitu :&lt;br /&gt;    sholat 5 waktu,&lt;br /&gt;    puasa di &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1216608834_0" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1222501529_14"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1223431708_0"&gt;bulan Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;    taat kepada suaminya dan&lt;br /&gt;    menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi  wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan  tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima  pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah  tanpa perlu mengangkat senjata. Masya ALLAH ! Demikian sayangnya  ALLAH pada wanita... kan Ingat firman Nya, bahwa mereka tidak  akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut / tunduk  kepada cara-cara / peraturan buatan mereka. (emansipasi ala  western) Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang  menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia,  sehingga segala hukumnya / peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi  manusia dibandingkan dengan segala peraturan/hukum uatan  manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jagalah isterimu karena dia  perhiasan, pakaian dan ladangmu sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan  agar kita (kaum lelaki) berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.  Adalah sabda&lt;br /&gt;Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak  perempuan mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah yang baik,  maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku&lt;br /&gt;kaidah yang  berbeda). Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk  apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan dan tegakkan kewajiban  agamamu, niscaya surga menantimu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-7813265627373377060?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/7813265627373377060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=7813265627373377060' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/7813265627373377060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/7813265627373377060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/10/tentang-wanita.html' title='tentang wanita'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-5406282538792869797</id><published>2008-09-22T11:38:00.003+07:00</published><updated>2008-09-22T12:08:31.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Ramadhan'/><title type='text'>Maksimalkan Ibadah 10 Hari Terakhir Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah bersabda: "Barang siapa yang mendirikan Lailatul Qadar dengan iman dan ketakwaan, maka Allah akan menghapuskan semua dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan malam Lailatul Qadar bermakna mengisi malam itu dengan berbagai ibadah dan menjauhkannya dari semua perbuatan maksiat, hingga dia benar-benar menjadi malam yang penuh kebaikan dan keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa amalan ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan sahabat pada malam-malam akhir Ramadhan untuk mengisi dan mendirikan Lailatul Qadar diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, mandi, berpakaian indah dan memakai harum-haruman. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Asim bahwa Huzaifah pernah mengerjakan qiyam (ibadah malam) Ramadhan bersama Rasulullah dan melihat bahwa Rasulullah SAW mandi pada malam itu. Ibnu Jarir pula berkata bahwa sahabat menyukai mandi pada malam-malam akhir bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula beberapa riwayat dari sahabat seperti Anas bin Malik dan ulama pada masa Tabi'in menyatakan bahwa mereka akan mandi, memakai baju indah dan memakai harum-haruman apabila berada pada akhir bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, sahabat dan tabi'in ini adalah satu upaya untuk menyambut dan merayakan dengan gembira kedatangan Lailatul Qadar, sambil berdo'a untuk mendapatkan keampunan dan keberkahan malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, melaksanakan shalat sunnah, I'tikaf serta memperbanyak membaca Al-Qur'an. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan satu hadits dari Siti Aisyah ra, berkata: "Adalah Rasulullah apabila telah masuk 10 akhir dari Ramadhan, maka Baginda akan menghidupkan malam-malamnya, membangunkan keluarganya dan mengikat pinggangnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat dan ulama berbeda pendapat dalam memberikan penafsiran terhadap hadits diatas. Akan tetapi mereka sepakat bahwa Rasulullah melebihkan ibadahnya pada 10 malam yang terakhir di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah yang biasa dilakukan pada malam Ramadhan adalah shalat Tarawih dan Witir serta membaca Al-Qur'an. Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Amru bin Ash berkata: "Barang siapa yang shalat pada malam Ramadhan dan membaca 10 ayat dari Al-Qur'an maka dia tidaklah dicatat sebagai orang yang lalai".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerjakan dan melaksanakan shalat serta membaca Al-Qur'an di malam 10 hari akhir Ramadhan sangatlah penting, hingga dalam satu riwayat dikatakan bahwa Rasulullah SAW melakukan shalat pada 10 akhir malam Ramadhan dan membaca Al-Qur'an dengan tertib.&lt;br /&gt;Rasulullah tidak akan melalui (dengan membaca) ayat-ayat rahmat kecuali berharap Allah SWT memberikan rahmat itu dan tidak melalui (dengan membaca) ayat-ayat adzab kecuali mohon perlindungan kepada Allah SWT dari azab itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat berjamaah juga sangat diutamakan pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan sehingga Imam Malik dan Imam Syafi'i berkata: "Siapa yang shalat isya dan subuh berjamaah pada malam Lailtul Qadar, dia telah mengambil bagiannya dari malam itu. Artinya orang yang mengerjakan shalat isya dan subuh saja dianggap telah mendapat sebagian dari Lailatul Qadar, apalagi mereka mengisinya dengan amalan lain sepanjang malam itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain shalat dan membaca Al Qur'an, 10 hari terakhir Ramadhan ini, biasanya diisi oleh Rasulullah dengan ber-i'tikaf di masjid dan tidak tidur bersama isteri-isterinya. Hal ini berdasarkan hadits dari Siti Aisyah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Berkata: Bahwa Rasulullah beriktikaf pada 10 hari terakhir hingga Rasulullah wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, dengan memperbanyak doa. Rasulullah bersabda: "Doa adalah otak segala ibadah. Doa juga kunci dari semua ibadah. Siti Aisyah diperintahkan oleh Rasulullah untuk memperbanyak doa pada 10 hari malam terakhir Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu hadits dari Siti Aisyah diriwayatkan Imam At-Tirmizi, Siti Aisyah diajarkan oleh Rasulullah SAW membaca doa pada malam Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama bersepakat bahwa doa yang paling utama pada malam Lailatul Qadar itu adalah doa yang meminta keampunan dan ke-maafan dari Allah SWT sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah kepada Siti Aisyah. Doanya berbunyi: Allahumma innaka afuwun tuhibbul afwa fa fu anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun, maka ampunilah aku ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam itu Allah SWT akan mengabulkan semua permohonan dan doa, terkecuali terhadap empat golongan manusia. Ibnu Abbas berkata: "Semua doa pada malam itu diterima terkecuali doa orang meminum arak, anak yang durhaka kepada ibu bapak, orang yang selalu bertengkar dan mereka yang memutuskan silaturahim".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah amalan ibadah, sebaiknya dilakukan pada malam 10 hari terakhir. Semoga kita termasuk orang yang mendapat keberkahan ibadah di malam 10 hari terakhir hingga selepas Ramadhan, seakan-akan anak yang baru lahir dari rahim ibunya, bersih dari segala dosa (fitrah).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-5406282538792869797?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/5406282538792869797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=5406282538792869797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5406282538792869797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5406282538792869797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/09/maksimalkan-ibadah-10-hari-terakhir.html' title='Maksimalkan Ibadah 10 Hari Terakhir Ramadhan'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-4793087672032119276</id><published>2008-09-20T08:57:00.008+07:00</published><updated>2008-09-20T09:13:22.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SainsTek'/><title type='text'>mengapa shalat menghadap ka'bah?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SNRZ-FtcacI/AAAAAAAAAHo/VmcuZYavnSU/s1600-h/_1832100_kabah_ap.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 217px; height: 203px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SNRZ-FtcacI/AAAAAAAAAHo/VmcuZYavnSU/s400/_1832100_kabah_ap.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247918389013014978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kenapa shalat harus, menghadap Ka'bah? Jawab yang paling gampang dan benar adalah, karena ini perintah Allah. Pada awalnya, shalatnya orang Islam pernah menghadap ke &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1221037929_0" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;Baitul Maqdis&lt;/span&gt; atau Masjid Al Aqsha di Palestina. Barangkali, karena rasululullah melakukan perjalanan Mi'raj di masjid Aqsha tersebut. Sehingga, kiblat shalat di arahkan ke sana .&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi seiring dengan perkembangan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1221037929_1" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;agama Islam&lt;/span&gt;, banyak orang-orang yahudi yang melecehkan umat Islam. Mereka mengatakan bahwa orang Islam kalau shalat menghadap ke Palestina, tanahnya orang yahudi. Tentu saja, ini membuat umat Islam waktu itu merasa tidak enak hati. Bahkan Rasulullah juga merasa tidak enak hati. Akan tetapi karena ini perintah Allah maka dijalani  dengan taat. Namun rasul memendam perasaan dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika Allah merespon perasaan umat Islam dan kegundahan Rasulullah pada waktu itu. Maka, saat umat Islam berjamaah di sebuah masjid di &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1221037929_2"&gt;Madinah&lt;/span&gt;, turunlah wahyu agar Rasulullah memindahkan kiblat dari masjid al Aqsha menuju ke arah Ka'bah di &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1221875786_3"&gt;Masjid al Haram&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu juga Rasulullah mengubah arah kiblatnya, menghadap ke Ka'bah meskipun sedang dalam keadaan shalat berjamaah. Sehingga sebagian makmumnya, waktu itu merasa kebingungan dengan perubahan mendadak itu. Lantas, sesudah shalat, Rasulullah menjelaskan bahwa beliau baru saja memperoleh perintah untuk memindahkan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1221037929_3" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;arah kiblat&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bergembiralah umat Islam. Dan, masjid di mana ayat itu turun, dinamakan masjid Kiblatain atau masjid  dengan dua kiblat. (QS. Al Baqarah : 142 - 150)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apakah fungsi kita menghadap Ka'bah Apakah untuk menyembahnya? Sama sekali tidak Karena kita tahu pasti bahwa kita hanya menyembah Allah. Ka'bah hanya berfungsi untuk memfokuskar pancaran-pancaran energi yang terjadi akibat orang bershalat di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita amati, setiap saat Ka'bah dilingkar oleh jamaah yang sedang bershalat. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1221037929_4"&gt;Mulai&lt;/span&gt; dari yang paling dekat di sekitar Ka'bah sampai yang terjauh di balik bumi Mekkah. Akan tetapi yang unik, semua jamaah itu berkeliling menghadap Ka'bah, yang berdiri di timur, menghadap ke barat, yang berada di barat menghadap ke timur. Demikian pula yang di selatan menghadap ke utara, dan sebaliknya yang di utara menghadap selatan. Jamaah shalat di seluruh dunia terus menerus melingkari Ka'bah, sepanjang hari sesuai dengan pergerakan matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  membayangkan, betapa telah terjadi ketegangan medan elektromagnetik antara orang-orang yang bershalat di seluruh dunia dengan Ka'bah. Kenapa demikian? Karena manusia yang bershalat itu sedang melakukan gerakan-gerakan meditasi energi. Mulai dari mengangkat tangan, sambil membaca takbir, kemudian rukuk, iktidal, sujud dan seterusnya. Setiap gerakan selalu memunculkan energi yang berbeda. Juga bergantung pada tingkat kekhusyukannya dalam berdoa sepanjang shalatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemahaman Fisika, jika ada benda bermuatan listrik bergerak-gerak secara periodik dengan basis gerakan berputar, maka akan terjadi medan elektromagnetik. Dalam hal shalat, gerakan yang dilakukan adalah gerakan yang berbasis pada gerakan berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: bertakbir dengan mengangkat tangan. Sebenarnya kita sedang melakukan penggalan gerakan berputar sejauh 180 derajat. Posisi tangan, tadinya menggantung ke bawah sejajar badan, kemudian  telapak tangannya diangkat sampai sejajar telinga. Kalau dibuat sudut pergerakan telapak tangannya, maka kita sedang menggerakan tangan kita sejauh 180 derajat. Kemudian kita mengembalikan ke posisi semula, atau bersedekap di perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula gerakan gerakan rukuk, iktidal dan sujud. Semua itu berupa penggalan gerakan berputar masing-masing, rukuk 90 derajat, iktidal 90 derajat, sujud 135 derajat. Setiap gerakan itu akan menghasilkan perubahan-perubahan pancaran energi dari tubuh kita, dan akan menghasilkan medan elektromagnetik antara kita dengan Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah medan elektromagnetik itu bisa terbentuk meskipun jarak kita dengan Ka'bah sangat jauh? Sangat bisa, karena kecepatan gelombang elektromagnetik itu sangatlah tinggi. Sehingga jarak ribuan kilometer bisa ditempuh dalam orde detik saja. Apalagi, kalau hati kita sudah memancarkan cahaya ilahiah, maka interaksi energial kita dengan Ka'bah itu  berlangsung hanya dalam orde sepersekian detik. Sebab, cahaya dengan kecepatan 300.000 km per detik itu mampu mengelilingi bumi 7,5 kali hanya dalam waktu 1 detik !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bagi mereka yang melakukan shalat dekat dengan Ka'bah. Interaksi energi itu menjadi demikian dahsyatnya. Apa pun alasannya, kedekatan antara Ka'bah dan orang yang bershalat akan menimbulkan dampak yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu yang bersamaan, seseorang yang bershalat di sekitar Ka'bah akan memperoleh akumulasi pancaran energi positif dari Ka'bah. yang pertama, disebabkan oleh energi nabi Ibrahim yang membekas di seluruh `petilasannya' . yang kedua, berasal dari putaran orang berthawaf di Ka'bah. Dan yang ketiga, berasal dari aktivitas shalat umat Islam di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, bisa kita bayangkan betapa besarnya manfaat (pahala) untuk bisa berdekatan dengan Ka'bah. Dalam konteks bershalat di sekitar Ka'bah, maka pantaslah  Rasulullah menyebutkan pahala 100.000 kali lipat dibandingkan pahala shalat sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jutaan jamaah yang shalat di seputar Ka'bah itu telah menyebabkan akumulasi energi yang sangat besar. Ibarat baterai yang digabungkan secara serial, jutaan manusia yang berisi miliaran bioelektron itu menghasilkan energi positif yang dahsyat pula. Energi itu, di satu sisi bergerak vertikal untuk berkomunikasi dengan Allah. Dan di sisi yang lain bergerak secara horisontal `menyirami' tubuh dan hati kita dengan frekuensi yang sangat tinggi, menetralisir berbagai&lt;br /&gt;ketidakstabilan dalam diri dan jiwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sekali lagi perlu saya ingatkan, bahwa manfaat energi positif itu bagi kita sangat bergantung pada penerimaan kita sendiri apakah hati kita terbuka untuk menerimanya. Jika tidak, maka pusaran energi yang dahsyat itu sama sekali tidak akan mampu merubah kondisi kita baik secara fisik maupun  kejiwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi kita pada waktu itu harus rendah hati dan khusyuk, sebagaimana lazimnya orang-orang yang berdoa dan bermunaiat kepada Allah. Dalam kondisi yang demikian, maka hati kita akan bergetar seperti digambarkan oleh Allah: "Yaitu orang-orang yang hatinya bergetar&lt;br /&gt;ketika disebut nama Allah."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-4793087672032119276?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/4793087672032119276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=4793087672032119276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4793087672032119276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/4793087672032119276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/09/kenapa-shalat-harus-menghadap-kabah.html' title='mengapa shalat menghadap ka&apos;bah?'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SNRZ-FtcacI/AAAAAAAAAHo/VmcuZYavnSU/s72-c/_1832100_kabah_ap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-5963963824585927260</id><published>2008-09-10T10:07:00.004+07:00</published><updated>2008-09-10T10:17:57.721+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SainsTek'/><title type='text'>Keajaiban Lebah Madu</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SMc7OAk8YsI/AAAAAAAAAHM/7qHff8qQRMg/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244225402955391682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 148px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" height="112" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SMc7OAk8YsI/AAAAAAAAAHM/7qHff8qQRMg/s320/images.jpg" width="144" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. (QS. An-Nahl, 16:68)&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lebah madu membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal. Sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain. Lebah menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit. Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat. Aspek lain yang mengagumkan adalah cara komunikasi antar lebah yang sulit untuk dipercaya. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya. Ia memberitahukan kepada lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus. Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah. Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu membuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah. Fenomena ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui “ilham” dari Allah swt sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 68 di atas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Satu-satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut. Allah menyatakan tugas lebah ini dalam Al-Qur'an:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl: 69)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahukah anda tentang manfaat madu sebagai salah satu sumber makanan yang Allah sediakan untuk manusia melalui serangga yang mungil ini?Madu tersusun atas beberapa molekul gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi dan fosfat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas madu bunga dan serbuk sari yang dikonsumsi lebah. Di samping itu di dalam madu terdapat pula tembaga, yodium dan seng dalam jumlah yang kecil, juga beberapa jenis hormon.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagaimana firman Allah, madu adalah “obat yang menyembuhkan bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Dalam konferensi tersebut didiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari dan propolis (getah lebah) dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter asal Rumania mengatakan bahwa ia mencoba menggunakan madu untuk mengobati pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh sama sekali. Para dokter asal Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa getah lebah (bee resin) dapat membantu menyembuhkan banyak penyakit seperti bawasir, penyakit kulit, penyakit ginekologis dan berbagai penyakit lainnya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-5963963824585927260?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/5963963824585927260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=5963963824585927260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5963963824585927260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5963963824585927260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/09/keajaiban-lebah-madu.html' title='Keajaiban Lebah Madu'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SMc7OAk8YsI/AAAAAAAAAHM/7qHff8qQRMg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-3137781705996676731</id><published>2008-09-10T09:42:00.005+07:00</published><updated>2008-09-10T10:07:22.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SainsTek'/><title type='text'>Keistimewaan Air Zam Zam</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SMc2a_bcSrI/AAAAAAAAAHE/rTzqCMhAgv8/s1600-h/Air.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244220128427264690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 172px; CURSOR: hand; HEIGHT: 160px" height="139" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SMc2a_bcSrI/AAAAAAAAAHE/rTzqCMhAgv8/s320/Air.jpg" width="120" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Air zam-zam memiliki kandungan yang berbeda dengan air biasa ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Benar, air zam-zam memiliki keistimewaan dalam zat-zat yang dikandungnya. Tentang hal ini, sejumlah peneliti dari Pakistan telah melakukan penelitian panjang dan akhirnya mereka menemukan hal ini. Dan Pusat Penelitian Haji pun sudah melakukan hal yang sama terhadap air zam-zam, maka mereka menemukan bahwa air zam-zam adalah air yang menakjubkan, berbeda dengan air pada umunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Sami Unqowy, Eng., Ketua Pusat Penelitian Haji, "Ketika kami melakukan penggalian untuk perluasan sumur zam-zam, maka setiap kali mengambil air zam-zam tersebut semakin bertambah air yang keluar, setiap kami mengambil airnya, bertambah pula air dari sumur zam-zam itu, ...maka kami menyibukkan diri untuk memompa (menyedot) air zam-zam itu dengan tiga kali sedotan agar kering sehingga memudahkan kami dalam memasang pondasi. Lalu, kami pun melakukan penelitian terhadap air zam-zam dari celah-celah mata airnya untuk mengetahui ada tidaknya bakteri. Maka, ternyata air zam-zam tesebut tidak mengandung satu jenis bakteri pun!! Murni dan bersih. Akan bisa terkontaminasi setelah dipindahkan pada bejana atau ember, maka polutan pun masuk kepadanya !! Akan tetapi air itu bersih dan suci tidak terdapat bakteri apapun. Ini adalah keistimewaan air zam-zam. Dan diantara keistimewaan lainnya adalah engkau masih bisa menikmati air zam-zam itu sampai sekarang, dan terus mengalir sejak zaman Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam sampai kini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Berapa usia sumur biasa untuk tetap bisa mengeluarkan air ? 50 tahun, 100 tahun, dikeduk airnya dan habis. Maka air zam-zam ini terus-menerus mengeluarkan air!!?.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Rasulullah bersabda, "Air zam-zam adalah sesuai dengan tujuan orang yang meminumnya" (HR. Ahmad.Benar, aku mengetahui ini dengan sebenar-benarnya tentang kisah seorang laki-laki asal Yaman, aku mengenalnya dan dia adalah sahabatku, dia adalah orang yang sudah tua, pandangan matanya sudah melemah... karena sebab usianya yang sudah lanjut, hampir saja ia tidak bisa melihat ! Ia selalu membaca Al-Qur'an, dan dia sangat bersemangat untuk selalu membacanya... dia selalu memperbanyak membacanya, di sisinya ada mushaf kecil; mushhaf kecil itu serasa tidak ingin berpisah dengannya, akan tetapi karena melemahnya kekuatan matanya, apa yang harus ia perbuat?! Ia pun berkata, "Katanya air zam-zam itu bisa jadi obat, maka akupun mendatangi zam-zam itu, lalu aku pun mengambil dan meminumnya, tiba-tiba aku pun mulai bisa melihat kembali tulisan mushhaf." Aku melihat ia pun mengambil mushhaf kecilnya dari saku dan membacanya. Ia pun berkata, "Ini berkat aku meminum air zam-zam itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Maka, wahai saudara-saudaraku yang mulia. Ini adalah hadits Rasulullah. Akan tetapi do'a syaratnya adalah pelakunya harus yakin doanya akan dikabulkan, ia memenuhi perintah Allah; orang yang berdo'a memenuhi syarat sebagaimana firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Dan jika para hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka jawablah bahwa Aku dekat, Aku mengabulkan do'anya orang-orang yang berdoa, maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan mengimani Aku agar mereka mendapat bimbingan (Q.S. Al-Baqarah: 186)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#006600;"&gt;Yusriyah Sembuh dari Penyakit Mata Sebelah Kirinya setelah Minum Air Zam-Zam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Seorang ikhwah yang baru pulang dari haji bercerita. Kata dia, "Seorang ibu yang mulia namanya Yusriyah Abdurrahman Hiraz ikut bersama kami melakukan haji dalam rombongan Departemen Wakaf Mu'jizat yang terjadi karena barokah air zam-zam. Ia berkata, "Yusriyah pernah menderita penyakit mata yang disebabkan oleh bakteri nyamuk bertahun-tahun hingga menyebabkan migran (sakit kepala sebagian) sepanjang siang dan malam dan tidak mereda sedikitpun, ... sampai akhirnya mata kirinya tersebut tidak bisa melihat sama sekali karena adanya selaput putih di matanya. Maka ia pun pergi ke salah seorang dokter spesialis mata ternama. Tapi dokter tersebut mengatakan, "Tidak ada cara lain untuk menyembuhkan migran tersebut (sebagai efek sakit matanya) kecuali dengan menyuntik mata tersebut, akan tetapi itu pun akan berakibat kebutaan untuk selamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Maka, Ny. Yusriyah semakin bertambah ketakutan mendengar perkataan dokter itu. Akan tetapi, ia adalah orang yang percaya benar dan merasa tenteram dengan rahmat Allah. Dan hal itu akan mendatangkan sebab pengobatan sakitnya, demikian setelah mendengar penegasan para dokter tentang sakit yang ia derita itu... Maka, ia pun berkeinginan untuk melakukan umrah, sehingga memungkinkan mendapat obat dan penawar langsung dari Allah di Baitullah Al-Haram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Maka, ia pun datang ke Mekkah dan thawaf di Ka'bah -waktu itu belum ramai orang-orang besar demikian kata beliau- sehingga ia bisa mencium hajar aswad dan menyentuhkan matanya yang sakit padanya ... lalu ia pun pergi menuju air zam-zam dan meminum satu cangkir serta mencuci matanya dengan air zam-zam itu ... setelah itu, ia pun meneruskan sa'i, lalu kembali ke Ghandaq tempat ia memulai ihram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Maka, aku menemuinya sekembalinya dari Ghandaq dan matanya yang sakit menjadi sehat sempurna, dan penyakit matanya pun hilang tanpa ada bekas sedikitpun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Bagaimana mungkin penyakit bisa hilang (diangkat) tanpa ada operasi?? Dan, bagaimana mungkin pandangan matanya bisa kembali sehat seperti biasa tanpa diobati?? Dan ilmu kedokteran yang mengobati penderitaannya tidak mampu melakukan apapun, kecuali membenarkan keagungan Allah yang Maha Besar; bahwa ibu yang sakit ini, yang para dokter gagal membantu pengobatannya, telah diobati oleh Dzat Yang Maha Mengobati, ketika ia melakukan kunjungan ibada (Umrah), sebagaimana Rasululah kabarkan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Air zam-zam tergantung niat orang yang meminumnya, jika engkau meniatkan dalam meminumnya untuk mengobatimu, maka Allah akan menyembuhkanmu; jika engkau niatkan agar engkau kenyang, maka Allah menjadikanmu kenyang; jika engkau meniatkannya untuk menghilangkan haus, maka Allah akan menghilangkan kehausanmu, dan zam-zam itu adalah cekungan yang dibuat oleh Jibril dan air yang mengalir yang Allah berikan kepada Ismail (HR. Daraquthni).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#006600;"&gt;Keluarnya Batu Tanpa Operasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Dan kisah seperti ini serta kisah-kisah lainnya pun kami pernah mendengarnya dari sahabat-sahabat kami, atau pun kami membacanya. Dan itu semua meskipun menunjukkan kepada sesuatu hal, akan tetapi itu menunjukkan atas benarnya perkataan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang sumur yang penuh barakah ini (zam-zam).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Yang mengisahkan cerita ini adalah Dr. Farouq 'Antar. Beliau berkata, "Aku telah menderita kencing batu selama bertahun-tahun. Para dokter menyatakan tidak mampu mengeluarkannya kecuali dengan operasi. Akan tetapi aku mengurungkan niat operasi itu dua kali, kemudian aku aku berniat untuk melakukan umrah, dan aku memohon kepada Allah agar memberikan kesembuhan kepadaku tanpa operasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#000099;"&gt;Maka, Dr. Farouq pun pergi ke Mekkah, dan melakukan umrah di sana serta minum air zam-zam, mencium hajar aswad, sholat dua rakaat sebelum keluar dari Masjidil Haram, maka tiba-tiba ia merasakan sesuatu di kantung kemihnya, maka ia pun bergegas ke kamar kecil. Maka, ternyata sesuatu yang menakjubkan telah terjadi, keluar batu yang lumayan besar, dan ia pun sembuh tanpa harus masuk ke ruang operasi.Dan sungguh ketika keluarnya batu telah mengejutkan dirinya dan para dokter yang selalu mengikuti perkembangan kesehatannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-3137781705996676731?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/3137781705996676731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=3137781705996676731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/3137781705996676731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/3137781705996676731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/09/air-zam-zam-memiliki-kandungan-yang.html' title='Keistimewaan Air Zam Zam'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xW7ZSsKYTAM/SMc2a_bcSrI/AAAAAAAAAHE/rTzqCMhAgv8/s72-c/Air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-6815125572631602823</id><published>2008-09-06T13:26:00.004+07:00</published><updated>2008-09-07T18:23:45.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Ramadhan'/><title type='text'>Tips &amp; Trik Selama Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;:: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;PUASA&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;::&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Bagi yang sulit bangun pagi, cobalah tips-tips berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;1. Pasanglah alarm sebanyak mungkin. Aktifkan alarm handphone, jam weker, kalau perlu minta teman untuk membangunkan sahur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;2. Tidur lebih cepat kalau perlu langsung tidur sehabis tarawih biar pas sahur nggak ngantuk .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;3. Minta orang rumah untuk menggedor-gedor pintu supaya kaget lalu terbangun tapi bagi yang punya penyakit jantung diharapkan tidak mengikuti saran ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Dalam hal menahan nafsu, cobalah tips-tips berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;1. Dalam menahan nafsu makan dan minum, cobalah menghindari restoran, tempat makan, warteg dll. Pakai kacamata kuda biar pandangan lurus ke depan sehingga tidak tengok kiri-kanan yang merupakan kawasan kuliner.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;2. Sembunyikan koleksi-koleksi maksiat di bawah tempat tidur atau di dalam lemari yang paling dalam sehingga tidak mengundang nafsu ketika puasa. Ingat, puasa tidak hanya menahan nafsu makan dan minum saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;3. Tutupi poster tidak senonoh dengan jadwal puasa. Apabila poster seukuran pintu, print jadwal puasa yang tak kalah besar. Sehingga menutupi poster laknat tersebut. Atau kalau perlu discan dan diubah pakai photoshop agar lebih islami. Contohnya ini: Miyabi saja bisa pakai jilbab selama bulan puasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Dalam mengatasi masalah-masalah lain.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;1. Masalah bau mulut. Biasanya ketika puasa masalah ini dihadapi oleh semua yang menjalankan puasa. Upayakan menggosok gigi dengan rajin, tapi harus hati-hati. Jangan sampai airnya terminum (apalagi dengan sengaja) karena dapat membatalkan puasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;2. Kurangi berbicara, selain hemat energi, tidak bikin mual (karena bau nafas naga yang bahkan bisa mematikan), juga menghindari dosa akan bergosip. Ingat, puasa tidak hanya menahan nafsu makan dan minum saja. Namun juga menahan nafsu bergosip.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;3. Masalah waktu selama menjalankan puasa. Supaya waktu puasa tak berasa lama, isi waktu anda dengan sebaik mungkin dan lakukan sesuatu yang berguna. Jangan pas puasa kerjanya molor terus. Makruh ituh! Perbanyak dzikir, membaca Al-Quran atau blogging hehe…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;4. Ketika sudah berbuka puasa, makanlah secukupnya. Jangan langsung makan seperti babi dan ‘balas dendam’ dengan memakan semua yang tersebar di meja makan secara brutal . Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan secara drastis. Kunyahlah makanan secara pelan-pelan karena lambung tentunya kaget setelah tidak ada asupan selama 14 jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;::&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;TARAWIH&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;::&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Berikut adalah tips-tips melakukan sholat tarawih.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;1. Datang lebih cepat supaya mendapatkan posisi sholat yang enak. (Dapat di depan, biar bisa mendengarkan ceramah dengan jelas. Pilih tempat di pojok biar nggak kelihatan kalau molor. Atau dekat tempat wudhu, jadi kalau kentut langsung bisa lari ke tempat wudhu ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;2. Jika takut sandal anda hilang, taruhlah sandal di tempat yang berbeda. Misalnya, sandal sebelah kanan taruh di pojok pintu masuk sebelah kanan. Sedangkan sandal sebelah kiri, ditaruh di pojok pintu sebelah kiri. Dijamin tidak akan ada yang mengambil karena disangkain sandal hilang hohoho…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;3. Pilih jumlah rakaat tarawih sesuai kemampuan. Jangan pilih yang 20 rakaat apabila tidak mampu alias kecapean karena habis makan harus melakukan gerakan-gerakan sholat secara berulang-ulang padahal kegiatan ini bisa menurunkan berat badan lho. Tapi memang lebih baik lagi apabila mau melaksanakan tarawih 20 rakaat. IMO lho…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;4. Bawa alat perekam untuk merekam ceramah sehingga anda bisa molor dapat mendengarkannya secara berulang-ulang sampai ceramah tersebut dapat dijadikan postingan merasuk ke dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Selamat Menunaikan Ibadah Puasa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-6815125572631602823?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/6815125572631602823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=6815125572631602823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/6815125572631602823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/6815125572631602823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/09/tips-trik-selama-bulan-ramadhan.html' title='Tips &amp; Trik Selama Bulan Ramadhan'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-717256594820340920</id><published>2008-09-06T13:10:00.002+07:00</published><updated>2008-09-06T13:19:56.612+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Ramadhan'/><title type='text'>Tips Sehat Lahir Batin Saat Ramadhan</title><content type='html'>1.  Tidurlah setelah sholat tarawih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Bangun pada awal sepertiga malam, minum air putih 2 gelas (400 cc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Bagi yang belum witir dapat menambah Qiyamul Lail kemudian witir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Sebelum makan sahur, minum setengah gelas minuman dengan PH sedikit asam (sari jeruk, anggur, apel, nanas, yoghurt, dsb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Makan sahur dimulai dengan menu daging, ikan, atau telur dilanjutkan dengan nasi, sayur, dan buah.&lt;br /&gt;Ditutup dengan secangkir kopi atau teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Shubuh - dhuha, Usahakan jangan tidur setelah sholat shubuh. Isikan dengan tilawah Qur'an, dan dapat diselingi dengan olahraga, relaksasi seperti jalan santai di seputar rumah atau kebun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Dhuha  -  sekitar jam 10 WIB diisi dengan kegiatan afektif (silaturahmi, mencari data ataupun mengevaluasi diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Jam 10 WIB - Dzuhur diisi dengan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian.&lt;br /&gt;Sholat Dzuhur lengkap dengan sunnah rawatib ba’da Dzuhur - Ashar untuk melakukan aktivitas kognitif (pekerjaan yang mengutamakan kecerdasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Ashar - Maghrib digunakan untuk kegiatan yang memerlukan kebijaksanaan (menegur anak, memperingatkan staf di kantor atau saling menasehati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Pada saat berbuka, awalilah dengan sedikit makanan manis, diikuti dengan air putih lalu sholat maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  Usai sholat makan malam dengan mendahulukan daging, ikan, telur, tahu, tempe, baru nasi, sayur, dan buah.&lt;br /&gt;Tutup dengan secangkir teh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-717256594820340920?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/717256594820340920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=717256594820340920' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/717256594820340920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/717256594820340920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/09/tips-sehat-lahir-batin-saat-ramadhan.html' title='Tips Sehat Lahir Batin Saat Ramadhan'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-5894298015475879124</id><published>2008-09-05T13:19:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T13:20:25.717+07:00</updated><title type='text'>Marhaban Ya Ramadhan, welcome Ramadhan</title><content type='html'>&lt;span style="FONT-STYLE: normal;font-family:Verdana;" &gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah berikan kepada kami barakah pada bulan Rajab, Sya'ban dan berikanlah kami kesempatan untuk berjumpa kembali dengan RamadhanMu yang suci...kabulkanlah ya Allah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan di atas merupakan untaian do'a yang dilantunkan oleh para shahabat enam bulan sebelum orang-orang yang di cintai Allah tersebut bertemu dengan bulan Ramadhan. Bisa kita bayangkan betapa berharga dan istimewanya Ramadhan bagi mereka sehingga kedatangannya sangat dinanti dan dirindukan, hingga Rasulullah menyatakan: "sekiranya ummmatku mengetahui akan kandungan yang dibawa bulan Ramadhan, maka semuanya akan berharap agar sepanjang tahun berisi hanya bulan Ramadhan ". Bagaimana dengan kita, apakah Ramadhan merupakan suatu hal yang special di hati kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bulan sya'ban akan berakhir dan Ramadhan segera menjelang, Rasulullah saw memberikan bekalan ruhani kepada para shahabat mengenai bulan suci Ramadhan. Rasulullah menganjurkan kepada para shahabat untuk memperbanyak melakukan amal ibadah karena ibadah pada bulan Ramadhan nilai pahalanya akan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat atau lebih, Rasulullah juga menganjurkan sekali untuk memberi makanan berbuka (iftor) kepada orang-orang yang berpuasa karena bagi orang tersebut akan mendapat pahala dari orang yang diberi bukaan tanpa mengurangi pahala orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shahabat bertanya : Ya, rasulullah saya tidak mempunyai apa-apa yang berharga untuk diberikan kepada orang yang berpuasa, Rasulullah menjawab : Sediakanlah apapun yang kau punya walaupun hanya sepotong kurma, seteguk air ataupun segelas susu asam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan-keistimewaan lain yang dapat kita peroleh pada bulan Ramadhan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan merupakan bulan yang permulaannya penuh rahmat, pertengahannya penuh dengan ampunan dan akhirnya penuh dengan kebebasan dari api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan mengampuni dosa-dosa yang terdahulu bagi orang-orang yang melakukan puasa semata-mata karena keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukanya pintu-pintu syurga dan tertutupnya pintu-pintu neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah wajib yang dilakukan pada bulan Ramadhan akan dilipatgandakan nilai pahalanya, dan bila melakukan ibadah sunah pahalanya sama dengan ibadah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bulan Ramadhan tersebut ada satu malam yang dinamakan malam lailatul qadr yang barang siapa beribadah pada malam tersebut nilai pahalanya lebih dari beribadah selama 1000 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERSIAPAN MENJELANG RAMADHAN &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para shahabat membagi waktu dalam setahun ini menjadi dua bagian, enam bulan menjelang Ramadan, mereka sibuk untuk melakukan persiapan menjelang Ramadhan, enam bulan setelah Ramadhan mereka gunakan untuk mengevaluasi dan memohon pada Allah agar amal ibadah di bulan Ramadhan tersebut dapat bernilai dan diterima oleh Allah. Persiapan-persiapan apa saja yang shahabat contohkan sehingga ketika kita memasuki bulan puasa tersebut, kita dalam keadaan siap lahir bathin dan akan memperolah hasil maksimal disisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita menyambut bulah suci ini dengan suka cita dan penuh kerinduan sehingga dapat menumbuhkan motivasi/semangat dalam menjalankan segala amal ibadah di bulan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyempurnakan segala kekurangan yang ada pada masa yang lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sempurnakanlah hutang-hutang puasa ramadhan yang lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesaikanlah segala utang piutang yang telah jatuh tempo dan janganlah sungkan untuk bertanya pada sesama rekan mengenai hutang-hutang kita, dikhawatirkan tanpa kita sadari ada hutang yang belum terbayar, walaupun jumlahnya kecil janganlah dianggap sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perbaikilah hubungan antar manusia dengan silaturahim dan saling memaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah kembali buku-buku mengenai Fiqhusshaum (hukum-hukum puasa) sehingga dalam melaksanakannya kita merasa yakin bahwa ibadah yang kta lakukan sesuai dengan yang disyariatkan, tidak hanya ikut-ikutan, dan akan bernilai tinggi disisi Allah karena dilakukan atas dasar ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat bulan Ramadhan, jadwal waktu makan kita, tidur dan segala aktivitas kita akan berubah, yang secara otomatis akan berpengaruh dengan tubuh kita, oleh karena itu dibutuhkan persiapan fisik yang prima sehingga perubahan jadwal aktivitas tersebut tidak mengurangi etos kerja kita. Janganlah puasa Ramadhan ini dijadikan kambing hitam untuk mentolerir penurunan etos kerja kita. Akan lebih baik lagi bila pada bulan Sya'ban ini kita banyak melakukan puasa sebagai sarana latihan menjelang Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan terakhir yang tidak kalah penting adalah persiapan materi untuk memenuhi kebutuhan sepanjang bulan ramadhan dan untuk keperluan berinfaq dan shodaqoh, kebutuhan ini harus dipenuhi terutama bagi orang-orang berni'at untuk beri'tikaf (berdiam di mesjid dengan tujuan untuk mendekatkan diri pada Allah swt).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: normal;font-family:Verdana;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-5894298015475879124?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/5894298015475879124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=5894298015475879124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5894298015475879124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5894298015475879124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/09/marhaban-ya-ramadhan-welcome-ramadhan.html' title='Marhaban Ya Ramadhan, welcome Ramadhan'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-6750132793262380134</id><published>2008-09-05T13:17:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T13:18:56.918+07:00</updated><title type='text'>16 kekeliruan umum selama ramadhan</title><content type='html'>&lt;span style="FONT-STYLE: normal;font-family:Verdana;" &gt;Meski Ramadhan bulan adalah bulan ampunan, untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang kini ‘menyapa’ kita, di bawah ini kami sarikan 16 kekeliruan umum yang sering dialami umat Islam selama Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin. “Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka”. (HR. Ibnu Majah &amp;amp; Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setiap kali usai kita menunaikan ibadah shiyam, nampaknya terasa ada saja yang kurang sempurna dalam pelaksanaannya, semoga poin-poin kesalahan yang acap kali masih terulang dan menghinggapi sebagian besar umat ini dapat memberi kita arahan dan panduan agar puasa kita tahun ini, lebih paripurna dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merasa sedih, malas, loyo dan tak bergairah menyambut bulan suci Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acapkali perasaan malas segera menyergap mereka yang enggan menahan rasa payah dan penat selama berpuasa. Mereka berasumsi bahwa puasa identik dengan istirahat, break dan aktifitas-aktifitas non-produktif lainnya, sehingga ini berefek pada produktifitas kerja yang cenderung menurun. Padahal puasa mendidik kita untuk mampu lebih survive dan lebih memiliki daya tahan yang kuat. Sejarah mencatat bahwa kemenangan-kemenangan besar dalam futuhaat (pembebasan wilayah yang disertai dengan peperangan) yang dilancarkan oleh Rasul dan para sahabat, terjadi di tengah bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ini menjadi motivator bagi kita semua, agar tidak bermental loyo &amp;amp; malas dan tidak berlindung di balik kata “Aku sedang puasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berpuasa tapi enggan melaksanakan shalat fardhu lima waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini penyakit yang --diakui atau tidak-- menghinggapi sebagian umat Islam, mereka mengira bahwa Ramadhan cukup dijalani dengan puasa semata, tanpa mau repot mengiringinya dengan ibadah shalat fardhu. Padahal shalat dan puasa termasuk rangkaian kumulatif (rangkaian yang tak terpisah/satu paket) rukun Islam, sehingga konsekwensinya, bila salah satunya dilalaikan, maka akan berakibat gugurnya predikat “Muslim” dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berlebih-lebihan dan boros dalam menyiapkan dan menyantap hidangan berbuka serta sahur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini biasanya menimpa sebagian umat yang tak kunjung dewasa dalam menyikapi puasa Ramadhan, kendati telah berpuluh-puluh kali mereka melakoni bulan puasa tetapi tetap saja paradigma mereka tentang ibadah puasa tak kunjung berubah. Dalam benak mereka, saat berbuka adalah saat “balas dendam” atas segala keterkekangan yang melilit mereka sepanjang + 12 jam sebelumnya, tingkah mereka tak ubahnya anak berusia 8-10 tahun yang baru belajar puasa kemarin sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berpuasa tapi juga melakukan ma’siat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal makna berpuasa bermakna menahan diri dari segala aktifitas, dalam Islam, ibadah puasa membatasi kita bukan hanya dari aktifitas yang diharamkan di luar Ramadhan, bahkan puasa Ramadhan juga membatasi kita dari hal-hal yang halal di luar Ramadhan, seperti; Makan, minum, berhubungan suami-istri di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, jika yang halal saja kita dibatasi, sudah barang tentu hal yang haram, jelas lebih dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dengan masa training selama sebulan ini akan mendidik kita menahan pandangan liar kita, menahan lisan yang tak jarang lepas kontrol, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang belum mampu meninggalkan perkataan dosa (dusta, ghibah, namimah dll.) dan perbuatan dosa, maka Allah tak membutuhkan puasanya (pahala puasanya tertolak)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sibuk makan sahur sehingga melalaikan shalat shubuh, sibuk berbuka sehingga melupakan shalat maghrib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelaku poin ini biasanya derivasi dari pelaku poin 3, mengapa ? Sebab cara pandang mereka terhadap puasa tak lebih dari ; “Agar badan saya tetap fit dan kuat selama puasa, maka saya harus makan banyak, minum banyak, tidur banyak sehingga saya tak loyo”. Kecenderungan terhadap hak-hak badan yang over (berlebihan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Masih tidak merasa malu membuka aurat (khusus wanita muslimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya momen Ramadhan bila dijalani dengan segala kerendahan hati, akan mampu menyingkap hijab ketinggian hati dan kesombongan sehingga seorang Muslimah akan mampu menerima segala tuntunan dan tuntutan agama ini dengan hati yang lapang. Menutup aurat, misalnya, akan lebih mudah direalisasi ketimbang di bulan selain Ramadhan. Mari kita hindari sifat-sifat nifaq yang pada akhir-akhir ini sangat diumbar dan dianggap sah, Ramadhan serba tertutup, saat lepas Ramadhan, lepas pula jilbabnya, inilah sebuah contoh pemahaman agama yang parsial (setengah-setengah), tidak utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menghabiskan waktu siang hari puasa dengan tidur berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ini adalah akibat dari pemahaman yang kurang tepat dari sebuah hadits Rasul yang berbunyi “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah” Memang selintas prilaku tidur di siang hari adalah sah dengan pedoman hadits diatas, namun tidur yang bagaimana yang dimaksud oleh hadits diatas? Tentu bukan sekedar tidur yang ditujukan untuk sekedar menghabiskan waktu, menunggu waktu ifthar (berbuka) atau sekedar bermalas-malasan, sehingga tak heran bila sebagian -besar- umat ini bermental loyo saat berpuasa Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih tepat bila hadits diatas difahami dengan; Aktifitas tidur ditengah puasa yang berpahala ibadah adalah bila;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur proporsional tersebut adalah akibat dari letih dan payahnya fisik kita setelah beraktifitas; Mencari rezeki yang halal, beribadah secara khusyu’ dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur proporsional tersebut diniatkan untuk persiapan qiyamullail (menghidupkan saat malam hari dengan ibadah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur itu diniatkan untuk menghindari aktifitas yang –bila tidak tidur- dikhawatirkan akan melanggar rambu-rambu ibadah Ramadhan, semisal ghibah (menggunjing), menonton acara-acara yang tidak bermanfaat, jalan-jalan untuk cuci mata dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman hadits diatas nyaris sama dengan pemahaman hadits yang menyatakan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum daripada minyak misk (wangi) disisi Allah, bila difahami selintas maka akan menghasilkan pengamalan hadits yang tidak proporsional, seseorang akan meninggalkan aktifitas gosok gigi dan kebersihan mulutnya sepanjang 29 hari karena ingin tercium bau wangi dari mulutnya, faktanya bau mulut orang yang berpuasa tetap saja akan tercium kurang sedap karena faktor-faktor alamiyah, adapun bau harum tersebut adalah benar adanya secara maknawi tetapi bukan secara lahiriyah, secara fiqh pun, bersiwak atau gosok gigi saat puasa adalah mubah (diperbolehkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Meninggalkan shalat tarwih tanpa udzur/halangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwa shalat tarawih adalah sunnah tetapi bila dikaji secara lebih seksama niscaya kita akan dapatkan bahwa berpuasa Ramadhan minus shalat tarawih adalah suatu hal yang disayangkan, mengingat amalan sunnah di bulan ini diganjar sama dengan amalan wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Masih sering meninggalkan shalat fardhu 5 waktu secara berjama’ah tanpa udzur/halangan (terutama untuk laki-laki muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum shalat fardhu secara berjama’ah di masjid di kalangan para fuqaha’ adalah fardhu kifayah, bahkan ada yang berpendapat bahwa hukumnya adalah fardhu ‘ain, berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang mengisahkan bahwa beliau rasanya ingin membakar rumah kaum Muslimin yang tidak shalat berjama’ah di masjid, sebagai sebuah ungkapan atas kekecewaan beliau yang dalam atas kengganan umatnya pergi ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bersemangat dan sibuk beribadah sunnah selama Ramadhan tetapi setelah Ramadhan berlalu, shalat fardhu lima waktu masih tetap saja dilalaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pun contoh dari orang yang tertipu dengan Ramadhan, hanya sedikit lebih berat dibanding poin-poin diatas. Karena mereka Hanya beribadah di bulan Ramadhan, itupun yang sunnah-sunnah saja, semisal shalat tarawih, dan setelah Ramadhan berlalu, berlalu pula ibadah shalat fardhunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Semakin jarang membaca Al Qur'an dan maknanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Semakin jarang bershadaqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tidak termotivasi untuk banyak berbuat kebajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tidak memiliki keinginan di hatinya untuk memburu malam Lailatul Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin nomor 8, 10, 11, 12 dan 13 secara umum, adalah indikasi-indikasi kecilnya ilmu, minat dan apresiasi yang dimiliki oleh seseorang terhadap bulan Ramadhan, karena semakin besar perhatian dan apresiasi seseorang kepada Ramadhan, maka sebesar itu pula ibadah yang dijalankannya selama Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Biaya belanja &amp;amp; pengeluaran (konsumtif) selama bulan Ramadhan lebih besar &amp;amp; lebih tinggi daripada pengeluaran di luar bulan Ramadan (kecuali bila biaya pengeluaran itu untuk shadaqah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Lebih menyibukkan diri dengan belanja baju baru, camilan &amp;amp; masak-memasak untuk keperluan hari raya pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Lebih sibuk memikirkan persiapan hari raya daripada amalan puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lebih sibuk apa yang dipakai di hari raya dibanding memikirkan apakah puasanya pada tahun ini diterima oleh Allah Ta’aala atau tidak Orang-orang yang biasanya mengalami poin-poin nomor 14, 15 dan 16 adalah orang-orang yang tertipu oleh “fatamorgana Ramadhan”, betapa tidak ? Pada hari-hari puncak Ramadhan, mereka malah menyibukkan diri mereka dan keluarganya dengan belanja ini-itu, substansi puasa yang bermakna menahan diri, justru membongkar jati diri mereka yang sebenarnya, pribadi-pribadi “produk Ramadhan” yang nampak begitu konsumtif, memborong apa saja yang mereka mampu beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa ratusan ribu hingga jutaan rupiah mengalir begitu saja, padahal di luar Ramadhan, belum tentu mereka lakukan. Semoga sentilan yang menyatakan bahwa orang Islam tidak konsisten dengan agamanya, karena di bulan Ramadhan yang seharusnya bersemangat menahan diri dan berbagi, ternyata malah memupuk semangat konsumerisme dan cenderung boros, dapat menggugah kita dari “fatamorgana Ramadhan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menganugerahi kita dengan rahmat-Nya, sehingga mampu menghindari kesalahan-kesalahan yang kerap kali menghinggapi mayoritas umat ini, amin. Hanya dengan keikhlasan, perenungan dan napak tilas Rasul, insya Allah kita mampu meng-up grade (naik kelas) puasa kita, wallaahu a’lam bis shawaab. (Ahmad Rizal, Alumni STAIL, dan KMI Gontor-Ponorogo/Hidayatullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: normal;font-family:Verdana;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-6750132793262380134?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/6750132793262380134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=6750132793262380134' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/6750132793262380134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/6750132793262380134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/09/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan.html' title='16 kekeliruan umum selama ramadhan'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-7456201834161299487</id><published>2008-09-05T13:16:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T13:17:23.384+07:00</updated><title type='text'>Keutamaan bulan Ramadhan dan beramal didalamnya</title><content type='html'>&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: normal;font-family:Verdana;" &gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda : Ketika datang bulan Ramadhan: Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu Neraka ditutup, Setan- Setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilanya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya (tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini). ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Urfujah, ia berkata : Aku berada di tempat 'Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia diam. Ia berkata: maka ia menerangkan tentang puasa Ramadhan ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadhan: Di bulan Ramadhan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam bulan ini Setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat kejelekan berhentilah&lt;br /&gt;(dari perbuatan jahat). Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan." (Riwayat Ahmad dan Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Shalat Lima waktu, Shalat Jum'at sampai Shalat Jum'at berikutnya, puasa Ramadhan sampai puasa Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi." ( H.R.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: puasa dan Qur'an itu memintakan syafa’at seseorang hamba di hari Kiamat nanti. puasa berkata : Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk&lt;br /&gt;memintakan syafa'at baginya. Dan berkata pula AL-Qur'an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari (karena membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memintakan syafaat." ( H.R. Ahmad, Hadits Hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut " Rayyaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang puasa? (untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu&lt;br /&gt;maka ditutuplah pintu itu." (HR. Bukhary Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN : Kesemua Hadits di atas memberi pelajaran kepada kita, tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan beramal didalamnya, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bulan yang penuh Barakah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri. (dalil 1 &amp;amp; 2).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa't.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah. ( dalil 3, 4, 5 dan 6).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-LEFT: 20px; MARGIN-RIGHT: 20px" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’ (Daftar Pustaka):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al-Qur’anul Kariem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tafsir Aththabariy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tafsir Ibnu Katsier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Irwaa-Ul Ghaliel, Nashiruddin Al-Albani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tamaamul Minnah, Nashiruddin Al-Albani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: normal;font-family:Verdana;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-7456201834161299487?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/7456201834161299487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=7456201834161299487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/7456201834161299487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/7456201834161299487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/09/keutamaan-bulan-ramadhan-dan-beramal.html' title='Keutamaan bulan Ramadhan dan beramal didalamnya'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-5323435027084697458</id><published>2008-09-05T13:13:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T13:14:18.703+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran tekad dari Rani kecil</title><content type='html'>&lt;i&gt;Rintangan tak dapat menghancurkanku. Setiap rintangan akan menyerah pada ketetapan hati yang kukuh (Leonardo da Vinci)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali saya merasa lelah dan tak mampu, saya segera teringat pada Rani kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, Rani kecil tinggal di sebuah bilik kayu mungil, di pinggir rel kereta api gunung sahari. Ia sangat menyayangi keluarganya dan suka mengarang. Ketika belum bersekolah, ia sudah mengarang sebuah puisi yang dihafalnya dan kemudian dijadikannya sebuah lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kakakku manis sekali,&lt;br /&gt;aku sayang padanya&lt;br /&gt;Ia pun sayang padaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kakakku sayang….&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Rani ingin sekali punya abang, tetapi ia hanya memiliki seorang kakak perempuan yang berusia dua tahun di atasnya. Dan gadis kecil itu sangat mencintai kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani kecil sangat suka membaca. Ia membaca semua. Buku cerita, buku pelajaran, koran, bungkus cabai, bungkus bawang dan kertas-kertas pembungkus sayur yang dibawa pulang mama dari pasar. Gadis kecil berkepang dua tersebut menjadi kesayangan ibu dan bapak guru. Kelas satu SD ia menjadi rangking ke dua di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, anak berusia tujuh tahun itu terjatuh. Kepalanya terbentur ujung besi yang lancip. Berdarah! Ia muntah-muntah beberapa kali dan segera dibawa ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Gegar otak!”suara dokter seperti gelegar petir di telinga keluarganya. “Kita doakan saja semoga tidak ada pengaruh fatal di kemudian hari. Tetapi sungguh, saya tak dapat menjamin apa pun,” sambung dokter tersebut prihatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama, papa, kakak dan adik Rani bersedih, tetapi gadis kecil itu tak pernah mengeluh. Ia hanya tersenyum. Pun ketika kemudian dokter melakukan general check up dan ia mendapat tambahan ‘vonis’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada kelainan pada otak bagian belakang….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paru-parunya kotor….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jantungnya bermasalah….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beberapa giginya membusuk dan tak beraturan. Kami harus mencabut 13 giginya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami sangat menyesal. Lima benjolan kecil di kepalanya ternyata tumor…, harus diangkat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun Rani kecil mondar mandir dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, dari satu dokter ke dokter lain dan meminum begitu banyak jenis obat yang membuatnya mual, tetapi sedikit pun ia tak pernah mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia masih suka mengarang, terutama mengarang lagu. Kadang ia mengarang lagu di rumah sakit, kadang sesaat sebelum tidur. Ia mengarang lagu tentang desa, tentang alam yang indah, tentang seorang detektif kecil. Ia juga masih senang membaca. Hanya saja kakaknya melihat sang adik sering memegangi kepala beberapa saat sambil memejamkan mata. Ya, Rani kecil sering pusing dan susah berkonsentrasi dalam waktu yang lama. Tetapi ia tetap saja penggembira juga senang menyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani baru kelas dua SD, ketika pada suatu hari ia berkata, “Kak, aku ingin sekali punya perpustakaan. Aku juga ingin menyewakan buku-buku cerita kita pada anak-anak lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakaknya, kelas empat SD, memandang sang adik dengan mata berbinar. “Kakak setuju. Kita taruh saja buku-buku itu di atas meja kayu, di depan rumah. Kita tawarkan pada mereka yang lewat. Kira-kira berapa harganya ya?“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang tipis sepuluh rupiah. Yang tebal dua puluh lima rupiah. Boleh dipinjam selama tiga hari sampai seminggu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani dan kakaknya hanya memiliki dua puluh buku cerita. Semuanya mereka jejerkan pada sebuah meja kayu kecil di depan rumah kontrakan tempat tinggal mereka yang baru, di daerah Kebon Kosong. Ternyata banyak anak tetangga yang tertarik dan mau meminjam buku-buku itu. Uang hasil sewa buku pun mereka belikan buku-buku baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu hari kakak akan menulis buku-buku seperti ini,” kata kakaknya sambil memandang langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku juga! Aku juga!”seru Rani kecil sembari tertawa memperlihatkan kawat-kawat di giginya, sambil ikut-ikutan memandang langit. Namun perlahan ia menunduk dan bertanya pelan. “Tapi apa aku bisa, kak? Aku kan gegar otak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakaknya mengangguk. “Tentu, dik. Tentu saja kamu bisa! Kamu bisa melakukan apa pun yang kakak kerjakan bila kamu mau!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani kecil sering pusing, tetapi ia tak pernah berhenti belajar. Lalu Allah menunjukkan kekuasaannya! Anak gegar otak dan penyakitan yang tadinya rangking dua di kelas itu tidak menjadi seorang yang idiot! Ia malah menjadi juara satu, bahkan selalu juara umum di sekolahnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani kecil tak mau hanya termangu atau terbaring di tempat tidur. Di sela-sela waktunya bersekolah dan ke dokter, Rani kecil mengikuti berbagai kegiatan: Pramuka, karate, teater, vokal grup, apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya akan melawan penyakit saya dengan berkarya, Kak. Dengan melakukan sesuatu!” kata Rani kecil sambil memandang langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setiap kali saya lemah dalam melangkah, saya kembali teringat pada Rani kecil. Di tengah penderitaannya menahan sakit, ia berhasil masuk SMA favoritnya, SMA 1 Budi Utomo, mendapat PMDK untuk meneruskan kuliahnya di IPB, dan menjadi kecintaan teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani kecil kini berusia 30 tahun, telah menikah dengan seorang wartawan serta mempunyai sepasang anak yang cerdas dan menggemaskan. Ia menulis banyak artikel, cerpen dan cerita bersambung serta memenangkan beberapa lomba mengarang tingkat nasional. Rani juga menulis skenario televisi. Sejak buku pertamanya terbit tahun 1998 hingga 2002, total ia sudah menulis lebih dari 20 buku! Dua bukunya, Rembulan di Mata Ibu (Mizan, 2000) dan Dialog Dua Layar (Mizan, 2001) dinobatkan sebagai buku remaja terbaik Adikarya IKAPI 2000 dan 2001, sekaligus membuatnya terpilih selama dua tahun berturut-turut sebagai salah satu pengarang terbaik tingkat nasional. Bukunya yang lain, Derai Sunyi (Mizan, 2002) menjadi novel terpuji tingkat nasional versi Forum Lingkar Pena. Organisasi ini juga memilihnya sebagai Pengarang Terpuji tingkat nasional. Tahun 2003 Penerbit Mizan juga memilihnya sebagai Penulis Remaja Terbaik Mizan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ia dikenal pula sebagai Direktur Yayasan Prakarsa Insan Mandiri, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial, budaya dan pendidikan. Ia turut aktif sebagai salah satu ketua Forum Lingkar Pena. Rani juga pengajar dan pemerhati dunia anak serta sering diundang untuk berbicara dalam berbagai forum diskusi dan seminar. Ia pengarang nasyid --beberapa lagunya dibawakan oleh Snada-- dan sudah meluncurkan tiga album bersama kelompok Bestari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Rani kecil adalah Asma Nadia. Dan si kakak adalah saya sendiri. Dan setiap kali saya merasa lemah dalam melangkah saya akan selalu teringat saat-saat kami masih kecil juga tekad Asma untuk melawan semua penyakitnya dengan berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa saya bisa menjadi penulis, Kak? Saya kan gegar otak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya dulu selalu kembali terngiang di telinga saya, kala saya menatap langit malam dan melihat jutaan bintang yang berserakan, menyinari rembulan, di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, anda boleh bangga jika Kakek, Bapak atau Kakak anda seorang pengarang, tetapi hanya diri anda yang mampu mewujudkan cita-cita sebagai seorang pengarang atau penulis, sebab bakat tak ada arti tanpa doa, tekad dan usaha yang sungguh-sungguh dalam mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, setiap kali saya lemah dalam berkarya, saya akan segera mengingat Rani kecil, seraya memandang langit. Dan seperti biasa, saya akan menemukan pendar cahaya itu. Cahaya mata seorang adik kecil yang menjelma bintang di sana. Menyemangati saya setiap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(HTR, dari sambutan buku Aisyah Putri karya Asma Nadia)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-5323435027084697458?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/5323435027084697458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=5323435027084697458' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5323435027084697458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5323435027084697458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/09/pelajaran-tekad-dari-rani-kecil.html' title='Pelajaran tekad dari Rani kecil'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-8724142341795617698</id><published>2008-09-05T13:11:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T13:12:13.419+07:00</updated><title type='text'>Puasa : Serba-serbi</title><content type='html'>Puasa memiliki dua rukun, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rukun Pertama: Menahan, al-Imsak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud menahan, imsâk di sini adalah menahan diri dari makanan, minuman, dan hubungan suami-isteri (setubuh, jimâ') sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Firman Allah: "Maka sekarang campurilah mereka (istri-istrimu) dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu, makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam" (QS. 2. al-Baqarah: 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, setelah matahari terbenam (Maghrib) Allah membolehkan hamba-Nya untuk makan, minum dan bersatu kembali dengan istri-istrinya sampai datang fajar menyingkap kegelapan malam. Allah menyamakan malam dengan benang hitam dan siang dengan benang putih, sehingga jelaslah bahwa benang yang dimaksud di sini tidak ada hubungannya dengan kain, melainkan fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Sahihnya, Imam Bukhari meriwayatkan sebuah Hadis dari Sahl Ibn Sa'd: "Telah diturunkan ayat, 'makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam'; dan ketika itu kata min al-fajr, fajar belum diturunkan. Maka orang-orang yang hendak berpuasa mengikatkan benang putih dan hitam pada kedua kakinya. Mereka masih asyik makan sampai benar-benar bisa melihat warna kedua benang tersebut. Kemudian turunlah firman Allah min al-fajr, fajar. Barulah mereka mengerti bahwa yang dimaksud benang hitam dan putih adalah malam dan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari 'Addâ Ibn Hatim, ia berkata: "Ketika turun ayat, 'makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam'; aku mengira, yang dimaksud adalah dua helai benang, satu berwarna putih dan satunya lagi berwarna hitam. Kemudian kuletakkan benang-benang itu di bawah bantal. Benang-benang itu kujadikan patokan. Jika telah tampak benang putih, maka aku pun mulai menahan diri, puasa. Ketika pagi menjelang, aku pun bergegas menemui Rasulullah dan menceritakan apa yang telah kuperbuat. Beliau bersabda: 'Wah, jika begitu bantalmu bertambah tebal, dong! Adapun yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah terangnya siang dan gelapnya malam'." Maksud ungkapan, "jika begitu bantalmu bertambah tebal" adalah bertambah tebal karena ditambah dua benang, hitam dan putih yang diletakkan di bawah bantal, yang oleh ayat sendiri dimaksudkan terangnya siang dan gelapnya malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para ulama memberi definisi puasa dengan menahan, al-imsâk, maka yang dimaksud menahan di sini adalah menahan dari semua perkara yang membatalkan puasa. Termasuk di dalamnya adalah makan, minum, dan juga hubungan badan, jimâ. Selain itu, ada juga hal-hal lain yang belum disebutkan, di antaranya sesuatu yang dimasukkan melalui rongga tubuh meskipun rongga itu bukan merupakan rongga yang biasa digunakan untuk makan atau minum, seperti infus. Maka puasa menjadi batal dengan masuknya hal-hal semacam itu ke dalam lambung dengan disengaja, baik cara memasukkannya melalui mulut, hidung, telinga, anal, maupun infus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun celak dan obat tetes yang digunakan pada mata, jika ditemukan rasanya di tenggorokan maka puasanya rusak, namun jika rasa tersebut tak ditemukan maka puasanya tetap sah (sebagian ulama berpendapat, obat tetes mata dan celak tidak membatalkan puasa meskipun ditemui rasanya di tenggorokan, karena hal itu bukan merupakan hal yang lazim sebagai pengisi perut dan tidak mengeyangkan, penyunting).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah dan Syafi'i berpendapat, pemakaian celak tidak membatalkan puasa. Hal ini berdasarkan riwayat bahwa Nabi saw bercelak di bulan Ramadan sedangkan beliau berpuasa. Juga karena mata bukanlah termasuk lobang yang menerus ke perut, sehingga apa yang masuk melaluinya tidak merusakkan puasa, sama seperti orang yang meminyaki rambut di kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sesuatu yang tidak mungkin dihindari masuknya seperti air liur yang tertelan, debu jalanan, atau tepung yang diayak, semuanya tidak membatalkan puasa, dan termasuk ke dalam kategori yang di maafkan, ma'fu 'anh. Seperti juga debu atau lalat yang terbang kemudian masuk secara tidak sengaja ke mulut atau tenggorokan, mani yang keluar tanpa disengaja-sebab mimpi atau karena berpikir seputar seks, atau orang yang tiba-tiba muntah, maka hal-hal tersebut tidak membatalkan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terasa ada makanan yang tersisa di tenggorokan dan sulit untuk mengeluarkannya maka hukumnya disamakan dengan air liur di atas, tidak membatalkan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rukun Kedua: Niat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengikut mazhab Syafi'i menganggap niat sebagai salah satu rukun puasa, sedangkan pengikut mazhab-mazhab lainnya menganggap niat sebagai salah satu syaratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat secara bahasa diartikan: maksud, bermaksud (al-qashd), sedangkan secara terminologi agama diartikan dengan: "Bermaksud mengerjakan sesuatu yang dibarengi pelaksanaannya. Apabila pelaksanaanya tertunda, tidak berbarengan dengan maksudnya, maka disebut 'azm, azam, keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil tentang wajibnya niat ini adalah firman Allah: "Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus" (QS 98. al-Bayyinah : 5), juga sabda Rasul: "Sesungguhnya amal perbuatan disertai dengan niat-niat, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang telah mereka niatkan" (HR. Bukhârî).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Hafshah, Ummul Mukminin ra. bahwa Nabi saw bersabda: "Barang siapa yang tidak berniat puasa pada malam hari, sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." Hadis ini menunjukkan ketidak-absahan puasa tanpa disertai niat pada malam hari. Waktu niat adalah sepanjang malam. Ia bisa dilaksanakan kapan saja sejak terbenamnya matahari dan sebelum terbitnya fajar, setiap malam bulan Puasa. Dengan niat inilah dibedakan antara ibadah dengan adat, kebiasaan. Dan dengan niat ini pula dibedakan antara ibadah fardhu dengan ibadah sunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat tidak harus diucapkan dengan lisan, karena ia merupakan pekerjaan hati. Barangsiapa sahur di malam hari dengan maksud melaksanakan puasa, maka itu sudah termasuk niat. Niat cukup pula dihadirkan dalam hati di waktu malam bahwa ia akan berpuasa hari esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mazhab Mâlikî, niat tidak perlu diucapkan tiap malam, tapi cukup dilakukan sekali saja jika puasa yang dilakukan adalah puasa yang berkelanjutan dan berturut-turut, seperti puasa pada bulan Ramadan, puasa kafarat-kafarat Ramadan, kafarat membunuh, dan kafarat dzihar-, dan lainnya, selama kelanjutan tersebut tidak terputus. Jika kelanjutan puasa terputus-dikarenakan uzur, semisal bepergian, sakit, atau lainnya-, maka niat wajib dihadirkan setiap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun puasa yang tidak harus dilakukan berturut-turut, seperti puasa kafarat sumpah, dan puasa untuk mengqadha, mengganti puasa yang ditinggalkan, maka diharuskan berniat setiap malamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk puasa sunah, menurut Mazhab Syafi'i, niat bisa dilakukan-di samping pada malam hari-pada waktu pagi hari, sebelum waktu Dzuhur dan dengan catatan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Madzhab Hanafî, niat puasa sunah adalah sejak malam hari hingga pertengahan siang, namun akan lebih baik bila niat dilakukan pada malam hari dan dengan mengucapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Mazhab Mâlikî berpendapat, niat tidak sah dihadirkan pada waktu siang hari, apa pun jenis puasanya, termasuk puasa sunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madzhab Hanbalî berpendapat, niat puasa sunah bisa dilakukan pada siang hari, meskipun dilakukan setelah matahari tergelincir-sesudah waktu Dzuhur. Asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil sahnya puasa sunah dengan niat di siang hari ini adalah Hadis yang diriwayatkan dari 'Aisyah ra. yang mengatakan: "Suatu hari Nabi saw. datang kepadaku dan bertanya, 'Apakah engkau punya makanan?' Saya menjawab, 'Tidak ada'. Beliau saw. pun lantas berkata, 'Kalau begitu aku puasa'. Di hari yang lain beliau datang lagi kepadaku. Aku katakan kepadanya, kita dihadiahi hays. Beliau menjawab, 'Perlihatkanlah kepadaku. Aku sebenarnya puasa sejak pagi'. Kemudian beliau pun memakan hays tersebut" (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hays adalah kurma kering berserta mentega dan keju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama berpendapat, ungkapan Nabi saw di atas bersifat umum. Ada kemungkinan Nabi saw berniat puasa sejak malam, bisa juga tidak. Namun berdasarkan hadis sebelumnya, riwayat dari Hafshah di atas, niat puasa pada dasarnya dilakukan pada malam hari. Puasa ini pun berlaku umum, bisa berupa puasa fardhu, sunah, qadha maupun nazar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah ini, kita boleh mengikuti salah satu pendapat mazhab-mazhab di atas, namun yang lebih afdal melakukan niat pada malam hari untuk menghindari perbedaan pendapat yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yang Diwajibkan Berpuasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa diwajibkan bagi orang-orang yang telah memenuhi syarat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, baligh, berakal, dan sehat. Dalam artian, Muslim yang mempunyai kemampuan untuk menjalankan ibadah puasa. Puasa juga hanya diwajibkan bagi wanita yang dalam keadaan suci dari haid dan nifas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa tidak diwajibkan kepada orang kafir, sakit atau orang yang sudah lanjut usia yang tak mampu lagi berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa juga tidak wajib bagi anak kecil yang belum baligh. Namu jika ia mampu menjalankan puasa, maka puasanya sah dan akan mendapat pahala atas puasanya. Begitu pula dengan orang yang sakit, bepergian, lanjut usia, dan wanita hamil atau menyusui. Meskipun mereka boleh meninggalkan puasa, namun jika mereka mau berpuasa, maka puasanya tetap sah, dan hal ini lebih baik bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan wanita haid atau nifas, puasa tidak sah bagi mereka kecuali setelah bersuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, syarat ini diharuskan karena puasa merupakan ibadah, dan ibadah tidak diharuskan kecuali bagi orang-orang Muslim. Ibadah tidak wajib dilakukan oleh non-Muslim, dan juga tidak sah dilakukukan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baligh, syarat ini diharuskan karena baligh merupakan awal permulaan seseorang menanggung kewajiban. Jika seseorang telah mencapai usia ini dan melalaikan kewajiban akan mendapatkan sanksi dan dosa. Namun jika seseorang berpuasa sebelum memasuki usia baligh, maka puasanya sah dan akan mendapatkan pahala. Bahkan akan lebih baik jika orang tua mendidik anak-anaknya untuk membiasakan ibadah sejak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berakal, syarat ini diharuskan karena hanya dengan kemampuan berpikir inilah kewajiban bisa dibebankan. Orang gila tidak dikenai tanggung jawab karena ia tak mampu menggunakan otak normalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis Nabi saw. mengatakan: "Pena (catatan amal perbuatan) diangkat (tidak dituliskan) karena tiga hal, karena gila sampai sembuh, karena tidur sampai terbangun, dan karena masih kecil sampai bermimpi, baligh" (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan al-Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat baligh merupakan syarat bagi wajibnya mulai melakukan puasa, puasa tidak wajib dilakukan sebelum usia ini. Namun, jika anak yang belum baligh melakukan puasa, maka puasanya sah. Dan kepada orangtua/wali untuk memerintahkan anak-anaknya melakukan puasa sehingga mereka terbiasa berpuasa sejak kecil. Hal ini jika sang anak kuat dan tidak menyebabkan efek-efek negatif bagi si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Rubayya' Binti Mu'awwadz, ia berkata: "Pada pagi hari yang kesepuluh Rasulullah menyampaikan kepada kampung-kampung Anshar, 'barangsiapa berpuasa (sejak awal sudah berniat puasa), maka sempurnakanlah puasanya (sampai matahari terbenam). Dan barangsiapa telah sarapan, maka berpuasalah pada sisa waktu di hari ini (setelah sarapan sampai matahari terbenam)'-kata dalam kurung dari penyunting. Setelah itu, kami pun berpuasa, juga sebagian anak-anak kecil kami; kami pergi ke masjid dan membuatkan mainan bulu untuk mereka. Ketika ada yang menangis meminta makan, kami berikan mainan itu, sampai datang waktu berbuka" (HR. al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak menghalangi anak-anak kecil untuk memperoleh pahala puasa, sebagimana juga ibadah-ibadah lain-semisal salat, di mana mereka saat berusia tujuh tahun telah di perintahkan untuk mengerjakannya, bahkan dianjurkan kepada orang tua yang mempunyai anak berusia sepuluh tahun untuk memukulnya-dengan pukulan yang tidak melukai-ketika anak tersebut meninggalkan salat, sehingga mereka terbiasa mengerjakan ibadah-ibadah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adapun syarat yang terakhir adalah sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehat dijadikan salah satu syarat karena Allah swt tidak membebankan kewajiban puasa, kecuali kepada orang-orang yang mampu melaksanakannya. Allah berfirman: "Allah tidak membebani seseorang, selain dalam batas kemampuannya" (Q., s. al-Baqarah/2: 186). Maka, orang sakit yang tak dapat berpuasa, atau orang yang sedang bepergian, bagi mereka diperkenankan meninggalkan puasa dan menggantinya di hari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yang Dibolehkan dalam Puasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sedang berpuasa dibolehkan mandi, dan mendinginkan badan ketika cuaca terasa panas. Orang yang sedang berpuasa juga dibolehkan dalam keadaan junub saat pagi menjelang. Hal ini tidak membatalkan puasanya. Namun, akan lebih baik baginya jika segera bersuci dari hadas tersebut, agar bisa melaksanakan salat tepat pada waktunya dan juga membaca beberapa ayat al-Qur`ân.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sedang berpuasa pun dibolehkan memakai celak, dan memakai obat tetes mata. Asalkan, ketika ada benda yang turun ke tenggorokan ia tak menelannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibolehkan juga memasukkan suntikan untuk pengobatan atau penambah kekebalan tubuh, sebagaimana dibolehkannya berkumur dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) dengan tidak berlebih lebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga tidak akan membatalkan puasa, jika ada hal-hal yang sulit dihindari masuk tertelan, seperti air ludah, debu jalanan, atau terigu yang sedang diayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berpuasa dibolehkan untuk makan , minum atau melakukan hubungan suami isteri setelah waktu maghrib hingga fajar tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yang Disunahkan dalam Puasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan bagi orang yang hendak berpuasa untuk bersahur terlebih dahulu, akan tetapi tidak berdosa jika mereka meninggalkannya. Dari Anas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Sahurlah kalian karena didalamnya ada barakah" (HR. Bukhori dan Muslim). Suhur (dengan dhammah huruf sin) dapat diartikan: pekerjaannya (makan), suhur termasuk kedalam masdar (dalam ilmu nahwu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sahur (dengan fathah sin) diartikan sebagai: makanan yang di makan pada waktu suhur, maka dengan fathah pada makanan dan dhammah pada perbuatannya. Sahur berguna untuk menguatkan kondisi tubuh orang yang sedang berpuasa. Dapat dinamakan sahur sekalipun dengan sedikit makanan atau dengan seteguk air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Sa'id Al-Khudriy ra: "Dalam sahur terdapat barakah, maka jangan sampai kalian meninggalkannya, sekalipun dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah dan para malaikat akan bersalawat bagi mereka yang melaksanakan sahur." (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sahur di mulai dari pertengahan malam sampai adzan subuh. Sebaiknya orang yang sahur berhenti makan dan minum (imsak) beberapa detik sebelum fajar sebagai kehati-hatian, karena dikhawatirkan melewati batas waktunya. Sebagaimana di sunahkan untuk mengakhirkan sahur, maka mempercepat berbuka akan lebih utama, dengan tetap berhati-hati dengan waktu terbenamnya matahari, jangan sampai berbuka sebelum waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahal Ibnu Sa'ad ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: "Sebaiknya orang yang berpuasa mempercepat berbuka" dan sebaiknya berbuka dengan makanan yang lunak atau kurma, seandainya tidak ada maka cukup dengan air putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana disunahkan untuk berdoa ketika berbuka. Dari Abdullah Ibnu Amru Ibnu Al-Ash ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: "Allah tidak akan menolak doa yang sedang berpuasa" (HR. Ibnu Majah). Ketika Rasulullah berbuka beliau berdoa: "Ya Allah Tuhanku, karena-Mu (lah) aku berpuasa, dan atas rizki-Mu (lah) aku berbuka, maka hilangkanlah rasa dahaga, basahilah tenggorokanku ini, dan limpahkanlah pahala dengan izin-Mu" Dan di riwayatkan dalam sebuah Hadits bahwasanya Rasul bersabda: "Tiga orang yang tidak akan di tolak doa-nya oleh Allah: "Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang di dzalimi." Dalam satu riwayat dikatakan "ketika berbuka" (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya orang yang sedang menjalankan ibadah puasa menjauhkan diri dari dosa, berbohong, berkata kotor dan keji, hendaknya ia mengerjakan shalat tarawih, membaca Al-Quran, dermawan dan murah hati kepada sesama, sesuai dengan sifat Rasulullah yang merupakan manusia paling mulia. Diriwayatkan ketika Ramadhan datang dan ia bertemu dengan Jibril setiap malamnya kemudian Jibril mengajarkan kepadanya membaca Al-Quran, menganjurkannya untuk mempercepat berbuka dan mengakhirkan sahur, berbicara seperlunya, menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, berdzikir, berdo'a, I'tikaf di dalam masjid, berinfaq dan bersedekah kepada fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yang Makruh dalam Puasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa pada hari syak (hari yang diragukan kebolehannya untuk berpuasa) hukumnya makruh, begitu juga dengan hukum puasa hari Jum'at SAJA, atau hari Sabtu SAJA, tanpa diiringi oleh hari-hari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ammar bin Yasir ra, ia berkata: "Barang siapa berpuasa pada hari syak, maka ia telah menyalahi ajaran Abu Al Qosim (Muhammad saw)" (HR. Abu Daud dan Turmuziy.) Turmudzy mengatakan bahwa hadis ini kedudukannya hasan sahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari syak adalah hari ke tiga puluh bulan Sya'ban. Hari syak jatuh pada hari tersebut, karena bulan sabit yang menandakan masuknya awal bulan Ramadhan belum terlihat karena tertutup awan, setelah tenggelamnya matahari pada hari ke dua puluh sembilan bulan Sya'ban. Telah disebutkan di atas bahwa hukum puasa pada hari itu makruh, kecuali jika hari tersebut jatuh pada hari dimana ia terbiasa berpuasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-8724142341795617698?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/8724142341795617698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=8724142341795617698' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/8724142341795617698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/8724142341795617698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/09/puasa-serba-serbi.html' title='Puasa : Serba-serbi'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-5866199556552802104</id><published>2008-09-05T13:07:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T13:10:51.804+07:00</updated><title type='text'>Puasa Ramadhan</title><content type='html'>Sekarang kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Artinya, kita akan kembali dihadapkan pada kewajiban yang termasuk dalam salah satu perkara 5 Rukun Islam, yaitu berpuasa di bulan Ramadhan. Apa itu puasa ramadhan dan apa pula hikmahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Pembagian Ibadah Dalam Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt, menciptakan manusia agar ma’rifah (mengenal) kepada Allah, beribadah kepada-Nya dan melaksanakan hak-hak Rububiyah-Nya. Sebagaimaan yang difirmankan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan supaya beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzaariyat: 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Islam menjadikan ta’abbud (peribadatan) hanya kepada Allah swt, dan itu akan menjadi pertanyaan yang harus dipertanggungjawabkan pertama kali oleh seornag muslim. Arkanul Islam yang terdiri dari : membaca dua kalimat syahadat, mendirikan shalataaa, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan dan pergihaji ke Baitullah, adalah perwujudan dari aktivitas ibadah kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam membagi ibadah menjadi beberapa bagian:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ibadah yang dilaksanakan oleh orang muslim yang memerlukan kekuatan badan, misalnya shalat dan puasa. Ibadah ini dinamakan ibadah Jasadiyah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ibadah yang dilaksanakan dengan mengeluarkan sebagian hartanya, misalnya zakat dan sedekah, dinamakan ibadah maaliyah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ibadah yang memerlukan harta dan kekuatan fisik, misalnya haji dan umrah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ibadah yang tampak bentuk pelaksanaannya, misalnya shalat, zakat, dan haji.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ibadah yang memerlukan pengendalian hawa nafsu, seperti puasa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN: 0px 15px 0px 10px; LINE-HEIGHT: 100%" align="justify"&gt;Karena itu, pengendalian hawa nafsu yagn berupa meninggalkan sesuatu yang dapat membatalkan puasa bukanlah amrun salbi (perkara yang negatif). Sebab yang menjadikan puasa menjadi ibadah adalah karena orang muslim melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan degnan niat taqarub ilallah. Dengan demikian ibadah puasa adalah amal badani, amal nafsi (amal yang berkaitan dengan jiwa), dan amal ijabi (amal yang positif) yang pahalanya sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Kewajiban Puasa Ramadhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al Quran, Al Hadits dan Ijma’, puasa ramadhan merupakan amal ibadah yang diwajibkan bagi semua muslim/ah yang berakal sehat dan telah mencapai usia baligh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Quran, Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaijmana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian.” (Al Baqarah:183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits disebutkan, dari Thalhah bin Ubaidillah, ia menceritakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada seorang Badui yang datang kepada Rasulullah dengan rambut yang kusut seraya berkata: Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku shalat apa saja yang diwajibkan oleh Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab: Hanya shalat lima waktu, kecuali jika kamu hendak menambahnya dengan shalat sunnat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tersebut bertanya kembali: Beritahukan pula kepadaku puasa apa yang diwajibkan oleh Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab: Hanya puasa Ramadhan, kecuali jika kamu hendak berpuasa sunnat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tersebut bertanya lagi: Beritahukan kepadaku zakat apa yangharus aku bayarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah pun menerangkan kepadanya tentang syari’at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, orang Badui tersebut berkata: Demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, sedikit pun aku tidak akan menambah maupun mengurangi kewajiban yang telah difardhukan oleh Allah atas diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah pun berkata: Beruntunglah jika ia benar atau akan dimasukkan ke dalam surga jika benar.” (HR Muttaqun’Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut ‘ijma kaum muslimin telah sepakat mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Keutamaan Puasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dari Abu Hurairah, ia berkata; Bahwa Rasulullah telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Puasa itu perisai. Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, hendaklah ia tidak berkata keji dan membodohi diri. Jika ada seseorang memerangi atau mengumpatnya, maka hendaklah ia mengatakan: Sesungguhnya aku sedang berpuasa. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut yang keluar dari orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi. Orang berpuasa itu meninggalkan makanan dan minumannyua untuk diri-Ku (Allah). Maka puasa itu untuk diri-Ku dan Aku (Allah) sendiri yang akan memberikan pahala karenanya. Kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya.” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Bahwa Rasulullah saw telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apabila datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka serta syaitan di belenggu.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qadhi mengatakan: “Pengertian dibukanya semua pintu surga oleh Allah SWT bagi para hamba-Nya adalah agar senantiasa berbuat taat pada bulan tersebut, yang mana kesempatan itu tidak terdapat pada bulan-bulan lainnya. Yaitu seperti shalat tarawih dan berbagai amal kebajikan lainnya serta upaya untuk menghindari berbagai macam pelanggaran. Semuas ini merupakan kunci, sekaligus pintu untuk dapat memasuki surga Allah. Sedangkan ditutupnya seluruh pintu neraka dan dibelenggunya syaitan mengandung pengertian supaya manusia menghindari berbagai macam pelanggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hulaimi mengatakan: “Hal itu mengandung pegnertian bahwa syaitan senantiasa mengintai kaum Muslimin. Karenanya, mereka dibelenggu pada malam-malam Ramadhan dan bukan pada siang harinya. Sebagaimana pada waktu-waktau diturunkannya Al-Quran, Syaitan tidak diperkenankan untuk mengintai. Jadi, pembelengguan mereka itu sebagai kiasan dari ketatnya penjagaan. Selain itu juga mengadung pengertian lain, bahwa syaitan tidak mudah mengganggu kaum Muslimin pada saat berpuasa, sepertihalnya dapat mengganggu mereka pada bulan-bulan lainnya. Sebab, kaum muslimin menyibukkan diri dengan ibadah, yang dengannya mereka menahan segala bentuk hawa nafsu, juga disibukkan membaca Al-Quran dan berdzikir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ulama lainnya mengatakan: “Yang dimaksud dengan dibelenggunya syaitan pada hadits tersebut adalah sebagiannya saja., yaitu yang inkar. Adapun dibukanya pintu-pintu langit mereupakan kiasan bagi diturunkan-Nya rahmat dan dihilangkan-Nya berbagai rintangan yang menghalangi naiknya amal perbuatan, yang terkadang dengan mencurahkan taufiq dan terkadang dengan menerimanya dengan baik. Sementara ditutupnya pintu neraka jahananam merupakan kiasan dari bersihnya jiwa orang-orang yang berpuasa dari perbuatan keji dan keinginan untuk berbuat maksiat. Yaitu, dengan cara mengendalikan diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mentarjih pengertian lahiriyah yang terdapat pada hadits tesebut, Al Qurthubi mengatakan: “Jika dikatakan mengapa kita masih sering melihat berbagai kejahatan dan perbuatan maksiat yang terjadi pada bulan Ramadhan, sementara syaitan telah dibelenggu, mestinya hal semacam itu tidak akan pernah terjadi? Jawabnya adalah, bahwa kejahatan dan maksiat itu berkurang jumlahnya dari orang-orang yang berpuasa, yang benar-benar memelihara syarat dan etikanya. Sedangkah yang dibelenggu itu hanya sebagian dari golongan syaitan, yaitu yang inkar saja dan bukan keseluruhan dari mereka. Kalaupujn seluruh syaitan dibelenggu, maka bukan berarti tidak akan terjadi maksiat. Karena, maksiat itu dapat ditimbulkan oleh beberapa sebab, selain syaitan itu sendiri. Seperti oleh nafsu jahat, kebiasaan buruk dan juga syaitan-syaitan yang berwujud manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lainnya mengatakan: “Pembelengguan syaitan pada bulan Ramadhan itu merupakan isyarata dihilangkannya alasan negatif yang diada-adakan bagi orang-orang yang diwajibkan berpuasa. Seakan-akan dikatakan kepada mereka, syaitan dari golongan jin telah dijauhkan dari kalian, maka hendaklah kalian jangan menuruti mereka dengan meninggalkan ketaatan dan mengerjakan maksiat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Dari Abu Umamah, ia menceritakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku pernah mendatangi Rasulullah seraya berkata: Perintahkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan aku ke surga. Beliau menjawab: Hendaklah kamu berpuasa, karena puasa itu merupakan amalan yang tidak ada tandingannya. Kemudian aku mendatangi beliau untuk kedua kalinya dan beliau pun berkata dengan nasihat yang sama.” (HR Ahmad, Nasa’I dan Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Dari Shabat bin Sa’ad, ia berkata: Bahwa Nabi SAW telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya surga itu mempunyai satu pintu yang disebut Babu Ar-Rayyan. Pada hari kiamat nanti pintu tersebut akan bertanya: Di mana orang-orang yang berpuasa? Apabila yang terakhir dari mereka telah masuk, maka pintu itu pun akan tertutup.” (HR Muttafaqun’Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Nabi SAW telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidaklah seorang hamba berpuasa pada suatu hari di jalan Allah, melainkan dengan hari itu Allah akan menjauhkan api neraka dari wajahnya selama tujuh puluh musim.” (HR. Jama’ah, kecuali Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Dari Abdullah bin Amr bin Al’Ash, ia berkata: bahwa Nabi SAW, bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berpuasa dan membaca Al Quran akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Amalan puasanya akan berkata: Ya Allah, aku telah melarangnya dari makanan, minum dan nafsu syahwat pada siang hari, sehingga ia telah menitipkan syafa’at kepadaku. Sedangkan amalan membaca Al Quran berkata: Aku telah melarangnya tidur pada malam hari, sehingga ia telah menitipkan syafa’at kepadaku di dalamnya. Maka keduanya pun memberikan syara’at.” (HR Ahmad dengan sanad shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Dari Abu Hurairah, ia berkata, bahwa Nabi SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barangsiapa memberikan nafkah untuk dua istri di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu pintu surga. Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan. Barangsiapa berasal dari golongan orang-orang yang senantiasa mendirikan shalat, maka ia akan dipanggil dari pintu shalat, maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Bagi siapa yang berasal dari kalangan orang-orang yang suka berjihad, maka ia akan dipanggil melalui pintu jihad. Barangsiapa berasal dari golongan orang-orang yang senang-senang berpuasa, maka ia akan dipanggil dari pintu Rayyan. Dan barangsiapa berasal dari kalangan orang-orang yang suka bersedekah, maka ia akan dipanggil dari pintu sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar bertanya: Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, apakah setiap hamba akan dipanggil dari pintu-pintu tersebut? Lalu mungkinkah seseorang dipanggil dari seluruh pintu tersebut? Beliau menjawab: ya, ada dan aku berharap engkau wahai Abu Bakar yang termasuk salah seorang di antara mereka.” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekelumit tentang puasa Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-5866199556552802104?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/5866199556552802104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=5866199556552802104' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5866199556552802104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5866199556552802104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/09/puasa-ramadhan.html' title='Puasa Ramadhan'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-5206362855588042808</id><published>2008-08-28T15:20:00.002+07:00</published><updated>2008-08-28T16:06:24.661+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Islam'/><title type='text'>Syaikh Hasan Al-Banna</title><content type='html'>Ia dilahirkan di desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, Mesir tahun 1906 M. Ayahnya, Syaikh Ahmad Al-Banna adalah seorang ulama fiqh dan hadits. Sejak masa kecilnya, Hasan Al-Banna sudah menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan otaknya. Pada usia 12 tahun, atas anugerah Allah, Hasan kecil telah menghafal separuh isi Al-Qur'an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah terus menerus memotivasi Hasan agar melengkapi hafalannya. Semenjak itu Hasan kecil mendisiplinkan kegiatannya menjadi empat. Siang hari dipergunakannya untuk belajar di sekolah. Kemudian belajar membuat dan memperbaiki jam dengan orang tuanya hingga sore. Waktu sore hingga menjelang tidur digunakannya untuk mengulang pelajaran sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara membaca dan mengulang-ulang hafalan Al-Qur'an ia lakukan selesai shalat Shubuh. Maka tak mengherankan apabila Hasan Al-Banna mencetak berbagai prestasi gemilang di kemudian hari. Pada usia 14 tahun Hasan al Banna telah menghafal seluruh Al-Quran. Hasan Al-Banna lulus dari sekolahnya dengan predikat terbaik di sekolahnya dan nomor lima terbaik di seluruh Mesir. Pada usia 16 tahun, ia telah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi Darul Ulum. Demikianlah sederet prestasi Hasan kecil.&lt;br /&gt;Selain prestasinya di bidang akademik, Ia juga memiliki bakat leadership yang cemerlang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak masa mudanya Hasan Al-Banna selalu terpilih untuk menjadi ketua organisasi siswa di sekolahnya. Bahkan pada waktu masih berada di jenjang pendidikan i'dadiyah (semacam SMP), beliau telah mampu menyelesaikan masalah secara dewasa, kisahnya begini:&lt;br /&gt;Suatu siang, usai belajar di sekolah, sejumlah besar siswa berjalan melewati mushalla kampung. Hasan berada di antara mereka. Tatkala mereka berada di samping mushalla, maka adzan pun berkumandang. Saat itu, murid-murid segera menyerbu kolam air tempat berwudhu. Namun tiba-tiba saja datang sang imam dan mengusir murid-murid madrasah yang dianggap masih kanak-kanak itu. Rupanya, ia khawatir kalau-kalau mereka menghabiskan jatah air wudhu. Sebagian besar murid-murid itu berlarian menyingkir karena bentakan sang imam, sementara sebagian kecil bertahan di tempatnya. Mengalami peristiwa tersebut, Al-Banna lalu mengambil secarik kertas dan menulis uraian kalimat yang ditutup dengan satu ayat Al Qur'an, "Dan janganlah kamu mengusir orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya."(QS. Al-An'aam: 52).&lt;br /&gt;Kertas itu dengan penuh hormat ia berikan kepada Syaikh Muhammad Sa'id, imam mushalla yang menghardik kawan-kawannya. Membaca surat Hasan Al-Banna hati sang imam tersentuh, hingga pada hari selanjutnya sikapnya berubah terhadap "rombongan anak-anak kecil" tersebut. Sementara para murid pun sepakat untuk mengisi kembali kolam tempat wudhu setiap mereka selesai shalat di mushalla. Bahkan para murid itu berinisiatif untuk mengumpulkan dana untuk membeli tikar mushalla!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 21 tahun, beliau menamatkan studinya di Darul 'Ulum dan ditunjuk menjadi guru di Isma'iliyah. Hasan Al-Banna sangat prihatin dengan kelakuan Inggris yang memperbudak bangsanya. Masa itu adalah sebuah masa di mana umat Islam sedang mengalami kegoncangan hebat. Kekhalifahan Utsmaniyah (di Turki), sebagai pengayom umat Islam di seluruh dunia mengalami keruntuhan. Umat Islam mengalami kebingungan. Sementara kaum penjajah mempermainkan dunia Islam dengan seenaknya. Bahkan di Turki sendiri, Kemal Attaturk memberangus ajaran Islam di negaranya. Puluhan ulama Turki dijebloskan ke penjara. Demikianlah keadaan dunia Islam ketika Al-Banna berusia muda. Satu di antara penyebab kemunduran umat Islam adalah bahwa umat ini jahil (bodoh) terhadap ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mulailah Hasan Al-Banna dengan dakwahnya. Dakwah mengajak manusia kepada Allah, mengajak manusia untuk memberantas kejahiliyahan (kebodohan). Dakwah beliau dimulai dengan menggalang beberapa muridnya. Kemudian beliau berdakwah di kedai-kedai kopi. Hal ini beliau lakukan teratur dua minggu sekali. Beliau dengan perkumpulan yang didirikannya "Al-Ikhwanul Muslimun," bekerja keras siang malam menulis pidato, mengadakan pembinaan, memimpin rapat pertemuan, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwahnya mendapat sambutan luas di kalangan umat Islam Mesir. Tercatat kaum muslimin mulai dari golongan buruh/petani, usahawan, ilmuwan, ulama, dokter mendukung dakwah beliau.&lt;br /&gt;Pada masa peperangan antara Arab dan Yahudi (sekitar tahun 45-an), beliau memobilisasi mujahid-mujahid binaannya. Dari seluruh Pasukan Gabungan Arab, hanya ada satu kelompok yang sangat ditakuti Yahudi, yaitu pasukan sukarela Ikhwan. Mujahidin sukarela itu terus merangsek maju, sampai akhirnya terjadilah aib besar yang mencoreng pemerintah Mesir. Amerika Serikat, sobat kental Yahudi mengancam akan mengebom Mesir jika tidak menarik mujahidin Ikhwanul Muslimin. Maka terjadilah sebuah tragedi yang membuktikan betapa pengecutnya manusia. Ribuan mujahid Mesir ditarik ke belakang, kemudian dilucuti. Oleh siapa? Oleh pasukan pemerintah Mesir! Bahkan tidak itu saja, para mujahidin yang ikhlas ini lalu dijebloskan ke penjara-penjara militer. Bahkan beberapa waktu setelah itu Hasan al Banna, selaku pimpinan Ikhwanul Muslimin menemui syahidnya dalam sebuah peristiwa yang dirancang oleh musuh-musuh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah beliau bersifat internasional. Bahkan segera setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Hasan al Banna segera menyatakan dukungannya. Kontak dengan tokoh ulama Indonesia pun dijalin. Tercatat M. Natsir pernah berpidato didepan rapat Ikhwanul Muslimin. (catatan: M. Natsir di kemudian hari menjadi PM Indonesia ketika RIS berubah kembali menjadi negara kesatuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahidnya Hasan Al-Banna tidak berarti surutnya dakwah beliau. Sudah menjadi kehendak Allah, bahwa kapan pun dan di mana pun dakwah Islam tidak akan pernah berhenti, meskipun musuh-musuh Islam sekuat tenaga berusaha memadamkannya.&lt;br /&gt;Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. (QS. Ash-Shaff: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa sepeninggal Hasan Al-Banna, adalah masa-masa penuh cobaan untuk umat Islam di Mesir. Banyak murid-murid beliau yang disiksa, dijebloskan ke penjara, bahkan dihukum mati, terutama ketika Mesir di perintah oleh Jamal Abdul Naseer, seorang diktator yang condong ke Sovyet. Banyak pula murid beliau yang terpaksa mengungsi ke luar negeri, bahkan ke Eropa. Pengungsian bagi mereka bukanlah suatu yang disesali. Bagi mereka di mana pun adalah bumi Allah, di mana pun adalah lahan dakwah. Para pengamat mensinyalir, dakwah Islam di Barat tidaklah terlepas dari jerih payah mereka. Demikianlah, siksaan, tekanan, pembunuhan tidak akan memadamkan cahaya Allah. Bahkan semuanya seakan-akan menjadi penyubur dakwah itu sendiri, sehingga dakwah Islam makin tersebar luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara karya penerus perjuangan beliau yang terkenal adalah Fi Dzilaalil Qur'an (di bawah lindungan Al-Qur'an) karya Sayyid Quthb. Sebuah kitab tafsir Al-Qur'an yang sangat berbobot di jaman kontemporer ini. Ulama-ulama kita pun menjadikannya sebagai rujukan terjemahan Al-Qur'an dalam Bahasa Indonesia. Di antaranya adalah Al-Qu'an dan Terjemahannya keluaran Depag RI, kemudian Tafsir Al-Azhar karya seorang ulama Indonesia Buya Hamka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal sosok beliau akanlah terasa komplit apabila kita mengetahui prinsip dan keyakinan beliau. Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang senantiasa beliau pegang teguh dalam dakwahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meyakini: "Sesungguhnya segala urusan bagi Allah. Nabi Muhammad SAW junjungan kita, penutup para Rasul yang diutus untuk seluruh umat manusia. Sesungguhnya hari pembalasan itu haq (akan datang). Al-Qur'an itu Kitabullah. Islam itu perundang-undangan yang lengkap untuk mengatur kehidupan dunia akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjanji: "Akan mengarahkan diri saya sesuai dengan Al-Qur'an dan berpegang teguh dengan sunah suci. Saya akan mempelajari Sirah Nabi dan para sahabat yang mulia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meyakini: "Sesungguhnya istiqomah, kemuliaan dan ilmu bagian dari sendi Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjanji: "Akan menjadi orang yang istiqomah yang menunaikan ibadah serta menjauhi segala kemunkaran. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak mulia dan meninggalkan akhlak-akhlak yang buruk. Memilih dan membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan islami semampu saya. Mengutamakan kekeluargaan dan kasih sayang dalam berhukum dan di pengadilan. Tidak akan pergi ke pengadilan kecuali jika terpaksa, akan selalu mengumandangkan syiar-syiar islam dan bahasanya. Berusaha menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk seluruh lapisan umat ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meyakini: "Seorang muslim dituntut untuk bekerja dan mencari nafkah, di dalam hartanya yang diusahakan itu ada haq dan wajib dikeluarkan untuk orang yang membutuhkan dan orang yang tidak punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjanji: "Akan berusaha untuk penghidupan saya dan berhemat untuk masa depan saya. Akan menunaikan zakat harta dan menyisihkan sebagian dari usaha itu untuk kegiatan-kegiatan kebajikan. Akan menyokong semua proyek ekonomi yang islami, dan bermanfaat serta mengutamakan hasil-hasil produksi dalam negeri dan negara Islam lainnya. Tidak akan melakukan transaksi riba dalam semua urusan dan tidak melibatkan diri dalam kemewahan yang diatas kemampuan saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meyakini: "Seorang muslim bertanggung jawab terhadap keluarganya, diantara kewajibannya menjaga kesehatan, aqidah dan akhlak mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjanji: "Akan bekerja untuk itu dengan segala upaya. Akan menyiarkan ajaran-ajaran islam pada seluruh keluarga saya, dengan pelajaran-pelajaran islami. Tidak akan memasukkan anak-anak saya ke sekolah yang tidak dapat menjaga aqidah dan akhlak mereka. Akan menolak seluruh media massa, buletin-buletin dan buku-buku serta tidak berhubungan dengan perkumpulan-perkumpulan yang tidak berorientasi pada ajaran Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meyakini: "Di antara kewajiban seorang muslim menghidupkan kembali kejayaan Islam dengan membangkitkan bangsanya dan mengembalikan syariatnya, panji-panji islam harus menjadi panutan umat manusia. Tugas seorang muslim mendidik masyarakat dunia menurut prinsip-prinsip Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjanji: "Akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan risalah ini selama hidupku dan mengorbankan segala yang saya miliki demi terlaksananya misi (risalah) tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meyakini: "Bahwa kaum muslim adalah umat yang satu, yang diikat dalam satu aqidah islam, bahwa islam yang memerintahkan pemelukya untuk berbuat baik (ihsan) kepada seluruh manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjanji: "Akan mengerahkan segenap upaya untuk menguatkan ikatan persaudaraan antara kaum muslimin dan mengikis perpecahan dan sengketa di antara golongan-golongan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meyakini: "Sesungguhnya rahasia kemunduran umat Islam, karena jauhnya mereka dari "dien" (agama) mereka, dan hal yang mendasar dari perbaikan itu adalah kembali kepada pengajaran Islam dan hukum-hukumnya, itu semua mungkin apabila setiap kaum muslimin bekerja untuk itu."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-5206362855588042808?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/5206362855588042808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=5206362855588042808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5206362855588042808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5206362855588042808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/08/syaikh-hasan-al-banna.html' title='Syaikh Hasan Al-Banna'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-9199838171865189212</id><published>2008-08-28T15:11:00.002+07:00</published><updated>2008-08-28T15:19:47.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Islam'/><title type='text'>HAMKA, Berprinsip Tapi Lembut</title><content type='html'>Inilah salah satu tokoh Indonesia yang langka. Kok langka? Pasalnya nih, tokoh yang satu ini cukup kompleks. Seandainya masih hidup, pasti diajak ngomong apa aja nyambung. Diajak ngomong masalah agama, okey! Karena HAMKA emang seorang ulama. Sastra? Oh...dia juga jagonya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan masalah sosial budaya dan politik juga pernah digelutinya.&lt;br /&gt;Tapi ada satu dari Buya HAMKA ini, yaitu keteguhannya memegang prinsip yang diyakini. Inilah yang bikin semua orang menyeganinya. Sikap independentnya itu sungguh bukan hal yang baru bagi HAMKA. Pada jamam pemerintah Soekarno, HAMKA berani mengeluarkan fatwa haram menikah lagi bagi Presiden Soekarno. Otomatis fatwa itu bikin sang Presiden berang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak berhenti di situ, HAMKA juga terus-terusan mengkritik kedekatan pemerintah dengan PKI waktu itu. So, wajar aja kalau akhirnya dia dikirim ke penjara oleh Soekarno. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan majalah yang dibentuknya 'Panji Masyarat', pernah dibredel Soekarno karena menerbitkan tulisan Bung Hatta yang berjudul 'Demokrasi Kita' yang terkenal itu. Tulisan itu berisi kritikan tajam terhadap konsep Demokrasi Terpimpin yang dijalankan Bung Karno. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dia tidak pernah menyimpan dendam pada Bung Karno. Buktinya, ketika Bung Karno wafat, HAMKA-lah yang menjadi imam saat sholat jenazahnya. Sikap yang berpedang pada prinsip dan hati ini tidak luput dari tempaan perjalanan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Simbol Legitimasi Umat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;HAMKA dilahirkan di Maninjau, Sumatra Barat, 16 Februari 1908. Ayahnya bernama H.Abdul Karim Amrullah, seorang tokoh gerakan Islam kaum muda Minangkabau. Setelah menunaikan ibadah haji, gelar religius itu disimpan di depan nama aslinya. Jadilah ia bernama HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak muda, HAMKA dikenal sebagai seorang pengelana. Bahkan ayahnya, memberi gelar Si Bujang Jauh. Pada usia 16 tahun ia merantau ke Jawa untuk menimba ilmu tentang gerakan Islam modern kepada HOS Tjokroaminoto, Ki Bagus Hadikusumo, RM Soerjopranoto, dan KH Fakhrudin. Saat itu, HAMKA mengikuti berbagai diskusi dan training pergerakan Islam di Abdi Dharmo Pakualaman, Yogyakarta.&lt;br /&gt;Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, Hamka juga dikenal sebagai pujangga termashur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak usia 17 tahun, ia sudah menulis roman berjudul Siti Rabiah. Aktivitas tulis menulis itu ditentang oleh keluarganya. Namun Hamka jalan terus untuk mencari jati dirinya dan berusaha keluar dari bayangan nama besar ayahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 30-an, ia tak langsung memilih menjadi ulama, meski ia sendiri termasuk muballig muda Muhammadiyah di kota Medan. Ia lebih suka bergelut di bidang jurnalistik. Bersama Abdullah Puar, pada tahun 1936 ia mendirikan majalah Pedoman Masyarakat di kota Medan. Di majalah inilah ia menulis tulisan bersambung yang di kemudian hari menjadi buku Tasawuf Modern yang terkenal itu. Meski tulisan itu syarat dengan nilai-nilai keislaman, ia tetap saja dikenal sebagai pujangga daripada ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1950, ia mendapat kesempatan untuk melawat ke berbagai negara daratan Arab. Kesempatan ini dipergunakannya untuk bertemu dengan tokoh dan pengarang Mesir yang sudah lama dikenalnya. Sepulang dari lawatan itu, HAMKA menulis beberapa roman. Antara lain Mandi Cahaya di Tanah Suci, Di Lembah Sungai Nil, dan Di Tepi Sungai Dajlah. Sebelum menyelesaikan roman-roman di atas, ia telah membuat roman yang lainnya. Seperti Di Bawah Lindungan Ka'bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Merantau ke Deli, dan Di Dalam Lembah Kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak perjanjian Roem-Royen 1949, ia pindah ke Jakarta dan memulai kariernya sebagai pegawai di Departemen Agama pada masa KH Abdul Wahid Hasyim. Waktu itu HAMKA sering memberikan kuliah di berbagai perguruan tinggi Islam di Tanah Air.&lt;br /&gt;Sebagai seorang intelektual yang hidup pada jaman itu, Hamka pada tahun 1955 terlibat dalam dunia politik. Ia masuk Konstituante melalui partai Masyumi. Namun, perjalanan politiknya bisa dikatakan berakhir ketika Konstituante dibubarkan melalui Dekrit Presiden Soekarno pada 1959. Setahun kemudian nasib serupa menimpa Masyumi, dibubarkan Soekarno. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Hamka kembali kepada dunianya, menulis. Kali ini ia hadir dengan majalah baru Panji Masyarakat yang sempat terkenal karena menerbitkan tulisan Bung Hatta berjudul Demokrasi Kita.&lt;br /&gt;Pada periode ini, tulisan Hamka yang mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al Azhar Mesir tahun 1958 ini sudah lebih banyak berupa kajian-kajian keIslaman yang mencakup seluruh bidang.&lt;br /&gt;Setelah peristiwa 1965 dan berdirinya pemerintahan Orde Baru, Hamka secara total berperan sebagai ulama. Ia meninggalkan dunia politik dan sastra. Tulisan-tulisannya di Panji Masyarakat sudah merefleksikannya sebagai seorang ulama, dan ini bisa dibaca pada rubrik Dari Hati Ke Hati yang sangat bagus penuturannya. Keulamaan Hamka lebih menonjol lagi ketika dia menjadi ketua MUI pertama tahun 1975. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka dikenal sebagai seorang moderat. Paling tidak bisa dilihat dari cara dia menyampaikan sesuatu yang selalu menempatkan hati dan pikiran dalam satu posisi yang sama berharganya. Tidak pernah dia mengeluarkan kata-kata keras, apalagi kasar dalam komunikasinya. Hal ini sudah ia tunjukkan dari sejak muda. Ia lebih suka memilih menulis roman atau cerpen dalam menyampaikan pesan-pesan moral Islam. Hamka yang bergelar Datuk In Domo ini mengakui bahwa memang dia menjadi lebih moderat ketika usianya bertambah.&lt;br /&gt;"Ketika buku yang saya baca baru lima buah, saya cepat sekali menyimpulkan satu hal mengenai agama dan emosi, tapi ketika buku yang saya baca sudah lima puluh, saya menjadi lebih paham, dan tidak merasa perlu bersikap seperti itu," katanya suatu ketika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka meninggalkan karya tulis segudang, diantaranya, yang dibukukan tercatat lebih kurang 118 buah, belum termasuk karangan-karangan panjang dan pendek yang dimuat di berbagai media massa. Tulisan-tulisannya meliputi banyak bidang kajian: politik, sejarah, budaya, ahlak, dan ilmu-ilmu keislaman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-9199838171865189212?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/9199838171865189212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=9199838171865189212' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/9199838171865189212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/9199838171865189212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/08/hamka-berprinsip-tapi-lembut.html' title='HAMKA, Berprinsip Tapi Lembut'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-744642679648948612</id><published>2008-08-28T14:52:00.003+07:00</published><updated>2008-09-02T14:56:44.776+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Islam'/><title type='text'>Sayyid Quthb</title><content type='html'>Tidak lama setelah penembakan terhadap Hasan Al-Bana, terjadilah penangkapan besar-besaran terhadap anggota Ikhwanul Muslimin oleh rezim Nasser, yang beliau waktu itu menjawat tugas Perdana Menteri dan Ketua Dewan Revolusi Mesir. Anggota Ikhwanul Muslimin yang ditangkap ketika itu sebanyak 10.000 (sepuluh ribu) anggota dan seluruhnya dimasukkan ke dalam penjara, termasuk mereka yang berjasa dalam perang melawan Inggris di Suez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru 20 hari sejak penangkapan besar-besaran itu, terdapat 1.000 orang tahanan anggota Ikhwanul Muslimin yang mati akibat siksaan dan penganiayaan. Dan 6 (enam) orang yang dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara anggota-anggota Ikhwanul Muslimin yang ditahan dalam penjara itu adalah Hakim Dr. Abdul Qadir Audah, Muhammad Faraghali, dan Sayyid Quthub. Para tahanan itu tidak sedikit yang dijatuhi hukuman penjara antara 15 tahun sampai seumur hidup, dan juga hukuman mati, dan kerja paksa memotong dan memecah batu-batu di gunung-ganang. Mereka yang membangkang mogok tidak mau kerja paksa kemudian ditembak. Pernah kejadian yang mogok itu ditembak sekaligus 22 orang dalam penjara mereka. Kejadian itu pada tahun 1977. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Sayyid Quthub, beliau pernah dihibahkan oleh pihak lnggeris, barang siapa yang dapat menangkapnya akan mendapat hadiah 2000 Pound Sterling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Quthub ini lahir pada tahun 1903 di Musha, sebuah kota kecil di Asyut, Mesir. Beliau telah hafal Al-Quran 30 Juz sejak masih anak-anak, meraih gelaran sarjana dalam tahun 1933 dari Universitas Cairo, kemudian bekerja pada Kementerian Pendidikan. Kementerian Pendidikan kemudiannya mengirim beliau untuk belajar di Amerika Syarikat selama dua tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari Amerika Syarikat beliau ke Inggris, Swiss, dan Itali. Sepulangnya dari luar negeri beliau kemudian menyatakan keyakinannya bahwa Mesir harus membebaskan diri dari kebudayaan asing yang negatif dan merusak kepribadian Islam serta ketimuran itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang penyair dan sastrawan yang hasil karyanya diperhatikan orang. Pada tahun 1946 beliau menulis buku berjudul Adalatul Ijtimaiyah Fil Islam (Keadilan Sosial Di Dalam Islam). Buku ini amat popular dan cemerlang sehingga menjadikan beliau termasyhur. Apalagi setelah buku ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, beliau benar-benar seorang tokoh yang berwawasan. Terutama buku ini sebagai jawaban dari sikap Nasser yang mengumandangkan Sosialisme Arab itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Sayyid Quthub ditahan jauh sebelum peristiwa Sandiwara Penentangan terhadap Nasser pada tanggal 26 Oktober 1954, yaitu dua hari setelah Ikhwanul Muslimin dilarang oleh Nasser. Adapun kesalahan beliau yang paling banyak ialah karena beliau mengarang dan menulis beberapa buku yang bersifat semangat Islam. Selain Keadilan Sosial Dalam Islam, juga buku Alimut Thar (Tonggak-tonggak Jalan) yang isinya menolak kebudayaan jahiliyah modern dalam segala bentuk dan praktiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekejaman terhadap para tahanan dan terhadap beliau dari penguasa mesir tak terkira. Melebihi Nazi Jerman. Hal ini telah diungkapkan oleh para bekas tahanan yang kemudian selamat kembali kepada keluarga mereka. Mereka banyak berkisah tentang kekejaman penguasa zaman Raja Farouk maupun oleh Pemerintah Nasser. Ramai para bekas tahanan itu yang bercerita sambil bercucuran air mata bila teringat kawan-kawannya yang mati disiksa dan dibantai di hadapan mata kepala mereka sendiri. Hukuman cambuk, cucian otak dengan alat-alat elektronik sehingga para korban menjadi hilang akal, dan sebagainya. Bermacam-macam tuduhan yang dilontarkan. Tuduhan palsu, fitnah yang dibuat-buat, yang kesemuanya itu tidak ada kesempatan bagi para anggota Ikhwan untuk membela diri. Mereka tetap mengatakan Ikhwanul Muslimin salah, mengkhianati negara dan bangsa, dan sebagainya serta tuduhan-tuduhan yang tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik Sayyid Quthub yang bernama Muhammad Quthub meninggal dalam penjara. Dan Sayyid Quthub sendiri dibebaskan oleh penguasa pada tahun 1964 atas usaha Presiden lrak, Abdus Salam Arif (almarhum). Selepas dari tahanan ini keluarlah buku beliau berjudul Tonggak-Tonggak Islam, sehingga pada bulan Agustus 1965 beliau ditangkap dan ditahan lagi bersama 46.000 (empat puluh enam ribu) anggota Ikhwanul Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengadilan beliau berkata, "Aku tahu bahwa kali ini yang dikehendaki oleh pemerintah (Nasser) adalah kepalaku. Sama sekali aku tidak menyesali kematianku, sebaliknya aku berbahagia kerana mati demi cinta. Tinggal sejarah yang memutuskan, siapakah yang benar, Ikhwan ataukah regim ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beliau di mahkamah pada tahun 1954 juga berkata: "Apabila tuan-tuan menghendaki kepala saya, inilah aku dengan kepalaku di atas tapak tanganku sendiri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Agustus 1966 Mahkamah Tentera menjatuhkan hukuman gantung kepada tokoh Ikhwanul Muslimin termasuk beliau. Dengan sebuah senyum pada hari Isnin, di waktu fajar menyingsing tanggal 29 Agustus 1966, beliau meninggal dunia di tiang gantung sebagai jalan untuk menemui Allah. Selama dalam masa penahanan, beliau menulis kitab tafsir Al-Qur'an yang sangat populer (Fi Zilalil Qur'an) yang saat ini banyak dijadikan kitab referensi dalam berbagai kajian Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah hukum yang terjadi di dunia ini, yang benar belum tentu menang dan yang salah belum tentu kalah. Namun pada umumnya yang berkuasa itulah yang dibenar-benarkan, karena pihak yang tidak mendapat kesempatan untuk berbicara karena bukan penguasa, walau tidak kuasa berkata bahwa dirinya benar. Dan Nasser merasa dirinya di pihak yang benar sehingga Ikhwanul Muslimin dianggap sebagai penghianat bangsa dan negara. Padahal setiap Mesir ditimpa bahaya, penguasa selalu minta tolong kepada para anggota Ikhwanul Muslimin untuk tampil ke depan membela tanah air, tetapi setelah keadaan aman, Ikhwanul Muslimin dijauhkan dari kebenaran, diketepikan, dianggap sebagai organisasi yang najis dan ekstrim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah nasib para pejuang dalam membela kebenaran, bahawa resiko yang dihadapinya tidak sedikit dan bahkan sering membawa korban, disiksa, dianiaya dan demikian itulah cara Allah untuk mengetahui keimanan dan ketakwaan seseorang. Dengan demikian, jelaslah bahwa siapa saja yang tidak mau berjuang untuk membela kebenaran adalah orang yang lemah mentalnya, dan akan mendapat siksa di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu 'Alam bishawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-744642679648948612?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/744642679648948612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=744642679648948612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/744642679648948612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/744642679648948612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/08/sayyid-quthb.html' title='Sayyid Quthb'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-5207990139265508533</id><published>2008-08-25T18:34:00.004+07:00</published><updated>2008-08-28T14:50:44.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Islam'/><title type='text'>Khalifah Umar Bin Abdul Aziz</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Biodata Ringkas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nama : Abu Jaafar Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam&lt;br /&gt;Nama Ibu : Laila binti ‘Asim bin Umar bin Al-Khatab&lt;br /&gt;Tahun Lahir : 61H&lt;br /&gt;Umur : 39 tahun&lt;br /&gt;Tarikh Masehi Dunia : 101H&lt;br /&gt;Jawatan : Khalifah Ke 6 Bani Umaiyyah&lt;br /&gt;Tarikh Lantikan : Safar 99H / 717M&lt;br /&gt;Lama Berkhidmat : 2 tahun 5 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendidikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beliau telah menghafaz al-Quran sejak masih kecil lagi. Merantau ke Madinah untuk menimba ilmu pengetahuan. Beliau telah berguru dengan beberapa tokoh terkemuka seperti Imam Malik bin Anas, Urwah bin Zubair, Abdullah bin Jaafar, Yusuf bin Abdullah dan sebagainya. Kemudian beliau melanjutkan pelajaran dengan beberapa tokoh terkenal di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau telah dipanggil balik ke Damsyik oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan apabila bapaknya meninggal dunia dan dinikahkan dengan puteri Khalifah, Fatimah binti Abdul Malik (sepupunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sifat-Sifat Pribadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beliau mempunyai kepribadian yang tinggi, disukai orang yang diwarisi dari datuknya Saidina Umar bin Al-Khatab. Baginda amat berhati-hati dengan harta terutamanya yang melibatkan harta rakyat. Sesungguhnya kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang menyediakan dua lilin di rumahnya, satu untuk kegunaan urusan negara dan satu lagi untuk kegunaan keluarga sendiri tentunya telah diketahui umum dan tidak perlu diulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang zuhud, kehidupannya semasa menjadi Gubernur Madinah dan Khalifah adalah sama seperti kehidupannya semasa menjadi rakyat biasa. Harta yang ada termasuk barang perhiasan isterinya diserahkan kepada Baitulmal dan segala perbelanjaan negara berdasarkan konsep jimat-cermat dan berhati-hati atas alasan ini adalah harta rakyat. Ini terbukti apabila beliau dengan tegasnya menegur dan memecat pegawai yang boros dan segala bentuk jamuan negara tidak dibenarkan menggunakan harta kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari beliau berkhutbah yang isinya adalah seperti berikut ;&lt;br /&gt;“Setiap orang yang musafir mesti memperlengkapi bekalannya. Siapkanlah taqwa dalam perjalanan kamu dari dunia menuju akhirat. Pastikan dirimu sama ada mendapat pahala atau siksa, senang atau susah.”&lt;br /&gt;“Jangan biarkan masa berlalu sehingga hatimu menjadi keras dan musuh sempat mengoda. Sebaik-baiknya saudara menganggap bahawa hidup pada petang hari tidak akan sampai ke pagi hari dan hidup pada pagi hari tidak akan sampai ke petang hari. Memang tidak jarang terjadi kematian ditengah-tengahnya”&lt;br /&gt;“Saudara-saudara dapat menyaksikan sendiri bahawa ramai orang yang tertipu dengan dunia, padahal orang yang layak bergembira tidak lain kecuali orang yang selamat daripada siksaan Allah SWT dan orang yang lepas dari tragedi hari qiamat.”&lt;br /&gt;“Sementara orang yang tidak mahu mengubati yang sudah luka, kemudian datang lagi penyakit lain, bagaimana mungkin mahu bergembira ? Saya berlindung kepada Allah SWT daripada perbuatan yang tidak aku pegangi dan amalkan sendiri. Seandainya begitu, alangkah rugi dan tercelanya aku. Dan jelaslah tempatku nanti pada hari yang jelas kelihatan siapa yang kaya dan siapa yang miskin”.&lt;br /&gt;“Di sana nanti akan diadakan timbangan amal serta manusia akan diserahi tanggungjawab yang berat. Seandainya tugas itu dipikul oleh binatang-binatang nescaya ia akan hancur, jika dipikul oleh gunung nescaya ia akan runtuh, kalau dipikul oleh bumi nescaya bumi akan retak. Saudara-saudara belum tahu bahawa tiada tempat di antara Syurga dan Neraka ? Kamu akan memasuki salah satu daripadanya.”&lt;br /&gt;“Ada seorang lelaki yang mengirim surat kepada rekannya yang isinya : “Sesungguhnya dunia ini adalah tempat bermimpi dan akhirat barulah terjaga” Jarak pemisah antara keduanya adalah mati. Jadi, kita sekarang sedang bermimpi yang panjang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak riwayat dan athar para sahabat yang menceritakan tentang keluruhan budinya. Di antaranya ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) At-Tirmizi meriwayatkan bahawa Umar Al-Khatab telah berkata : “Dari anakku (zuriatku) akan lahir seorang lelaki yang menyerupainya dari segi keberaniannya dan akan memenuhkan dunia dengan keadilan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dari Zaid bin Aslam bahawa Anas bin Malik telah berkata : “Aku tidak pernah menjadi makmum di belakang imam selepas wafatnya Rasulullah SAW yang mana solat imam tersebut menyamai solat Rasulullah SAW melainkan daripada Umar bin Abdul Aziz dan beliau pada masa itu adalah Gubernur Madinah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Al-Walid bin Muslim menceritakan bahawa seorang lelaki dari Khurasan telah berkata : “Aku telah beberapa kali mendengar suara datang dalam mimpiku yang berbunyi : “Jika seorang yang berani dari Bani Marwan dilantik menjadi Khalifah, maka berilah baiah kepadanya kerana dia adalah pemimpin yang adil”. ” Lalu aku menanti-nanti sehinggalah Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, akupun mendapatkannya dan memberi baiat kepadanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Qais bin Jabir berkata : “Perbandingan Umar bin Abdul Aziz di sisi Bani Ummaiyyah seperti orang yang beriman di kalangan keluarga Firaun”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Hassan al-Qishab telah berkata :”Aku melihat serigala diternak bersama dengan sekumpulan kambing di zaman Khalifah Umar Ibnu Aziz”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Umar bin Asid telah berkata :”Demi Allah, Umar Ibnu Aziz tidak meninggal dunia sehingga datang seorang lelaki dengan harta yang bertimbun dan lelaki tersebut berkata kepada orang ramai :”Ambillah hartaku ini sebanyak mana yang kamu mahu”. Tetapi tiada yang mahu menerimanya (karena semua sudah kaya) dan sesungguhnya Umar telah menjadikan rakyatnya kaya-raya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) ‘Atha’ telah berkata : “Umar Abdul Aziz mengumpulkan para fuqaha’ setiap malam. Mereka saling ingat memperingati di antara satu sama lain tentang mati dan hari qiamat, kemudian mereka sama-sama menangis takut kepada azab Allah seolah-olah ada jenayah di antara mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Umar Ibnu Aziz Sebagai Khalifah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beliau dilantik menjadi Khalifah setelah kematian sepupunya, Khalifah Sulaiman atas wasiat khalifah tersebut. Setelah mengambil alih tampuk pemerintahan, beliau telah mengubah beberapa perkara yang lebih mirip kepada sistem fuedal. Di antara perubahan awal yang dilakukannya ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Menghapuskan cacian terhadap Saidina Ali bin Abu Thalib dan keluarganya yang disebut dalam khutbah-khutbah Jumat dan digantikan dengan beberapa potongan ayat suci al-Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Merampas kembali harta-harta yang disalah gunakan oleh keluarga Khalifah dan mengembalikannya ke Baitulmal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Memecat pegawai-pegawai yang tidak cakap, menyalahgunakan kuasa dan pegawai yang tidak layak yang dilantik atas pengaruh keluarga Khalifah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Menghapuskan pegawai pribadi bagi Khalifah sebagaimana yang diamalkan oleh Khalifah terdahulu. Ini membolehkan beliau bebas bergaul dengan rakyat jelata tanpa sekatan tidak seperti khalifah dahulu yang mempunyai pengawal pribadi dan askar-askar yang mengawal istana yang menyebabkan rakyat sukar berjumpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain daripada itu, beliau amat mengambil berat tentang kebajikan rakyat miskin di mana beliau juga telah menaikkan gaji buruh sehingga ada yang menyamai gaji pegawai kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menitikberatkan penghayatan agama di kalangan rakyatnya yang telah lalai dengan kemewahan dunia. Khalifah umar telah memerintahkan umatnya mendirikan sholat secara berjammah dan masjid-masjid dijadikan tempat untuk mempelajari hukum Allah sebagaimana yang berlaku di zaman Rasulullah SAW dan para Khulafa’ Ar-Rasyidin. Baginda turut mengarahkan Muhammad bin Abu Bakar Al-Hazni di Mekah agar mengumpul dan menyusun hadits-hadits Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang ilmu pula, beliau telah mengarahkan cendikawan Islam supaya menterjemahkan buku-buku kedoktoran dan berbagai bidang ilmu dari bahasa Greek, Latin dan Siryani ke dalam bahasa Arab supaya senang dipelajari oleh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengukuhkan lagi dakwah Islamiyah, beliau telah menghantar 10 orang pakar hukum Islam ke Afrika Utara serta menghantar beberapa orang pendakwah kepada raja-raja India, Turki dan Barbar di Afrika Utara untuk mengajak mereka kepada Islam. Di samping itu juga beliau telah menghapuskan bayaran Jizyah yang dikenakan ke atas orang yang bukan Islam dengan harapan ramai yang akan memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang terkenal dengan keadilannya telah menjadikan keadilan sebagai keutamaan pemerintahannya. Beliau mau semua rakyat dilayani sama adil tidak mengira keturunan dan pangkat supaya keadilan dapat berjalan dengan sempurna. Keadilan yang beliau perjuangan adalah menyamai keadilan di zaman datuknya, Khalifah Umar Al-Khatab yang sememangnya dinanti-nantikan oleh rakyat yang selalu ditindas oleh pembesar yang angkuh dan zalim sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah memerintah selama 2 tahun 5 bulan, satu tempoh yang terlalu pendek bagi sebuah pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Khalifah Umar bin Abdul Aziz telah membuktikan sebaliknya. Dalam tempo tersebut, kerajaan Umaiyyah semakin kuat tiada pemberontakan dalaman, kurang berlaku penyelewengan, rakyat mendapat layanan yang sewajarnya dan menjadi kaya-raya hinggakan Baitulmal penuh dengan harta zakat karena tiada lagi orang yang mau menerima zakat. Kebanyakannya sudah kaya ataupun sekurang-kurangnya boleh berdikari sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini adalah jasa Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang sangat masyhur, adil yang wajar menjadi contoh kepada pemerintahan zaman modern ini. Hanya 852 hari dapat mengubah sistem pemerintahan ke arah pemerintahan yang diridhai Allah dan menjadi contoh sepanjang zaman. Satu rekor yang sukar diikuti oleh orang lain melainkan orang yang benar - benar ikhlas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-5207990139265508533?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/5207990139265508533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=5207990139265508533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5207990139265508533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/5207990139265508533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/08/khalifah-umar-bin-abdul-aziz_25.html' title='Khalifah Umar Bin Abdul Aziz'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-6285142558975702896</id><published>2008-08-25T17:42:00.001+07:00</published><updated>2008-08-25T17:43:48.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Islam'/><title type='text'>Hasan Al-Bashri (30 - 110 H)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari ummahatul mu’minin, Ummu Salamah, menerima khabar bahwa mantan "maula" (pembantu wanita)-nya telah melahirkan seo¬rang putera mungil yang sehat. Bukan main gembiranya hati Ummu Salamah mendengar berita tersebut. Diutusnya seseorang untuk mengundang bekas pembantunya itu untuk menghabiskan masa nifas di&lt;br /&gt;rumahnya.  &lt;p&gt;Ibu muda yang baru melahirkan tersebut bernama Khairoh, orang yang amat disayangi oleh Ummu Salamah. Rasa cinta ummahatul mu’minin kepada bekas maulanya itu, membuat ia begitu rindu untuk segera melihat puteranya. Ketika Khairoh dan puteranya tiba, Ummu Salamah memandang bayi yang masih merah itu dengan penuh sukacita dan cinta. Sungguh bayi mungil itu sangat menawan. "Sudahkah kau beri nama bayi ini, ya Khairoh?" tanya Ummu Salamah. "Belum ya ibunda. Kami serahkan kepada ibunda untuk menamainya" jawab Khai¬roh. Mendengar jawaban ini, ummahatul mu’minin berseri-seri, seraya berujar "Dengan berkah Allah, kita beri nama Al-Hasan." Maka do’apun mengalir pada si kecil, begitu selesai acara pembe¬rian nama.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Al-Hasan bin Yasar - atau yang kelak lebih dikenal sebagai Hasan Al-Basri, ulama generasi salaf terkemuka - hidup di bawah asuhan dan didikan salah seorang isteri Rasulullah SAW: Hind binti Suhail yang lebih terkenal sebagai Ummu Salamah. Beliau&lt;br /&gt;adalah seorang puteri Arab yang paling sempurna akhlaqnya dan paling kuat pendiriannya, ia juga dikenal - sebelum Islam - sebagai penulis yang produktif. Para ahli sejarah mencatat beliau sebagai yang paling luas ilmunya di antara para isteri Rasulullah&lt;br /&gt;SAW.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Waktu terus berjalan. Seiring dengan semakin akrabnya hubun¬gan antara Al-Hasan dengan keluarga Nabi SAW, semakin terbentang luas kesempatan baginya untuk ber"uswah" (berteladan) pada ke¬luarga Rasulullah SAW. Pemuda cilik ini mereguk ilmu dari rumah-rumah ummahatul mu’minin serta mendapat kesempatan menimba ilmu bersama sahabat yang berada di masjid Nabawiy.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ditempa oleh orang-orang sholeh, dalam waktu singkat Al-Hasan mampu meriwayatkan hadist dari Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abu Musa Al-Asy’ari, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Anas bin Malik dan sahabat-sahabat RasuluLlah lainnya.&lt;br /&gt;Al-Hasan sangat mengagumi Ali bin Abi Thalib, karena keluasan ilmunya serta kezuhudannya. Penguasan ilmu sastra Ali bin Abi Thalib yang demikian tinggi, kata-katanya yang penuh nasihat dan hikmah, membuat Al-Hasan begitu terpesona. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada usia 14 tahun, Al-Hasan pindah bersama orang tuanya ke kota Basrah, Iraq, dan menetap di sana. Dari sinilah Al-Hasan mulai dikenal dengan sebutan Hasan Al-Basri. Basrah kala itu terkenal sebagai kota ilmu dalam Daulah Islamiyyah. Masjid-masjid&lt;br /&gt;yang luas dan cantik dipenuhi halaqah-halaqah ilmu. Para sahabat dan tabi’in banyak yang sering singgah ke kota ini.&lt;br /&gt;Di Basrah, Hasan Al-Basri lebih banyak tinggal di masjid, mengikuti halaqah-nya Ibnu Abbas. Dari beliau, Hasan Al-Basri banyak belajar ilmu tafsir, hadist dan qiro’at. Sedangkan ilmu fiqih, bahasa dan sastra dipelajarinya dari sahabat-sahabat yang&lt;br /&gt;lain. Ketekunannya mengejar dan menggali ilmu menjadikan Hasan Al-Basri sangat ‘alim dalam berbagai ilmu. Ia terkenal sebagai seorang faqih yang terpercaya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Keluasan dan kedalaman ilmunya membuat Hasan Al-Basri banyak didatangi orang yang ingin belajar langsung kepadanya. Nasihat Hasan Al-Basri mampu menggugah hati seseorang, bahkan membuat para pendengarnya mencucurkan air mata. Nama Hasan Al-Basri makin harum dan terkenal, menyebar ke seluruh negeri dan sampai pula ke telinga penguasa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika Al-Hajaj ats-Tsaqofi memegang kekuasan gubernur Iraq, ia terkenal akan kediktatorannya. Perlakuannya terhadap rakyat¬ terkadang sangat melampaui batas. Nyaris tak ada seorang pun penduduk Basrah yang berani mengajukan kritik atasnya atau menen¬tangnya. Hasan Al-Basri adalah salah satu di antara sedikit penduduk Basrah yang berani mengutarakan kritik pada Al-Hajaj. Bahkan di depan Al-Hajaj sendiri, Hasan Al-Basri pernah menguta¬rakan kritiknya yang amat pedas.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saat itu tengah diadakan peresmian istana Al-Hajaj di tepian kota Basrah. Istana itu dibangun dari hasil keringat rakyat, dan kini rakyat diundang untuk menyaksikan peresmiannya. Saat itu tampillah Hasan Al-Basri menyuarakan kritiknya terhadap Al-Hajaj:&lt;br /&gt;"Kita telah melihat apa-apa yang telah dibangun oleh Al-Hajaj. Kita juga telah mengetahui bahwa Fir’au membangun istana yang lebih indah dan lebih megah dari istana ini. Tetapi Allah menghancurkan istana itu … karena kedurhakaan dan kesombongannya …"&lt;br /&gt;Kritik itu berlangsung cukup lama. Beberapa orang mulai cemas dan berbisik kepada Hasan Al-Basri, "Ya Abu Sa’id, cukupkanlah kritikmu, cukuplah!" Namun beliau menjawab, "Sungguh Allah telah mengambil janji dari orang-orang yang berilmu, supaya menerangkan kebenaran kepada manusia dan tidak menyembunyikannya."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Begitu mendengar kritik tajam tersebut, Al-Hajaj menghardik para ajudannya, "Celakalah kalian! Mengapa kalian biarkan budak dari Basrah itu mencaci maki dan bicara seenaknya? Dan tak seo¬rangpun dari kalian mencegahnya? Tangkap dia, hadapkan kepadaku!" . &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semua mata tertuju kepada sang Imam dengan hati berge¬tar. Hasan Al-Basri berdiri tegak dan tenang menghadapi Al-Hajaj bersama puluhan polisi dan algojonya. Sungguh luar biasa ketenan¬gan beliau. Dengan keagungan seorang mu’min, izzah seorang muslim dan ketenangan seorang da’i, beliau hadapi sang tiran.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Melihat ketenangan Hasan Al-Basri, seketika kecongkakan Al-Hajaj sirna. Kesombongan dan kebengisannya hilang. Ia langsung menyambut Hasan Al-Basri dan berkata lembut, "Kemarilah ya Abu Sa’id …" Al-Hasan mendekatinya dan duduk berdampingan. Semua mata memandang dengan kagum. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mulailah Al-Hajaj menanyakan berba¬gai masalah agama kepada sang Imam, dan dijawab oleh Hasan Al-Basri dengan bahasa yang lembut dan mempesona. Semua pertanyaan¬nya dijawab dengan tuntas. Hasan Al-Basri dipersilakan untuk pulang. Usai pertemuan itu, seorang pengawal Al-Hajaj bertanya, "Wahai Abu Sa’id, sungguh aku melihat anda mengucapkan sesuatu ketika hendak berhadapan dengan Al-Hajaj. Apakah sesungguhnya kalimat yang anda baca itu?" Hasan Al-Basri menjawab, "Saat itu kubaca: Ya Wali dan PelindungKu dalam kesusahan. Jadikanlah hukuman Hajaj sejuk dan keselamatan buatku, sebagaimana Engkau telah jadikan api sejuk dan menyelamatkan Ibrahim."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nasihatnya yang terkenal diucapkannya ketika beliau diundang oleh penguasa Iraq, Ibnu Hubairoh, yang diangkat oleh Yazid bin Abdul Malik. Ibnu Hubairoh adalah seorang yang jujur dan sholeh, namun hatinya selalu gundah menghadapi perintah-perintah Yazid yang bertentangan dengan nuraninya. Ia berkata, "Allah telah memberi kekuasan kepada Yazid atas hambanya dan mewajibkan kita untuk mentaatinya. Ia sekarang menugaskan saya untuk memerintah Iraq dan Parsi, namun kadang-kadang perintahnya bertentangan dengan kebenaran. Ya, Abu Sa’id apa pendapatmu? Nasihatilah aku …"&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berkata Hasan Al-Basri, "Wahai Ibnu Hubairoh, takutlah kepada Allah ketika engkau mentaati Yazid dan jangan takut kepada Yazid¬ketika engkau mentaati Allah. Ketahuilah, Allah membelamu dari Yazid, dan Yazid tidak mampu membelamu dari siksa Allah. Wahai Ibnu Hubairoh, jika engkau mentaati Allah, Allah akan memelihara¬mu dari siksaan Yazid di dunia, akan tetapi jika engkau mentaati Yazid, ia tidak akan memeliharamu dari siksa Allah di dunia dan akhirat. Ketahuilah, tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam ma’siat kepada Allah, siapapun orangnya." Berderai air mata Ibnu Hubairoh mendengar nasihat Hasan Al-Basri yang sangat dalam itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada malam Jum’at, di awal Rajab tahun 110H, Hasan Al-Basri memenuhi panggilan Robb-nya. Ia wafat dalam usia 80 tahun. Pendu¬duk Basrah bersedih, hampir seluruhnya mengantarkan jenazah Hasan Al-Basri ke pemakaman. Hari itu di Basrah tidak diselenggarakan sholat Ashar berjamaah, karena kota itu kosong tak berpenghuni. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt; sumber: http://myquran.org&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-6285142558975702896?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/6285142558975702896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=6285142558975702896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/6285142558975702896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/6285142558975702896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/08/hasan-al-bashri-30-110-h.html' title='Hasan Al-Bashri (30 - 110 H)'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-1577094274837627099</id><published>2008-08-25T17:41:00.000+07:00</published><updated>2008-08-25T17:42:09.263+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CerPen'/><title type='text'>Perjalanan Yang Jauh</title><content type='html'>Nurah, saudara perempuanku nampak pucat dan kurus sekali. Tetapi&lt;br /&gt;seperti biasa, ia masih membaca Al-Qur’anul Karim. Jika ingin&lt;br /&gt;menemuinya, pergilah ke mushallanya. Di sana engkau akan mendapatinya&lt;br /&gt;sedang ruku’, sujud dan menengadahkan ke langit. Itulah yang&lt;br /&gt;dilakukannya setiap pagi, sore dan di tengah malam hari. Ia tidak&lt;br /&gt;pernah jenuh.  &lt;p&gt;Berbeda dengannya, aku selalu asyik membaca majalah-majalah seni,&lt;br /&gt;tenggelam dengan buku-buku cerita dan hampir tak pernah beranjak dari&lt;br /&gt;video. Bahkan, aku sudah identik dengan benda yang satu ini. Setiap&lt;br /&gt;video diputar pasti di situ ada aku. Karena ‘kesibukanku’ ini, banyak&lt;br /&gt;kewajiban yang tak bisa kuselesaikan bahkan, aku suka meninggalkan&lt;br /&gt;shalat. Setelah tiga jam berturut-turut menonton video di tengah&lt;br /&gt;malam, aku dikagetkan oleh suara adzan yang berkumandang dari masjid&lt;br /&gt;dekat rumahku. Sekonyong-konyong malas menggelayuti semua&lt;br /&gt;persendianku, maka aku pun segera menghampiri tempat tidur. Nurah&lt;br /&gt;memanggilku dari mushallanya. Dengan berat sekali, aku menyeret&lt;br /&gt;kaki menghampirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ada apa Nurah?,” tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Jangan tidur sebelum shalat Subuh!”, ia mengingatkan. “Ah. Subuhkan&lt;br /&gt;masih satu jam lagi. Yang baru saja kan adzan pertama!” Begitulah, ia&lt;br /&gt;selalu penuh perhatian padaku. Sering memberiku nasihat, sampai&lt;br /&gt;akhimya ia terbaring sakit. ia tergeletak lemah di tempat tidur.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Hanah!,” panggilnya lagi suatu ketika. Aku tak mampu menolaknya.&lt;br /&gt;Suara itu begitu jujur dan polos. “Ada apa saudariku?”, tanyaku pelan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Duduklah!”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku menurut dan duduk di sisinya. Hening… Sejenak kemudian Nurah&lt;br /&gt;melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Tiap jiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari Kiamat&lt;br /&gt;sajalah disempurnakan pahalamu.” (Al Imran: 185) Diam sebentar, lalu&lt;br /&gt;ia bertanya: “Apakah kamu tidak percaya adanya kematian?” “Tentu saja&lt;br /&gt;percaya!”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Apakah kamu tidak percaya bahwa amalmu kelak akan dihisab, baik yang&lt;br /&gt;besar maupun yang kecil?” “Percaya. Tetapi bukankah Allah Maha&lt;br /&gt;Pengampun dan Maha Penyayang, sementara aku masih muda, umurku masih&lt;br /&gt;panjang!”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ukhti, apakah kamu tidak takut mati yang datangnya tiba-tiba?&lt;br /&gt;Lihatlah Hindun, dia lebih muda darimu, tetapi meninggal karena&lt;br /&gt;sebuah kecelakaan. Lihat pula si fulanah…Kematian tidak mengenal&lt;br /&gt;umur. Umur bukan ukuran bagi kematian seseorang. Aku menjawabnya&lt;br /&gt;penuh ketakutan. Suasana tengah malam yang gelap mencekam, semakin&lt;br /&gt;menambah rasa takutku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Aku takut dengan gelap, bagaimana engkau menakut-nakutiku lagi dengan&lt;br /&gt;kematian? Di mana aku akan tidur nanti ?” Jiwa asliku yang amat&lt;br /&gt;penakut betul-betul tampak. Kucoba menenangkan diri aku benusaha&lt;br /&gt;tegar dengan mengalihkan pembicaraan pada tema yang menyenangkan,&lt;br /&gt;rekreasi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Oh ya, kukira ukhti setuju pada liburan ini kita pergi rekreasi&lt;br /&gt;bersama?”, pancingku. “‘Tidak, karena barangkali tahun ini aku akan&lt;br /&gt;pergi jauh, ke tempat yang jauh… mungkin… umur ada di tangan&lt;br /&gt;Allah, Hanah”, ia lalu terisak. Suara itu bergetar, aku ikut hanyut&lt;br /&gt;dalam kesedihan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekejap, langsung terlintas dalam benakku tentang sakitnya yang&lt;br /&gt;ganas. Para dokter, secara rahasia telah mengabarkan hal itu kepada&lt;br /&gt;ayah. Menurut analisa medis, para dokter sudah tak sanggup, dan itu&lt;br /&gt;berarti dekatnya kematian. Tetapi, siapa yang mengabarkan ini semua&lt;br /&gt;padanya?, atau ia memang merasa sudah datang waktunya?, “Mengapa&lt;br /&gt;termenung? Apa yang engkau lamunkan?”, Nurah membuyarkan lamunanku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Apa kau mengira, hal ini kukatakan karena aku sedang sakit? Tidak.&lt;br /&gt;Bahkan boleh jadi umurku lebih panjang dari umur orang-orang sehat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan kamu, sampai kapan akan terus hidup? Mungkin 20 tahun lagi, 40&lt;br /&gt;tahun atau… Lalu apa setelah itu? Kita tidak berbeda. Kita semua&lt;br /&gt;pasti akan pergi, entah ke Surga atau ke Neraka. Apakah engkau belum&lt;br /&gt;mendengar ayat: “Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dimasukkan ke&lt;br /&gt;dalam Surga maka sungguh ia telah beruntung” ( Ali Imran:&lt;br /&gt;185) “Sampai besok pagi,” ia menutup nasihatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku bergegas meninggalkannya menuju kamar. Nasihatnya masih terngiang-&lt;br /&gt;ngiang di gendang telingaku, “Semoga Allah memberimu petunjuk, jangan&lt;br /&gt;lupa shalat!” Pagi hari…Jam dinding menunjukkan angka delapan pagi.&lt;br /&gt;Terdengar pintu kamarku diketuk dari luar. “Pada jam ini biasanya aku&lt;br /&gt;belum mau bangun” pikirku. Tetapi di luar terdengar suara gaduh,&lt;br /&gt;orang banyak terisak. “Ya Rabbi, apa yang terjadi?”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Mungkin Nurah…?, “firasatku berbicara. Dan benar, Nurah pingsan,&lt;br /&gt;ayah segera melarikannya ke rumah sakit. Tidak ada rekreasi tahun&lt;br /&gt;ini. Kami semua harus menunggui Nurah yang sedang sakit. Lama sekali&lt;br /&gt;menunggu kabar dari rumah sakit dengan harap-harap cemas. Tepat pukul&lt;br /&gt;satu siang, telepon di rumah kami berdering. Ibu segera&lt;br /&gt;mengangkatnya. Suara ayah di seberang, ia menelpon dari rumah&lt;br /&gt;sakit. “Kalian bisa pergi ke rumah sakit sekarang!,”&lt;br /&gt;demikian pesan ayah singkat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kata ibu, tampak sekali ayah begitu panik, nada suaranya berbeda dari&lt;br /&gt;biasanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Mana sopir…?” kami semua terburu-buru: Kami menyuruh sopir&lt;br /&gt;menjalankan mobil dengan cepat. Tapi ah, jalan yang biasanya terasa&lt;br /&gt;dekat bila aku menikmatinya dalam perjalanan liburan, kini terasa&lt;br /&gt;amat panjang, panjang dan lama sekali. Jalanan macet yang biasanya&lt;br /&gt;kunanti-nantikan sehingga aku bisa menengok ke kanan-kiri, cuci mata,&lt;br /&gt;kini terasa menyebalkan. Di sampingku, ibu berdo’a untuk keselamatan&lt;br /&gt;Nurah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Dia anak shalihah. Ia tidak pernah menyia-nyiakan waktunya. Ia&lt;br /&gt;begitu rajin beribadah”, ibu bergumam sendirian. Kami turun di depan&lt;br /&gt;pintu rumah sakit. Kami segera masuk ruangan. Para pasien pada&lt;br /&gt;tergeletak lunglai. Di sana sini terdengar lirih suara rintihan. Ada&lt;br /&gt;yang baru saja masuk karena kecelakaan mobil, ada yang matanya buta,&lt;br /&gt;ada yang mengerang keras. Pemandangan yang membuat bulu kudukku&lt;br /&gt;merinding. Kami naik tangga eskalator menuju lantai atas. Nurah&lt;br /&gt;berada di ruang perawatan intensif. Di depan pintu terpampang&lt;br /&gt;papan peringatan: “Tidak boleh masuk lebih dari satu orang!” Kami&lt;br /&gt;terperangah. Tak lama kemudian, seorang perawat datang menemui, kami.&lt;br /&gt;Perawat memberitahu kalau kini kondisi Nurah mulai membaik, setelah&lt;br /&gt;beberapa saat sebelumnya tak sadarkan diri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di tengah kerumunan para dokter yang merawat, dari sebuah lubang kecil&lt;br /&gt;jendela yang ada di pintu, aku melihat kedua bola mata Nurah sedang&lt;br /&gt;memandangiku. Ibu yang berdiri di sampingnya tak kuat menahan air&lt;br /&gt;matanya. Waktu besuknya habis, ibu segera keluar dari ruang perawatan&lt;br /&gt;intensif.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kini tiba giliranku masuk. Dokter memperingatkan agar aku tidak banyak&lt;br /&gt;mengajaknya bicara. Aku diberi waktu dua menit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Assalamu ‘alaikum!, bagaimana keadaanmu Nurah?, tadi malam, engkau&lt;br /&gt;baik-baik saja. Apa yang terjadi denganmu?”, aku menghujaninya dengan&lt;br /&gt;pertanyaan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Alhamdulillah, aku sekarang baik-baik saja, jawabnya dengan berusaha&lt;br /&gt;tersenyum.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Tapi, mengapa tanganmu dingin sekali, kenapa?” aku menyelidik. Aku&lt;br /&gt;duduk di pinggir dipan. Lalu kucoba meraba betisnya, tapi ia segera&lt;br /&gt;menjauhkannya dari jangkauanku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ma’af, kalau aku mengganggumu!”, aku tertunduk.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Tidak apa-apa. Aku hanya ingat firman Allah Ta’alaa:&lt;br /&gt;“Dan bertaut betis(kiri) dengan betis(kanan), kepada Tuhanmullah pada&lt;br /&gt;hari itu kami dihalau”. (Al-Qiyamah: 29-30)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nurah melantunkan ayat suci Alquran. Aku menguatkan diri. Sekuat&lt;br /&gt;tenaga aku berusaha untuk tidak menangis di hadapan Nurah, aku&lt;br /&gt;membisu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Hanah, berdoalah untukku. Mungkin sebentar lagi aku akan menghadap.&lt;br /&gt;Mungkin aku segera mengawali hari pertama kehidupanku di akhirat&lt;br /&gt;Perjalananku amat jauh tapi bekalku sedikit sekali”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pertahananku runtuh. Air mataku tumpah. Aku menangis sejadi-jadinya.&lt;br /&gt;Ayah mengkhawatirkan keadaanku. Sebab mereka tak pernah melihatku&lt;br /&gt;menangis seperti itu. Bersamaan dengan tenggelamnya matahari pada&lt;br /&gt;hari itu. Nurah meninggal dunia. Suasana begitu cepat berubah.&lt;br /&gt;Seperti baru beberapa menit aku bebincang-bincang dengannya. Kini ia&lt;br /&gt;telah meninggalkan kami buat selama-selamanya. Dan, ia tak akan&lt;br /&gt;pernah bertemu lagi dengan kami. Tak akan pernah pulang lagi. Tidak&lt;br /&gt;akan bersama-sama lagi. Oh Nurah Suasana di rumah&lt;br /&gt;kami digelayuti duka yang amat dalam. Sunyi mencekam. Lalu pecah oleh&lt;br /&gt;tangisan yang mengharu biru. Sanak kerabat dan tetangga berdatangan&lt;br /&gt;melawat. Aku tidak bisa membedakan lagi, siapa-siapa yang datang,&lt;br /&gt;tidak pula apa yang mereka percakapan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku tenggelam dengan diriku sendiri. Ya Allah, bagaimana dengan&lt;br /&gt;diriku? Apa yang bakal terjadi pada diriku? Aku tak kuasa lagi, meski&lt;br /&gt;sekedar menangis. Aku ingin memberinya penghormatan terakhir. Aku&lt;br /&gt;ingin menghantarkan salam terakhir. Aku ingin mencium keningnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kini, tak ada sesuatu yang kuingat selain satu hal. Aku ingat firman&lt;br /&gt;Allah yang dibacakannya kepadaku menjelang kematiannya. “Dan bertaut&lt;br /&gt;betis (kiri) dengan betis (kanan)”. Aku kini benar-benar paham&lt;br /&gt;bahwa “Kepada Tuhanmullah pada hari itu kamu dihalau”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Aku tidak tahu, ternyata malam itu, adalah malam terakhir aku&lt;br /&gt;menjumpainya di mushallanya. Malam ini, aku sendirian di mushalla&lt;br /&gt;almarhumah terbayang kembali saudara kembarku, Nurah yang demikian&lt;br /&gt;baik kepadaku. Dialah yang senantiasa menghibur kesedihanku, ikut&lt;br /&gt;memahami dan merasakan kegalauanku, saudari yang selalu mendo’akanku&lt;br /&gt;agar aku mendapat hidayah Allah, saudari yang senantiasa mengalirkan&lt;br /&gt;air mata pada tiap-tiap pertengahan malam, yang selalu menasihatiku&lt;br /&gt;tentang mati, hari perhitungan .ya Allah! Malam ini adalah malam&lt;br /&gt;pertama bagi Nurah di kuburnya. Ya Allah, rahmatilah dia, terangilah&lt;br /&gt;kuburnya. Ya Allah, ini mushaf Nurah, ini sajadahnya dan ini..ini&lt;br /&gt;gaun merah muda yang pernah dikatakannya padaku, bakal dijadikan&lt;br /&gt;kenangan manis pernikahannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku menangisi hari-hariku yang berlalu dengan sia-sia. Aku menangis&lt;br /&gt;terus-menerus, tak bisa berhenti. Aku berdo’a kepada Allah semoga Dia&lt;br /&gt;merahmatiku dan menerima taubatku. Aku mendo’akan Nurah agar mendapat&lt;br /&gt;keteguhan dan kesenangan di kuburnya, sebagaimana ia begitu sering&lt;br /&gt;dan suka mendo’akanku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tiba-tiba aku tersentak dengan pikiranku sendiri. “Apa yang terjadi&lt;br /&gt;jika yang meninggal adalah aku? Bagaimana kesudahanku?” Aku tak&lt;br /&gt;berani mencari jawabannya, ketakutanku memuncak. Aku menangis,&lt;br /&gt;menangis lebih keras lagi. Allahu Akbar, Allahu Akbar…Adzan fajar&lt;br /&gt;berkumandang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tetapi, duhai alangkah merdunya suara panggilan itu kali ini. Aku&lt;br /&gt;merasakan kedamaian dan ketentraman yang mendalam. Aku jawab ucapan&lt;br /&gt;muadzin, lalu segera kuhamparkan lipatan sajadah, selanjutnya aku&lt;br /&gt;shalat Subuh. Aku shalat seperti keadaan orang yang hendak berpisah&lt;br /&gt;selama-lamanya. Shalat yang pemah kusaksikan terakhir kali dari&lt;br /&gt;saudari kembarku Nurah. Jika tiba waktu pagi, aku tak menunggu waktu&lt;br /&gt;sore dan jika tiba waktu sore, aku tidak menunggu waktu pagi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber: http://www.agus-haris.net &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-1577094274837627099?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/1577094274837627099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=873973740088902689&amp;postID=1577094274837627099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/1577094274837627099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/873973740088902689/posts/default/1577094274837627099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iari94.blogspot.com/2008/08/perjalanan-yang-jauh.html' title='Perjalanan Yang Jauh'/><author><name>Bang Medi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08093994395394973346</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-873973740088902689.post-6046213608736244489</id><published>2008-08-25T17:40:00.000+07:00</published><updated>2008-08-25T17:41:20.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CerPen'/><title type='text'>Pada Gerimis Satu Satu</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pada Gerimis Satu-satu&lt;br /&gt;Elzam Zami*)&lt;br /&gt;Publikasi : Rakyat Bengkulu, 28 November 2004&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Padanya aku menghamparkan persahabatan yang unik. Eve selalu hadir mengisi jenak-jenak waktu yang kucoba rangkai menjadi jauh lebih indah. Dan ternyata itu memang berhasil. Meskipun harus kuakui ada beberapa nama perempuan lain yang hadir mengisi memori sepanjang masa di belakangku kemarin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Persahabatan kita adalah konsep saling memberi manfaat dalam kebaikan” kata Evie ketika awal persahabatan kami di mulai. Aku lebih menyukai menyebutnya Eve –dengan menghilangkan huruf i– lebih dekat kepada sebutan Hawa pada orang Barat. Namun bukan berarti aku mencintainya karena namaku Adam sehingga aku menganggapnya pasangan seperti Nabi Adam kepada Siti Hawa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku pernah bertanya padanya, “Kau tahu Eve, kenapa aku menyukai bergaul denganmu?” Dia hanya mengangkat bahunya sembari menyeruput segelas es jeruk.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Kamu orangnya asyik banget menempatkan sahabat pada posisi yang terhormat. Bersamamu aku merasa dimanusiawikan dengan sikapmu…”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Hmm…Adam, Adam! Selagi kita ingin menikmati pertemanan, mengapa kita tidak memenuhi keinginan hati kita yang jujur untuk bersikap alamiah pada orang lain? Bukankah kebaikan itu alamiah? Banyak juga yang menyebut fitrah manusia adalah mencintai kebaikan,” Jawab Eve yang membuat aku kian kagum pada sosoknya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Oo, begitu ya? Sampai kau menjelma menjadi perempuan yang berkepribadian seperti Putri Abu dalam dongeng. Maaf, itu bukan berarti aku mengharapkan kau mendapat kemalangan seperti Putri tersebut. Kebaikanmu yang sama dengan kebaikan tulus putri yang malang itu.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Jangan memujiku berlebihan, friend. Aku Cuma Evie yang bersahabat padamu bukan karena latar belakang tertentu. Naluriku mengatakan persahabatan itu lumrah dan menyenangkan.” Jawab Eve santai. Sesantai penampilannya yang selalu sederhana. Ia tak pernah kulihat berdandan modis seperti kebanyakan perempuan. Padahal ia punya cukup uang untuk mempermak penampilannya agar menarik dan lebih wah. Seperti saat ini jeans yang ia kenakan hanya dipadu dengan kemeja gombrong bergaris kotak-kotak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; “Padahal aku punya teman dekat sebagai pacar. Tapi kedekatan kita sepertinya melebihi hubungan aku dengan Raisya!” ungkapku meryebut nama pacarku yang terbaru. Aku memang punya seorang saja sahabat dalam artian seperti persahabatanku dengan Eve. Berbeda dengan kekasih, ada beberapa banyak gadis yang memiliki hubungan denganku yang kata orang “cinta”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ah, bedakanlah kedekatan kita dengan kedekatan bersama gadis-gadismu. Kupikir ada nilai yang jauh berbeda ketimbang hubungan antar kekasih. Entahlah…aku masih terus memikirkannya Adam.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ya, pikiranku bingung mengapa persahabatan kita lebih awet daripada ikatanku dengan mereka. Pacar-pacarku yang seabrek-abrek itu.” Aku tertawa akan kekonyolanku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Eve menjawab retoris, “Apakah itu berarti hubungan persahabatan kita tidak boleh lebih baik dari hubungan sepasang kekasih?” Aku terhenyak! Betul juga katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Begitulah, ditengah kesibukan bermain cinta dengan beragam gadis yang biasanya tak bertahan lama. Persahabatanku dengan Eve kian bersinar terang memberi ruang segar untuk membagi kata, riang, gundah , dan emosi lain pada sosok manusia lain di luar diriku sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;* * *&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun tiba-tiba pada gerimis satu-satu yang turun ke bumi, saat matahari bersinar terik di siang hari, Eve berubah. Ia menggugat hebat konsep yang selama ini kami pertahankan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ini pertemuan kami yang pertama kali di bulan November yang telah memasuki akhir bulan. Aku memang mengurangi jadwalku sekedar berbincang dengan Eve. Tidak ada alasan apa-apa yang melatarbelakangiku berbuat demikian. Aku cuma ingin demikian saja. Lagipula bulan ini aku bolak-balik menyelesaikan penelitian skripsiku di sebuah desa tertinggal. Praktis waktuku tersita kesana. Selebihnya aku mengunjungi Raisya. Perempuan yang kucoba dekati dengan lebih intensif lagi. Cewek itu sulit sekali ditaklukkan ternyata. Namun, ketika aku menemuinya serta merta ia mendepakku. Sambutan yang tak seperti biasanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Eve, apa yang baru kau ucapkan tadi? Kau…?! Apakah kau dalam keadaan baik-baik?” aku bertanya sangsi. Mengapa tiba-tiba ia mendamprat semua perilakuku justru pada saat ini. Tidak ketika dulu-dulu, karena ia mengenalku sudah jauh sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Kau telah berlaku kurang ajar pada gadis-gadismu” Ia menjustifikasi kesalahanku dengan enaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ha! Kurang ajar?! Apa yang telah kulakukan pada pacar-pacarku? Sekedar berbincang, jalan bareng, nonton, merayu, mengelusnya dan…” Aku mencoba membela dengan tegas. “Dan bukankah itu wajar mewakili cinta pada kekasih” tambahku menjelaskan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ya! Wajar katamu. Dan karena cinta sempitmu itu kau sampai melupakan sahabatmu. Dimanakah kau saat aku ingin cerita ketika aku sedih kehilangan Ayah? Dimanakah kau ketika aku ingin membagi kebahagiaan ketika syukuran wisudaku? Dimanakah Cinta untukku? Dimana???”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ha! Sedemikian banyakkah moment penting Eve yang ia lewati sampai aku tak memperdulikannya. Tapi apa yang ia katakan terakhir tadi? Cinta?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Eve…” potongku cepat. Tidak mengerti. “Apa-apaan ini! Okey, aku mengaku salah karena tidak pernah menghubungimu akhir-akhir ini. Aku bersalah karena terlalu sibuk dengan Raisya pacar baruku. Tapi apa yang kau ungkapkan terakhir tadi?”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Aku menghela nafas. Berat sekali bagiku mengutarakannya. Takut ia lebih tersinggung dan melukai hatinya. Jujur aku tidak pernah merasa ia memperlakukanku kasar hingga tersinggung dan sakit hati. Tapi kenapa mesti ada rasa itu Eve? Berontakku dalam hati.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; “Kenapa kau mengharapkan cintaku, Eve…?! Seorang Adam yang merupakan sahabatmu.” Lepas sudah kata yang mewakili kepenasaranku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Suasana cuaca yang tidak bersahabat meningkahi pertengkaran kami. Hujan gerimis bak jarum yang meluncur berpendar di bumi. Sementara matahari bersinar terik. Perpaduan panas dan dingin yang menimbulkan sensasi pening, apalagi ditambah keadaan hati kami.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Huh! Begitu sempit ternyata kau memandang cinta, seperti kataku tadi. Baru kusadari cinta memang tak pernah ada pada sosokmu Adam!” Eve menjelma menjadi sosok yang membingungkan, kalau tidak boleh kukatakan menyebalkan. Benar-benar!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku mencoba menjelaskannya lagi dengan lebih tenang, “Aku tidak mungkin menjadi kekasihmu, Eve. Aku menyukaimu, tapi bukan berarti aku…”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ya, ya…! Tidak mungkin menjadi kekasihmu. Pelampiasan cinta yang dalam benakmu hanya ada kamus cinta busuk! Cinta nafsu.” Ia segera beranjak dari tempat duduk dan membayar minuman yang tadi kami pesan. Aku tak bermaksud mencegahnya. Biarlah kemarahannya mengendap.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dikejauhan pandangan mataku terus lurus. Gadis yang sebenarnya teramat baik itu menerobos alam terbuka. Pada gerimis satu-satu…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;* * *&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam derai sunyi ini aku mengungkap diri. Pada sepi malam yang mungkin mampu memberiku masukan bagaimana harus berbuat untuk seorang Eve. Potongan hatinya telah kulihat di sini berkeping-keping. Dan Eve berpikir itu semua karena perbuatanku. Aku telah membuat ia rapuh dan berderai dalam keping-keping marah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Eve, sesungguhnya aku masih ingin menikmati hubungan kita seperti dulu lagi. Aku akan kembali menata komitmen ideologi persahabatan kita. Aku memang terlalu acuh pada konsep “memberi mamfaat dalam kebaikan untuk sebuah persahabatan.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada pacar-pacarku yang daftarnya berderet-deret aku mampu meninggalkan mereka. Meski setiap berakhirnya hubungan lebih di dominasi perpecahan hati. Cinta selalu meninggalkan luka, benci, dan mungkin dendam ketika berakhir miris pada setiap gadisku. Tapi itu wajarkan menurutku. Mereka tak berhak menuntut apa yang telah kami lakukan dan terukir kala cinta masih indah. Karena cinta sepasang kekasih ternyata juga seperti waktu, selalu berubah. Egois memang!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun untukmu Eve! Aku tidak ingin semuanya berakhir negatif. Tidak juga luka dihatimu, luka dihatiku. Karena memang hubungan ini murni dalam kebaikan. Hubungan ini jujur memberikan banyak kebaikan tak terukur. Sama sekali berbeda dengan hubunganku dengan Naura misalnya, kadangkala kusisipkan sesuatu untuknya. Ya! Sesuatu yang membuat aku berpikir saat ini. Kata apa yang harus mewakilinya. Oh! Eve…aku bergidik ngeri! Aku menyisipkan nafsu untuk legalitas cinta. Kata yang tepat, benar apa yang kau tuduhkan waktu siang gerimis itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Malam ini aku tak bisa memejamkan mata. Ada Kecamuk gundah yang harus terungkap lepas. Jika kondisi seperti ini, biasanya memang Evelah yang kuajak bicara. Ia akan mendengarkan dengan tenang. Memberikan komentar dengan konsep filosofisnya yang kadang kupikir susah diaplikasikan. Tapi aku selalu suka dan menyimak kata demi kata dari bibirnya. Apakah pertengkaran tadi siang adalah salah satu konsepnya yang memang tak bisa kuterjemahkan itu. Entahlah!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku telah ada dihadapan Eve. Sengaja aku datang untuk mengungkapkan apa yang kurenungkan tadi malam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ya, begitulah Eve…mungkin ada yang salah dalam aku menempatkan cinta” aku menutup uraian renunganku. Persis seperti apa yang terpikir padaku malam tadi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Eve menatapku lembut, “Apa yang kau ketahui tentang cinta?”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Seperti yang kau lihat praktiknya selama ini pada hidupku.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Apa salah aku mencintaimu? Apakah cinta harus terkekang pada definisi hubungan antar lawan jenis yang selalu kita ikat dengan kata pacaran atau pernikahan?” kejarnya bertubi-tubi. Kalimat itu tajam, meski aku tahu Eve tidak lagi marah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Eve…! Please deh, jangan membuatku bingung.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Cinta adalah kata yang universal. Tidak hanya satu untuk diambil alih paksa istilahnya pada hubungan cinta Adam pada Naura, cinta Adam pada Raisya, atau cinta yang sah sekalipun, cinta suami pada isteri” ia mulai mengurai konsep. Aku mencoba menterjemahkannya dengan sederhana di benakku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Kalau kau menempatkan cinta selama ini dimana? Mana cinta untuk sesama yang mesti kau bagi, padaku sebagai saudara plus sahabat. Pada kepapaan yang selalu tampak di lingkungan kita. Dan satu lagi Adam! Kau percaya pada Tuhan?”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ya, kenapa tidak?”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Mana cintamu pada denting transendental. Sesejatinya cinta adalah pada Tuhan yang berlapis ganda cinta horison an-nas, manusia. Maaf aku mengatakan ini, karena aku juga sedang memaknai cinta ini” ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oh god! Sejauh itu? Mungkin kau benar Eve, kata-katamu memang benar-benar tepat. Apakah aku memperdulikankan cinta Tuhan saat bercinta dengan pacar-pacarku? Bahkan aku telah melupakan cinta sesama saudara (seperti halnya cinta kita Eve) ketika asyik pada kekasihku. Ahh….kau benar Eve!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Cinta kekasih…” aku menggumam datar. Eve mendengarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“KE KA SIH, menurutku ungkapan itu tidak hanya bisa kita sandangkan pada manusia. Bagaimana dengan kekasih kita yang maha mengasihi? Berarti Allah adalah kekasih kita. Bagaimana ini, Adam?” Eve bingung terjebak pada logika kata-kata.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aneh! Tiba-tiba aku ingin mengatakan, “Ya, begitulah Eve. Pada ketenangan hati kita harus mengakui, jika ia bergejolak gundah turuti saja inginnya yang jujur, aku akan coba menata cinta proporsional ini?”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan Eve makin bingung muara cinta yang kami perdebatkan sampai pada puncak yang terkesan hakiki.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedetik kemudian Eve mengangguk tulus, ramah, “Dan jangan kau katakan cintaku padamu karena aku ingin menjadi kekasihmu.” Gadis itu mengubah perspektif cintaku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;* * *&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lama aku tak mengetahui kabar berita dari Eve. Terakhir suratnya menghampiriku dua bulan yang lalu. Katanya jika kami jarang berkomunikasi bukan berarti hubungan persahabatan putus. Ia selalu mengingat dan berdo’a untukku. Saat ini ia sedang mendalami apa itu cinta yang hakiki di pesantren. Tempat yang menurut Eve tepat untuk mengupas habis cinta yang selama ini dicari.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Eve, bagaimanakah penampilanmu sekarang? Bagaimanakah pandangan-pandanganmu sekarang? Suatu saat kita akan bertemu lagi kan, Eve? Tanyaku pada diri sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ternyata gerimis bercampur terik matahari tak hanya meninggalkan sensasi pening. Keadaan cuaca siang kala perdebatan itu terjadi. Pada gerimis satu-satu aku berterimakasih…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/873973740088902689-6046213608736244489?l=iari94.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iari94.blogspot.com/feeds/6046213608736244489/comments/defau
